Menuju konten utama

Masyarakat Pendapatan Rp4-6 Juta Terbanyak Manfaatkan KPR FLPP

BPS mencatat pegawai swasta menjadi kelompok yang paling banyak mengakses kredit FLPP subsidi rumah.

Masyarakat Pendapatan Rp4-6 Juta Terbanyak Manfaatkan KPR FLPP
Foto udara deretan rumah pada salah satu proyek pembangunan perumahan subsidi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (25/2/2026). Data Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Kendari menyebutkan realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sepanjang 2025 di wilayah itu mencapai 3.550 unit dengan nilai mencapai Rp580 miliar. ANTARA FOTO/Andry Denisah/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masyarakat dengan pendapatan Rp4-6 juta menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026. Kelompok tersebut tercatat menjadi pengguna terbanyak dalam pemanfaatan FLPP berdasarkan kelompok pendapatan.

“Ternyata fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ini paling banyak dinikmati oleh atau dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kelompok pendapatan antara 4 sampai dengan 6 juta,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam acara Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026 di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Menurut Amalia, kelompok masyarakat dengan pendapatan Rp4-6 juta merupakan kelompok yang paling banyak memanfaatkan akses perumahan melalui FLPP.

“Jadi artinya yang memang sangat menikmati dan ingin mendapatkan akses perumahan ini ada di kelompok pendapatan yang 4-6 juta,” kata dia.

Berdasarkan kelompok pekerjaan, BPS mencatat pegawai swasta menjadi kelompok yang paling banyak mengakses kredit FLPP subsidi rumah. Kondisi tersebut terjadi pada semester I 2025, semester II 2025, hingga semester I 2026.

“Yang paling banyak mengakses kredit FLPP subsidi rumah melalui FLPP adalah pegawai swasta baik di semester 1 2025, semester 2 2025 maupun di semester 1 2026,” ujar Amalia.

Sementara berdasarkan wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penduduk yang paling banyak memanfaatkan FLPP. Setelah Jawa Barat, pemanfaatan FLPP terbanyak berada di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

"Provinsi memang paling banyak ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, lalu Sulawesi Selatan ini provinsi yang paling banyak penduduknya memanfaatkan FLPP,” kata Amalia.

Secara keseluruhan, capaian FLPP pada semester I 2026 mencapai 91.531 unit. Angka tersebut merupakan bagian dari perkembangan program FLPP yang pada 2025 mencapai 278.868 unit.

"Perkembangan program FLPP tentunya pada tahun 2025 capaian FLPP sebanyak 278.868 unit dengan rincian 120.976 unit pada semester 1 dan 157.892 unit pada semester 2, pada semester 1 2026 capaian FLPP sebanyak 91.531 unit," jelasnya.

Selain FLPP, BPS mencatat capaian program bedah rumah pada semester I 2026 mencapai 88.635 unit. Program tersebut merupakan dukungan pemerintah daerah bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Capaian pada semester 1 2026 ini yang sebesar 88.635 unit jauh lebih banyak dibandingkan dengan semester 1 2025 tapi kalau dibandingkan dengan semester yang lalu naiknya lebih dari dua kali lipat,” kata Amalia.

Berdasarkan wilayah, program bedah rumah paling banyak dilakukan di Jawa Barat, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

“Sebaran program bedah rumah berdasarkan provinsi paling banyak secara jumlah ada di Jawa Barat lalu di Jawa Tengah ketiga di Jawa Timur lalu Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Baca juga artikel terkait KPR RUMAH atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Bayu Septianto