Menuju konten utama

Kenapa Iran Serang Dubai, Doha, & Negara Teluk Lainnya?

Alasan Iran menyerang Dubai, Doha, dan sejumlah negara Teluk lainnya. Iran melancarkan serangan balasan kepada AS-Israel.

Kenapa Iran Serang Dubai, Doha, & Negara Teluk Lainnya?
Kepulan asap membubung dari pelabuhan Jebel Ali setelah serangan Iran yang dilaporkan terjadi di Dubai pada 1 Maret 2026. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sejak 1989 dan musuh bebuyutan Barat, tewas dalam serangan pembuka dari serangan besar-besaran AS dan Israel, yang memicu gelombang serangan rudal balasan baru dari Teheran pada 1 Maret. (Foto oleh Fadel SENNA / AFP)

tirto.id - Ledakan keras terdengar di Dubai, Uni Emirat Arab, dan di ibu kota Qatar, Doha, pada 2 Maret 2026, hari ketiga berturut-turut sejak serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dentuman keras dan sirene juga terdengar di Kuwait pada Senin (2/3/3036) dini hari. Seorang saksi yang dikutip kantor berita Reuters mengatakan terlihat asap membumbung dari dekat Kedutaan Besar AS.

Pertahanan udara Kuwait mencegat sebagian besar drone di dekat kawasan Rumaithiya dan Salwa, lapor kantor berita pemerintah Kuwait News Agency.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan bahwa Qatar telah mencegat serangan Iran yang menargetkan infrastruktur sipil, termasuk bandara internasional.

Dalam wawancara dengan CNN, Majed Al Ansari mengatakan bahwa Qatar saat ini tidak berinteraksi dengan Iran.

Kenapa Iran Menyerang Dubai dan Negara Teluk Lainnya?

Teheran menyatakan akan menargetkan aset militer AS di kawasan negara-negara Teluk setelah serangan AS-Israel terhadap Iran berlanjut hingga hari ketiga pada Senin.

Iran telah menghantam berbagai kawasan sipil dan komersial di kota-kota Teluk, memperluas dampak konflik terhadap pusat-pusat utama penerbangan dan perdagangan regional.

Sedikitnya satu orang tewas di Kuwait, tiga orang tewas di Uni Emirat Arab, dan 16 orang terluka di Qatar.

Sementara itu, sedikitnya 555 orang tewas di Iran akibat serangan AS-Israel, sementara sedikitnya sembilan orang tewas dan 121 lainnya luka-luka di Israel.

Televisi pemerintah Saudi melaporkan pada Senin bahwa otoritas untuk sementara menutup kilang Ras Tanura dekat Dammam setelah serangan drone.

AS, Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu yang mengecam serangan Iran di seluruh kawasan dan menegaskan hak mereka untuk membela diri.

Negara-negara Teluk “akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas mereka serta melindungi wilayah, warga negara, dan penduduk mereka, termasuk opsi untuk merespons agresi”, demikian isi pernyataan yang dirilis setelah pertemuan tersebut.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu menegaskan bahwa Teheran tidak mencari konfrontasi dengan negara-negara Teluk, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Teheran “tidak memiliki masalah dengan negara-negara di seberang Teluk Persia”, merujuk pada Teluk yang juga dikenal sebagai Teluk Arab.

Iran mempertahankan “hubungan persahabatan dan bertetangga baik dengan semuanya”, yang bertekad untuk terus dijaga, tambahnya.

“Apa yang kami lakukan pada dasarnya adalah tindakan pembelaan diri dan pembalasan atas agresi Amerika terhadap kami,” kata Araghchi.

“Kami tidak menyerang saudara-saudara kami di Teluk Persia, kami tidak menyerang tetangga kami, tetapi kami menyerang target-target Amerika,” tambahnya, dikutip Aljazeera.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra