Menuju konten utama

Statistik Timnas vs Vietnam AFF 2026 & Rapor: Kalah Segalanya

Statistik Timnas Indonesia vs Vitenam di Piala AFF 2026: kenapa Garuda kalah telak 3-0? Cek rapor pemain dan berapa tembakan Timnas.

Statistik Timnas vs Vietnam AFF 2026 & Rapor: Kalah Segalanya
Pesepak bola Timnas Indonesia Thom Haye (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Vietnam Nguyen Hai Long (kanan) pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/mrh/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Statistik Timnas Indonesia vs Vietnam dalam laga Grup A Piala AFF 2026 pada Senin (3/8/2026) menunjukkan tumpulnya Skuad Garuda dan rapuhnya lini belakang mereka. Tertinggal oleh dua gol cepat The Golden Star Warriors, Timnas buntu di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Bahkan, Vietnam akhirnya menang besar 3-0.

Menjelang duel Timnas Indonesia vs Vietnam, sebenarnya tim asuhan John Herdman dalam kondisi apik. Mereka mencetak total 8 gol dan kebobolan sekali dalam 2 laga awal. Namun, sebenarnya sudah ada sinyal sulitnya lini depan Skuad Garuda menciptakan peluang saat butuh waktu hingga 15 menit terakhir untuk menang 3-0 lawan Timor Leste pada Jumat (31/7).

Kini, di kandang sendiri, Timnas Indonesia tidak bisa menahan kecepatan Vietnam. Tidak hanya itu, urusan menciptakan peluang, tidak ada solusi. Ketika Mitchell Baker dikawal oleh 2 bek tengah The Golden Star Warriors, alternatif Herdmann dengan memasang Jens Raven tidak membuat Garuda meraih kemenangan ketiga di Piala AFF 2026.

Sebaliknya, secara teknis Vietnam sangat layak menang. Setelah mencetak 2 gol hanya dalam 15 menit pertama, tim asuhan Kim Sang-sik membiarkan Timnas Indonesai memonopoli bola. Namun, pertahanan yang solid, dan lini depan yang terus mencari celah, membuat Vietnam meraih kemenangan kedua mereka di Grup A.

Statistik Timnas Indonesia vs Vietnam AFF 2026 & Rapor Pemain

Di babak pertama kontra Vietnam, Timnas Indonesia menjalani awal laga terburuk mereka dalam ajang AFF 2026. Betapa tidak? Hanya dalam waktu kurang dari seperempat jam, gawang Nadeo Argawinata dijebol The Golden Star Warriors 2 kali. Menit enam, bermula dari umpan terobosan Nguyen Hoang Duc, ada Nguyen Van Vi yang mengirim tembakan dari sudut sulit untuk gol pertama Vietnam.

Saat Timnas Indonesia masih kebingungan mengatur tempo, Vietnam merobek gawang Garuda pada menit 14. Kali ini, dalam serangan balik kilat, bola kiriman Le Pham Thanh diselesaikan oleh Nguyen Hai Long.

Dengan posisi tertinggal 2 gol, Timnas Indonesia lebih banyak menguasai bola. Mereka punya ball possessions hingga 62 persen. Jumlah umpan pun nyaris 2 kali lipat dari Vietnam, yaitu 307 banding 192. Namun, itu tidak membuat Timnas bisa membalas.

Dari 4 tembakan yang dilepaskan di 45 menit awal, hanya satu yang tepat sasaran, yaitu via Mitchell Baker ('12), dan itu mudah saja untuk Le Giang Patrik. expected Goals (xG) Timnas pun buruk, hanya 0,20 atau kontras dari Vietnam yang 0,61.

Secara teknis, Timnas Indonesia menurunkan formasi 5-4-1. Namun, praktiknya, kebiasaan Rizky Ridho untuk maju menemani Eliano Reijnders membuat Garuda 2 kali terjebak hanya punya 2 bek saat menghadapi 3 pemain Vietnam, yang ujungnya adalah dua gol cepat The Golden Star Warriors.

