Menuju konten utama
Piala Asia Putri 2026

Kronologi 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapatkan Suaka Australia

Lima pemain Timnas Putri Iran memperoleh suaka Australia saat Piala Asia Putri 2026. Siapa saja mereka dan bagaimana kisahnya?

Kronologi 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapatkan Suaka Australia
Wanita Muslim dengan syal dengan bendera Iran. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Lima pemain Timnas Putri Iran mendapatkan suaka dari Australia setelah aksi mereka di Piala Asia Putri 2026. Bagaimana kronologi pemberian suaka 5 pemain tersebut?

Suaka merupakan tempat perlindungan aman bagi seseorang yang sedang terancam keselamatannya. Dalam hal ini, 5 pemain Timnas Putri Iran meminta perlindungan kepada Australia karena ada potensi bahaya yang mengancam mereka ketika pulang ke Iran.

Kronologi pemberian suaka pada 5 pemain Timnas Putri Iran terjadi saat bergulirnya Piala Asia Putri di Australia pada 1-21 Maret 2026. Timnas Putri Iran asuhan pelatih Marziyeh Jafari turut bermain di sana. Mereka berada di Grup A bersama Korea Selatan, Filipina, dan tuan rumah Australia.

Sayangnya perjalanan Timnas Putri Iran hanya sampai di babak grup. Sebabnya, mereka selalu kalah melawan Korea Selatan 3-0, Australia 4-0, dan Filipina 2-0. Iran pun gagal lolos ke babak berikutnya tanpa bisa mencetak gol.

Bukan prestasi buruk itu yang membuat beberapa pemain mereka dalam bahaya. Pasalnya tahun ini menjadi partisipasi kedua Iran di turnamen ini setelah tahun 2022. Dalam dua kesempatan itu, Iran memang tidak pernah bisa lolos dari babak grup.

Sorotan justru tertuju pada sikap pemain Timnas Putri Iran yang tidak mau menyanyikan lagu kebangsaan Iran ketika pertandingan pertama melawan Korea Selatan yang diduga sebagai penolakan terhadap rezim Republik Islam Iran. Aksi itu mendapatkan kecaman di negeri sendiri. Media menyebutnya sebagai puncak dari pengkhianatan para pemain.

Memang pada laga-laga berikutnya para pemain mau menyanyikan lagu kebangsaan Iran. Namun diduga hal itu dilakukan karena ada tekanan besar dan demi keselamatan para pemain itu sendiri.

Hal mengejutkan terjadi selepas pertandingan melawan Filipina, Minggu 8 Maret. Seorang pemain memberikan sinyal bahaya saat berada di dalam bus kepada fans di luar. Tanda tersebut dapat diartikan sebagai upaya meminta pertolongan.

Dikutip dari akun X @PahlaviComms yang merupakan media informasi resmi Pangeran Reza Pahlavi, 5 pemain tersebut adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Atefeh Ramezanizadeh, Zahra Sarbali, dan Mona Hamoudi. Ghanbari merupakan kapten Timnas Putri Iran saat ini.

"Kami menginformasikan pada rekan dan media bahwa 5 pemain Timnas Putri Iran yakni Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Atefeh Ramezanizadeh, Zahra Sarbali, dan Mona Hamoudi berhasil mencari suaka di Australia dengan meninggalkan tempat pemusatan latihan tim. Lima atlet tersebut berada di lokasi yang aman dan mengumumkan bergabung dengan Revolusi Singa dan Matahari Nasional Iran," demikian rilis resmi di akun X @PahlaviComms.

Singa dan matahari merupakan simbol di bendera negara Iran yang lama. Simbol tersebut digunakan sebagai bentuk penolakan terhadap rezim Republik Islam Iran yang ada saat ini.

Sementara itu pihak Australia membuka lebar pintu mereka terhadap niatan Zahra Ghanbari dan kawan-kawan tersebut. Pihak Australia bahkan telah menerbitkan visa kemanusiaan agar mereka dapat tinggal di Australia.

Dilaporkan oleh Reuters bahwa Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, juga menawarkan suaka pada pemain Timnas Putri Iran lainnya. Namun penawaran tersebut tidak bersifat memaksa melainkan jika memang mereka mau menerima bantuan tersebut.

"Warga Australia tersentuh dengan penderitaan para wanita pemberani ini. Mereka aman di sini dan bisa menganggap ini rumah mereka sendiri," kata Albanese dikutip dari laman Reuters.

Baca juga artikel terkait SEPAK BOLA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama