tirto.id - Konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel semakin memanas setelah terjadi serangan terhadap beberapa kapal Irak di perairan sekitar Irak dan Selat Hormuz pada 11 Maret 2026.
Dua kapal tanker bahan bakar yang membawa muatan dari Irak diserang oleh perahu yang diduga membawa bahan peledak.
Serangan tersebut menyebabkan kedua kapal terbakar dan menewaskan satu anggota kru. Selain itu, beberapa proyektil juga menghantam kapal lain di wilayah Teluk, sehingga total kapal yang diserang sejak konflik dimulai menjadi sedikitnya 16 kapal, seperti dilaporkan Reuters (11/3/2026).
Dua kapal tanker bernama Safesea Vishnu dan Zefyros yang sedang memuat bahan bakar dari Irak diserang di perairan wilayah Irak dan langsung terbakar.
Organisasi Negara Irak untuk Pemasaran Minyak (SOMO) menjelaskan bahwa kapal tanker Safesea Vishnu disewa oleh sebuah perusahaan Irak yang bekerja sama dengan SOMO untuk mengangkut minyak.
Sementara itu, kapal tanker Zefyros membawa muatan kondensat (produk cair dari gas alam) yang berasal dari Basra Gas Company. Kedua kapal ini diserang saat sedang berada di area pemindahan muatan dari kapal ke kapal (ship-to-ship transfer) di wilayah laut Irak.
Tim penyelamat berhasil mengevakuasi sekitar 25 awak kapal, namun satu awak kapal asing ditemukan meninggal di laut dan beberapa lainnya masih dicari. Akibat insiden ini, pelabuhan ekspor minyak Irak sementara menghentikan operasinya.
Data dari Lloyd’s List Intelligence menunjukkan bahwa operasi komersial kapal Safesea Vishnu dijalankan oleh perusahaan Amerika, yaitu Safesea Transport Group, dengan pemilik manfaatnya adalah Safesea Group.
Sedangkan kapal Zefyros terdaftar dengan bendera Malta. Kapal ini dioperasikan secara komersial oleh perusahaan Inggris, Cygnus Tankers Limited, dan dimiliki oleh kelompok perusahaan pelayaran Yunani milik keluarga George dan Vassilis Michael.
Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat semakin meluas dan mengganggu perdagangan serta pasokan energi dunia.
🚨 NEW
— Iran Observer (@IranObserver0) March 11, 2026
US-owned SAFESEA VISHNU oil tanker has been hit near Iraq by an underwater drone
This the first US-owned oil tanker taken out in this war pic.twitter.com/Hzdbs6czk2
Hari ke-13 Perang AS-Israel vs Iran
Berikut update perang antara pasukan AS yang bersekutu dengan Israel melawan Iran di hari ke-13:
1. Drone Jatuh di Gedung Dubai Creek Harbour
Pemerintah Uni Emirates Arab (UAE) melalui unggahan di akun X @DXBMediaOffice hari ini (12/3/2026), menyebutkan ada sebuah drone jatuh ke sebuah bangunan di sekitar kawasan Dubai Creek Harbour di Dubai.Ketika drone tersebut jatuh, terjadi kebakaran kecil di bangunan tersebut. Tim Pemadam Kebakaran segera datang ke lokasi dan berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran dengan cepat, sehingga api tidak menyebar lebih jauh.
Pihak berwenang juga memastikan bahwa semua penghuni bangunan dalam keadaan aman.
2. Arab Saudi Berhasil Cegat 18 Drone yang Targetkan Wilayahnya
Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa mereka berhasil mencegat dan menghancurkan 18 drone di wilayah timur negara tersebut. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita resmi Saudi Press Agency.Drone-drone tersebut terdeteksi dalam beberapa hari terakhir dan kemudian ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Saudi sebelum dapat mencapai targetnya. Namun, pihak berwenang belum mengungkapkan secara pasti siapa yang mengirim atau mengoperasikan drone tersebut.
Tidak lama setelah pengumuman itu, militer Saudi juga melaporkan bahwa sebuah drone lain yang menuju ladang minyak Shaybah berhasil dicegat dan dihancurkan. Ladang minyak Shaybah berada di dekat wilayah gurun besar yang disebut Empty Quarter (Rub’ al Khali) di perbatasan selatan Arab Saudi.
3. AS Keluarkan 172 Juta Barel Cadangan Minyak untuk Stabilkan Harga
Amerika Serikat akan mengeluarkan 172 juta barel minyak dari cadangan daruratnya ke pasar dunia untuk membantu menstabilkan pasokan dan menekan kenaikan harga minyak yang terjadi akibat konflik dan gangguan distribusi energi.Jumlah tersebut akan diambil dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) seperti diberitakan BBC hari ini (12/3/2026). SPR adalah cadangan minyak darurat milik pemerintah AS yang disimpan untuk digunakan ketika terjadi krisis energi atau gangguan pasokan global.
Departemen Energi AS mengatakan bahwa pelepasan minyak ini akan dimulai minggu depan dan proses penyalurannya ke pasar diperkirakan memakan waktu sekitar 120 hari.
4. Harga Minyak Dunia Tembus 100 dolar AS per Barel
Harga minyak dunia terus naik pada hari Kamis (12/6/2026). Di perdagangan Asia, harga minyak Brent naik hampir 9% hingga menembus sekitar 100 dolar AS per barel. Kenaikan ini terjadi karena kekhawatiran bahwa pasokan minyak dunia bisa terganggu akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.Pihak Iran bahkan telah memperingatkan bahwa harga minyak bisa melonjak hingga 200 dolar AS per barel jika situasi keamanan di kawasan terus memburuk.
5. UNICEF: 1.100 Anak Menjadi Korban Perang
Badan PBB yang menangani anak-anak, UNICEF, menyatakan bahwa konflik saat ini sudah menjadi situasi yang sangat berbahaya bagi jutaan anak di kawasan tersebut.Sejak serangan pertama AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, lebih dari 1.100 anak dilaporkan terluka atau meninggal dunia akibat kekerasan yang terjadi.
Menurut laporan tersebut, korban anak-anak tersebar di beberapa negara. Sekitar 200 anak dilaporkan meninggal di Iran, 91 anak di Lebanon, 4 anak di Israel, dan 1 anak di Kuwait.
Angka ini menunjukkan bahwa dampak konflik tidak hanya terjadi di satu negara saja, namun meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