Babak kedua, permainan Timnas Indonesia semakin terbuka karena waktu semakin sedikit untuk mengejar 2 gol. Namun, tembakan Thom Haye ('58) masih bisa diamankan kiper lawan.

Timnas Indonesia baru melakukan perubahan pada menit 65, dengan hadirnya Jens Raven, Beckham Putra, dan Tim Geypens. Hanya saja Vietnam jauh lebih mengancam lewat kecepatan mereka.

Nguyen Xuan Son alias Rafaelson yang turun sebagai pemain pengganti, sempat menyaksikan golnya dinyatakan offside. Namun, sang penyerang dengan nomor 12 akhirnya bisa membobol gawang Nadeo pada menit 71, yang makin menenggelamkan Garuda.

Jika melihat peluang, dalam 90 menit, Timnas Indonesia menciptakan 11 tembakan, 3 di antaranya on target. Namun, xG mereka tergolong biasa, hanya 0,65. Sebaliknya, Vietnam dengan 10 tembakan, mampu melepaskan 6 shot on target dengan xG yang 1,03.

Terkait rapor pemain, Timnas Indonesia rata-rata hanya punya 6,3. Versi FlashScore,ada 3 nama yang mendapatkan rating di bawah 6, yaitu Nadeo Argawinata (5,7), Rizky Ridho (5,9), dan Ragnar Oratmangoen (5,2).

Para pemain pengganti yang dimasukkan John Herdmann juga tidak cukup ampuh. Dari Raven hingga Geypens tak ada yang memiliki rapor 7.

Sementara itu, Vietnam tampak unggul di lini tengah dan belakang. Bintang mereka adalah Nguyen Hoang Duc yang diberi rapor 8,6. Secara keseluruhan, The Golden Star Warriors punya rata-rata rating 7,2.

Berikut ini statistik Timnas Indonesia vs Vietnam dalam laga Grup A Piala AFF 2026 pada Senin (3/8).

AspekTimnas IndonesiaVietnam
Penguasaan Bola58%42%
Shot (Shot on Target)11 (3)10 (6)
expected Goals (xG)0,651,03
Offside12
Tendangan Sudut32
Pelanggaran136
Kartu Kuning/Kartu Merah2 (0)0 (0)
Akurasi Umpan (Persentase)87%81%
Save33

Berikut ini rapor pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Grup A Piala AFF 2026 pada Senin (3/8/2026).

Timnas IndonesiaVietnam
1 - Nadeo Argawinata 5,71 - Lê Giang Patrik 7,5
20 - Shayne Pattynama 7,37 - Phạm Xuân Mạnh 7,7
4 - Jordi Amat 6,516 - Nguyễn Thành Chung 7,0
5 - Rizky Ridho 5,920 - Bùi Hoàng Việt Anh 7,2
16 - Dony Tri Pamungkas 6,13 - Nguyễn Văn Vĩ 7,7
14 - Eliano Reijnders 7,215 - Trương Tiến Anh 6,5
11 - Ragnar Oratmangoen 5,218 - Nguyễn Hai Long 7,3
23 - Marc Klok 6,514 - Nguyễn Hoàng Đức 8,6
18 - Ivar Jenner 6,38 - Lê Phạm Thành Long 7,9
19 - Thom Haye 6,713 - Geovane 6,4
9 - Mitchell Lee Baker 5,89 - Nguyễn Đình Bắc 5,1
Pemain PenggantiPemain Pengganti
17 - Rizky Eka Pratama10 - Đỗ Hoàng Hên 6,8
21 - Rayhan Hannan12 - Nguyễn Xuân Son 7,4
26 - Tim Geypens 6,86 - Nguyễn Nhật Minh
13 - Beckham Putra 6,419 - Nguyễn Quang Hải
24 - Jens Raven 6,15 - Đoàn Văn Hậu

Ikuti kabar terbaru seputar Piala AFF 2026 dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.

Baca juga artikel terkait TIMNAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus