tirto.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pada Rabu (11/3/2026) waktu setempat bahwa Amerika Serikat telah menang dalam perang melawan Iran. Namun ia menekankan bahwa negara itu akan tetap terlibat dalam konflik untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Dalam sebuah kampanye di Hebron, Kentucky, Trump mengatakan bahwa serangan awal AS yang beraliansi dengan Israel sangat efektif sehingga menurutnya perang seakan selesai dalam satu jam pertama. Ia juga menyebut bahwa AS telah menghancurkan 58 kapal perang Iran.
"Anda tidak pernah suka mengatakan terlalu cepat bahwa Anda menang. Kita menang," kata Trump seperti diberitakan Reuters (12/3/2026).
"Dalam satu jam pertama semuanya sudah berakhir," tambahnya.
Meskipun mengakui keberhasilan militer AS dalam melemahkan kemampuan militer Iran, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak ingin menghentikan operasi terlalu cepat.
“Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini. [AS hampir] menghancurkan Iran secara keseluruhan,” tegasnya.
Pernyataan Trump menunjukkan bahwa, meskipun banyak keberhasilan dicapai, AS akan tetap terlibat dalam konflik untuk memastikan tujuan militernya tercapai dan menghindari kembalinya ancaman dalam beberapa tahun mendatang.
Komentar Trump Soal Serangan di Minab yang Tewaskan Anak Sekolah
Pada serangan gelombang pertama militer AS-Israel 28 Februari lalu, salah satu targetnya adalah sebuah sekolah dasar di kota Minab, Iran selatan. Dalam serangan tersebut, 170 orang tewas yang sebagian besarnya adalah anak-anak.
Serangan ke Minab itu mendapat kecaman dari dunia internasional. Amerika Serikat dipercaya yang harus bertanggung jawab akan hal itu.
Awalnya, Trump mengatakan jika serangan tersebut bukan dari AS ataupun Israel melainkan dari Iran sendiri.
“Berdasarkan apa yang telah saya lihat, itu dilakukan oleh Iran. Kami pikir itu dilakukan oleh Iran – karena mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda ketahui, dengan amunisi mereka. Mereka sama sekali tidak akurat. Itu dilakukan oleh Iran," ujar Trump dikutip Al Jazeera (11/3/2026).
Namun, Trump seolah berkelit ketika The New York Times menyebut bahwa penyelidikan awal Departemen Pertahanan AS menemukan bahwa militer AS yang melakukan serangan itu. Trump kemudian mengatakan ia akan menerima hasil penyelidikan resmi, tetapi tidak menegaskan tanggung jawab.
“Saya tidak tahu tentang itu,” katanya.
Bukti baru dan analisis independen menunjukkan bahwa serangan itu dilakukan menggunakan rudal Tomahawk, senjata milik AS yang tidak dimiliki Iran atau Israel.
Trump sempat mengklaim Iran memiliki beberapa Tomahawk, namun klaim ini dibantah oleh para pakar militer, karena Iran berada di bawah sanksi berat dan tidak bisa membeli senjata dari Amerika Serikat.
Pentagon sendiri telah mengonfirmasi bahwa Tomahawk digunakan dalam serangan awal terhadap Iran pada 28 Februari, dan peta serangan yang dirilis menunjukkan Minab termasuk target.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






























