Menuju konten utama
Piala Asia Putri 2026

Benarkah Timnas Putri Iran Disandera di Australia? Simak Infonya

Iran menuduh Australia menyandera pemain Timnas Putri Iran dengan alasan memberi suaka saat Piala Asia 2026. Simak di sini infonya.

Benarkah Timnas Putri Iran Disandera di Australia? Simak Infonya
Wanita Muslim dengan syal dengan bendera Iran. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemain Timnas Putri Iran dikabarkan disandera di Australia setelah menyelesaikan aksi mereka di Piala Asia Putri 2026. Anggapan itu muncul setelah ada 5 pemain mencari suaka di Australia dan tidak mau kembali ke Iran. Apakah informasi itu benar?

Timnas Putri Iran merupakan salah satu peserta Piala Asia 2026 yang digelar di Australia pada 1-21 Maret 2026. Kisah mereka justru tidak hanya soal apa yang terjadi di atas lapangan. Namun lebih ramai dengan hal yang terjadi di luar lapangan hijau.

Cerita dimulai saat para pemain Timnas Putri Iran enggan menyanyikan lagu kebangsaan di laga pertama melawan Korea Selatan. Aksi itu dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rezim Republik Islam Iran. Situasi memang sedang panas karena seperti diketahui Iran sedang berperang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pada dua pertandingan berikutnya melawan Australia dan Filipina, para pemain Timnas Putri Iran sudah mau menyanyikan lagu kebangsaan. Namun mereka takut akan mendapatkan hukuman ketika nantinya pulang ke Iran.

Setelah itu Timnas Putri Iran dipastikan tersingkir dari turnamen. Lima pemain di tim asuhan pelatih Marziyeh Jafari yaitu Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Atefeh Ramezanizadeh, Zahra Sarbali, dan Mona Hamoudi mengajukan suaka kepada Pemerintah Australia.

Suaka tersebut dalam artian para pemain tersebut meminta perlindungan agar diizinkan tinggal di Australia. Pemerintah Australia melalui Perdana Menteri Anthony Albanese menerbitkan visa kemanusiaan pada 5 pemain tersebut sehingga mereka bisa tinggal di Australia.

Bahkan, menurut laporan Reuters, Pemerintah Australia juga menawarkan suaka kepada para pemain Timnas Putri Iran lainnya. Namun tawaran tersebut tidak bersifat memaksa.

"Warga Australia tersentuh dengan penderitaan para wanita pemberani ini. Mereka aman di sini dan bisa menganggap ini rumah mereka sendiri," kata Albanese dikutip dari laman Reuters.

Dilaporkan oleh Al Jazeera bahwa saat ini skuad Timnas Putri Iran belum kembali ke negaranya. Padahal, mereka sudah tersingkir dari turnamen sejak 8 Maret lalu. Situasi itu membuat Pemerintah Iran meminta mereka semua untuk segera pulang ke Iran.

Menurut laporan tersebut, para pemain itu pergi meninggalkan hotel yang mereka tempati di Australia melalui pintu belakang dengan kawalan pihak kepolisian. Posisi para pemain saat ini juga sangat dirahasiakan oleh pihak Australia.

Esmaeil Baqaei selaku Kepala Pusat Diplomasi Publik dan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, turut menduga bahwa para pemain tersebut saat ini sedang disandera di Australia.

Dugaan tersebut muncul karena pemberian suaka oleh Australia pada Ghanbari dan kawan-kawan ada andil dari sosok Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Pada awal Maret lalu Trump dan AS dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengeboman di sebuah sekolah perempuan di Minab yang menewaskan 170 orang.

"Mereka membantai lebih dari 165 siswi Iran yang tidak bersalah dalam serangan ganda Tomahawk di Minab, dan sekarang mereka ingin menyandera atlet kita dengan alasan 'menyelematkan' mereka? Keberanian dan kemunafikan ini sungguh mencengangkan," kata Baqaei di akun X @IRIMFA_SPOX.

"Kepada Timnas Sepak Bola Putri Iran: jangan khawatir, Iran menunggumu dengan tangan terbuka. Pulanglah," lanjutnya.

Sementara itu Federasi Sepak Bola Iran, dikabarkan terus berupaya agar para pemainnya bisa kembali ke Iran. Usaha juga dilakukan dengan membahas situasi ini dengan keluarga lima pemain tersebut.

"Kami telah menghubungi kedutaan, federasi sepak bola, kementerian luar negeri, dan ke pihak lain yang memungkinkan untuk melihat apa yang akan terjadi. Kami juga telah berbicara dengan keluarga kelima pemain itu," ucap Farideh Shojaei, salah satu petinggi di Federasi Sepak Bola Iran, dikutip dari Al Jazeera.

Daftar Pemain Timnas Putri Iran di Piala Asia 2026

Berikut daftar pemain Timnas Putri Iran yang berlaga di Piala Asia 2026:

Kiper

  • Raha Yazdani
  • Maryam Yektaei
  • Zahra Khajavi

Bek

  • Atefeh Imani
  • Atefeh Ramezanizadeh
  • Melika Motevalli
  • Zahra Ahmadizadeh
  • Fatemeh Amineh
  • Fatemeh Makhdoomi
  • Shahnaz Jafarizadeh
  • Sana Sadeghi
  • Kosar Anbari
  • Zahra Pourheidar
  • Behnaz Taherkhani

Gelandang

  • Zahra Sarbali
  • Shabnam Beheshti
  • Fatemeh Pasandideh
  • Mohaddeseh Zolfi
  • Fatemeh Shaban
  • Mona Hamoudi

Striker

  • Afsaneh Chatrenoor
  • Zahra Ghanbari
  • Maryam Dini
  • Roujin Tamrian
  • Sara Didar
  • Golnoosh Khosravi

Pelatih

  • Marziyeh Jafari

Baca juga artikel terkait SEPAK BOLA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama