tirto.id - Belum adanya kejelasan regulasi final terkait insentif kendaraan listrik (EV) menjadi salah satu pembahasan dalam keputusan konsumen membeli kendaraan listrik. Bagi konsumen yang sempat berniat beralih ke teknologi ramah lingkungan, kabar ini tentu menjadi pukulan telak karena harga EV berpotensi melonjak drastis.
Di sisi lain, ketidakpastian ini justru membawa angin segar bagi sektor lain. Pasar mobil bensin bekas mendadak ramai dan disebut-sebut menjadi tempat pelarian paling rasional bagi para pemburu kendaraan saat ini.
Pertimbangan Biaya bagi Pembeli Pertama

Otomotif Enthusiast, Ditra Yudha, mengatakan pembeli pertama akan mempertimbangkan cost and benefit sebelum membeli EV.
“Kalau misalkan pembelinya [mobil] adalah pembeli pertama dia pasti akan mikir tuh cost and benefit-nya,” kata Ditra dalam talkshow, di Kopikina Kemang, Jumat (07/08/26).
Ditra mengatakan konsumen dapat berpikir ulang membeli EV jika aturan pemerintah tidak lagi mendukung kendaraan listrik. Ditra menyebut mobil bensin bekas berkapasitas mesin kecil sebagai salah satu pilihan.
“Tapi ternyata kalau secara aturan tidak didukung oleh pemerintah lagi tanda kutip, ya mungkin dia akan berpikir ulang kalau gitu mendingan saya beli mobil bensin second yang cc-nya kecil,” ujarnya.
Depresiasi Harga EV yang Tinggi
Ditra kemudian membandingkan biaya kepemilikan mobil bensin berkapasitas mesin kecil dan mobil listrik selama lima tahun. Ditra mengatakan harga jual kembali mobil listrik saat ini mengalami penurunan yang cukup jauh.
“Karena kan mobil listrik itu ketika dijual kembali saat ini faktanya adalah drop-nya lumayan jauh gitu,” kata Ditra.
Menurut Ditra, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika konsumen membandingkan mobil listrik dengan mobil bensin. Ditra berharap insentif kendaraan listrik tetap diberikan.
“Jadi ya harusnya sih jangan ya Mas. Jangan dihilangkan gitu ya. Jadi sebaiknya sih tetap ada supaya tetap menarik orang untuk membeli atau menukar mobil bensinnya dengan EV,” ujarnya.
Konversi Mobil Tua sebagai Solusi Alternatif
Sementara itu, Motuba Enthusiast, M.Harmin, mengatakan subsidi konversi kendaraan tua menjadi listrik dapat menjadi pilihan bagi pengguna kendaraan tua dan penghobi.
“Kalau misalnya ada opsi untuk bisa konversi dan itu harganya terjangkau kayak mobil tua dikonversi jadi listrik gitu kan. Nah itu pasti jadi opsi karena hilang satu PR kami nih jadi hilang secara pos pun akan jadi lebih murah,” kata Harmin.
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































