Menuju konten utama
Piala Dunia 2026

Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Siapa Penggantinya?

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyanmali, mengatakan Timnas Iran akan mundur dari Piala Dunia 2026 sebagai akibat dari perang dengan Amerika Serikat.

Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Siapa Penggantinya?
Polaayers Iran berjalan di lapangan setelah pertandingan sepak bola grup B Piala Dunia antara Iran dan Amerika Serikat di Stadion Al Thumama di Doha, Qatar, Rabu, 30 November 2022. (Foto AP / Manu Fernandez)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Timnas Iran mundur dari Piala Dunia 2026 setelah ada pernyataan dari Ahmad Donyanmali selaku Menteri Olahraga Iran. Lalu, siapa yang akan menggantikan posisi Iran di Piala Dunia 2026?

Sejak berlangsungnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, tanda tanya menyelimuti partisipasi Team Melli, julikan Timnas Iran, di Piala Dunia 2026. Rumor mengatakan bahwa Iran berniat mundur walau telah dipastikan lolos ke turnamen empat tahunan itu.

Pertanyaan seputar partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 sedikit menemui titik terang. Dalam interview bersama Deutsche Presse-Agentur (DPA), Donyanmali mengatakan bahwa Timnas Iran sulit untuk bisa datang ke Amerika Serikat dan memainkan pertandingan sepak bola di sana.

Sebagai informasi bahwa perang antara AS-Israel dengan Iran telah menewaskan Ali Khamenei pada 28 Februari 2026. Pemimpin tertinggi Iran tersebut menjadi salah satu korban dari serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat.

"Karena pemerintah korup itu telah membunuh pemimpin kami, tidak ada kondisi yang memungkinkan kami untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia," kata Donyanmali dilansir dari Marca.

"Kami dipaksa untuk dua kali berperang dalam 8-9 bulan terakhir dan beberapa ribu warga negara kami tewas. Oleh karena itu, kami tidak punya alasan untuk berpartisipasi di turnamen itu. Jika tuan rumahnya adalah negara lain, tentu komunitas internasional akan bereaksi dan menarik diri dari turnamen," tambahnya.

Pernyataan Donyanmali keluar tidak lama setelah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, mengizinkan Timnas Iran untuk datang ke negaranya. Izin tersebut disampaikan oleh Gianni Infantino selaku Presiden FIFA.

FIFA sebagai pemilik turnamen Piala Dunia tentu terus berkoordinasi dengan banyak pihak. Perang yang belum menemui titik akhir memang berpotensi membuat Piala Dunia 2026 berjalan tidak semulus seperti yang diharapkan.

"Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa Timnas Iran dipersilahkan untuk berkompetisi di Amerika Serikat," kata Infantino dikutip dari Al Jazeera.

"Kita semua butuh event seperti Piala Dunia untuk menyatukan orang-orang lebih dari sebelumnya. Secara tulus saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat atas dukungannya, dan sekali lagi menunjukkan bahwa sepak bola menyatukan dunia," tambah Infantino.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 12 Juni hingga 20 Juli 2026. Tiga negara akan menjadi tuan rumah yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Timnas Iran sendiri berada di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Tim asuhan pelatih Amir Ghalenoei dijadwalkan memainkan semua pertandingan babak grup di Amerika Serikat.

Sesuai jadwal, Timnas Iran akan bermain melawan Selandia Baru pada 16 Juni pukul 08.00 WIB di Stadion SoFi, Inglewood. Lalu pada 22 Juni pukul 02.00 WIB Iran akan kembali bermain di Inglewood melawan Belgia. Terakhir pada 27 Juni pukul 10.00 WIB Iran bertemu Mesir di Stadion Lumen Field, Seattle.

Bahkan jika Iran lolos ke babak 32 besar sebagai juara atau runner-up Grup G, venue pertandingan mereka akan tetap di Amerika Serikat. Secara bagan, Iran akan terus bermain di Amerika Serikat hingga final jika berada di dua posisi teratas Grup G.

Misalnya saja jika menjadi juara Grup G, Iran akan bermain di Seattle (babak 32 besar dan 16 besar), Inglewood (perempat final), Arlington (semifinal), Miami (perebutan juara 3), dan East Rutherford (final). Lalu jika menjadi runner-up Grup G, Iran akan bermain di Arlington (babak 32 besar), Atlanta (babak 16 besar dan semifinal), Kansas City (perempat final), Miami (perebutan juara 3), dan East Rutherford (final).

Situasi berbeda terjadi jika Iran lolos sebagai salah satu tim peringkat 3 terbaik. Posisi tersebut berpeluang membawa Iran memainkan laga babak 32 besar di Vancouver, Kanada.

Lantas jika benar Iran mundur, siapa yang akan menggantikan? Sejauh ini FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait hal ini. FIFA tentu juga memiliki metode untuk menentukan siapa yang bisa menggantikan Iran.

Misalnya saja akan diambil dari negara-negara yang masih mengikuti babak playoff. Bisa juga akan diambil dari negara dengan ranking FIFA tertinggi yang belum lolos ke Piala Dunia 2026.

Jika memakai opsi kedua, akan menjadi kabar bagus bagi Timnas Italia sebagai negara peringkat tertinggi (peringkat 12) ranking FIFA yang belum lolos ke Piala Dunia 2026. Italia sendiri dijadwalkan akan mengikuti playoff bulan ini melawan Irlandia Utara (27 Maret). Apabila menang, Italia akan berhadapan dengan pemenang Wales vs Bosnia untuk memperebutkan satu tiket ke Piala Dunia 2026.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama