tirto.id - Xavi Hernandez dan Andres Iniesta dikabarkan akan menjadi pelatih Timnas Maroko di Piala Dunia 2026. Kabar itu muncul setelah mundurnya Walid Regragui dari kursi pelatih The Atlas Lions. Berapa besar Xavi dan Iniesta berduet memimpin Timnas Maroko?
Tiga bulan jelang Piala Dunia 2026, Timnas Maroko ditinggal oleh Regragui. Pelatih yang menorehkan tinta emas bagi Timnas Maroko itu memutuskan pergi dengan dalih agar tim bisa mendapatkan suasana baru jelang turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kini FRMF (Fédération Royale Marocaine de Football) atau Federasi Sepakbola Maroko harus bergerak cepat untuk menentukan pengganti Regragui. Dari deretan nama yang dikaitkan sebagai pelatih baru Timnas Maroko, ada nama Xavi Hernandez di dalamnya.
Kualitas Xavi sebagai seorang pelatih sudah cukup terbukti. Pria berusia 46 tahun itu sudah memiliki pengalaman melatih Al Sadd di Liga Qatar pada tahun 2019-2021. Setelahnya Xavi melatih Barcelona pada 2021-2024.
Sebagai pelatih, prestasi Xavi cukup mentereng, sama seperti saat masih menjadi pemain. Bersama Al Sadd, Xavi meraih gelar juara Liga Qatar 2020-21, Qatar Cup 2020 dan 2021, Sheikh Jassim Cup 2019, Emir of Qatar Cup 2020 dan 2021, serta Qatari Stars Cup 2019-20.
Bersama Barcelona, Xavi juga pernah meraih gelar juara Liga Spanyol 2022-23 dan Supercopa de España 2023. Setelah itu Xavi belum melatih lagi hingga saat ini.
Persentase kemenangan Xavi sebagai pelatih juga cukup bagus. Bersama Al Sadd ia meraih 67 kemenangan dari 102 pertandingan atau 65,7 persen. Sedangkan bersama Barcelona, Xavi meraih 89 kemenangan dari 142 pertandingan atau 62,7 persen.
Di sisi lain, Iniesta belum memiliki pengalaman di bidang kepelatihan. Sosok berusia 41 tahun itu bahkan baru pensiun sebagai pemain sepak bola profesional pada 2024 lalu.
Belum diketahui peran apa yang akan diemban Iniesta jika ia benar diincar oleh Timnas Maroko bersama Xavi. Iniesta bisa saja menjadi asisten Xavi mengingat mereka berdua menjadi partner sehati saat bermain di Barcelona. Atau, bisa saja Iniesta diberi jabatan lain, misalnya saja direktur olahraga.
Satu hal yang perlu diketahui adalah saat ini FRMF telah menunjuk Mohamed Ouahbi sebagai pengganti Regragui. Namun belum diketahui apakah penunjukkan itu hanya untuk menjalani dua laga uji coba melawan Ekuador dan Paraguay di bulan Maret 2026 atau hingga Piala Dunia 2026.
Ouahbi sendiri sebelumnya merupakan pelatih Maroko U20 dan Maroko U23. Ouahbi bahkan mampu membawa Maroko U20 menjadi juara Piala Dunia U20 2025 di Chile. Saat itu Maroko menang dari Argentina 2-0 di laga final.
Prestasi Regragui di Timnas Maroko
Jika benar nantinya dipilih sebagai pengganti Regragui, Xavi dan Iniesta bisa jadi akan menjalani petualangan yang tidak mudah. Pasalnya Regragui telah menancapkan standar tinggi di Timnas Maroko.
Ditunjuk melatih Maroko pada Agustus 2022 atau tiga bulan sebelum Piala Dunia 2022, Regragui melakukan pekerjaan luar biasa. Ia membawa Maroko sebagai negara Afrika pertama yang bisa menembus semifinal Piala Dunia. Walau, sayangnya saat itu Maroko hanya menjadi juara 4 setelah kalah dari Prancis 2-0 di semifinal dan Kroasia 2-1 di perebutan juara 3.
Maroko juga dibawa Regragui menjadi runner-up Piala Afrika 2025. Meski gagal juara di kandang sendiri, setidaknya capaian itu lebih baik daripada saat gugur di babak 16 besar Piala Afrika 2023.
Segala capaian itu seharusnya membuat Regragui masih aman untuk memimpin tim di Piala Dunia 2026. Namun Regragui memilih mundur dan berharap ada penyegaran di tubuh Timnas Maroko.
"Tim butuh wajah baru, energi yang berbeda, dan perspektif baru bersama pelatih baru. Saya rasa tim ini butuh semangat baru sebelum Piala Dunia, sebuah visi baru untuk terus berkembang. Keputusan saya untuk pergi adalah bagian dari evolusi tim ini," kata Regragui dikutip dari laman CAF Online.
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama
Masuk tirto.id

































