Menuju konten utama

Trump Persilakan Timnas Iran Berkompetisi di Piala Dunia 2026

Amerika Serikat (AS) dapat dicabut haknya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 jika sampai menolak kehadiran timnas Iran untuk ikut berlaga.

Trump Persilakan Timnas Iran Berkompetisi di Piala Dunia 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino [Foto/yahoo.com]
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempersilakan Timnas Iran berkompetisi di Piala Dunia 2026. Infantino menyatakan hal ini setelah berdiskusi dengan Trump terkait prospek ajang tersebut di tengah perang yang sedang berkecamuk di Asia Barat.

"[Trump] menegaskan bahwa Timnas Iran dipersilakan berkompetisi dalam turnamen [Piala Dunia 2026]," kata Infantino pada Rabu (11/3/2026), dikutip dari Al Jazeera.

Piala Dunia 2026 direncanakan berlangsung di AS, Meksiko, dan Kanada pada Juni-Juli mendatang. Seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di AS.

Dalam pernyataannya, Infantino juga menyatakan bahwa dirinya dan Trump juga membahas situasi di Iran dalam pertemuan terkait persiapan penyelenggaraan Piala Dunia.

"Kita semua membutuhkan ajang seperti Piala Dunia FIFA untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari kapan pun, dan saya berterima kasih kepada Presiden Amerika Serikat atas dukungannya, karena ini menunjukkan sekali lagi bahwa sepak bola menyatukan dunia," kata Infantino.

Pernyataan Infantino pada Rabu tersebut adalah kali pertama Presiden FIFA itu membahas situasi Perang Iran. Sebelumnya, pada Desember 2025, ia membuat "hadiah perdamaian FIFA" untuk kali pertama dalam sejarah untuk diberikan kepada Trump.

Keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia 2026 sebelumnya jadi polemik usai Iran menjadi satu-satunya negara yang hilang dalam KTT perencanaan FIFA untuk peserta Piala Dunia yang diadakan di Atlanta, Georgia pada pekan lalu.

Jika keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia 2026 dilarang oleh Washington, AS akan menghadapi risiko pencabutan status tuan rumah oleh FIFA. Hal ini adalah aturan yang berlaku untuk tuan rumah Piala Dunia di segala kelompok usia.

Pada 2023 lalu, pencabutan status tuan rumah diterapkan FIFA kepada Indonesia dalam Piala Dunia U-20. Hal itu dilakukan setelah Indonesia menolak keikutsertaan Israel dalam ajang itu.

Akan tetapi, dengan pernyataan Infantino tersebut, peluang AS mendapat sanksi pencabutan status tuan rumah agaknya tak akan terjadi.

Walaupun demikian, keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 masih jadi teka-teki. Kepala Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj menyebut bahwa ia ragu Timnas Iran akan berlaga di Piala Dunia 2026.

"Jika Piala Dunia seperti ini, siapa yang waras untuk mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini?" kata Taj dalam wawancaranya untuk saluran televisi pemerintah Iran.

Kalaupun Iran memilih untuk ikut dalam ajang Piala Dunia 2026, Iran menghadapi risiko berlaga tanpa kehadiran suporter di lapangan. Hal ini dikarenakan AS telah memberlakukan larangan pemberian visa bagi suporter Iran untuk masuk ke wilayah AS.

Jika Iran memilih untuk tidak berpartisipasi, hal ini akan jadi yang pertama sebuah negara menarik keikutsertaannya di Piala Dunia selama lebih dari 75 tahun. Terakhir kali hal ini terjadi adalah pada putaran final Piala Dunia 1950 di Brasil, kala itu Prancis dan India menarik diri dari ajang sepak bola dunia empat tahunan itu.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar