Menuju konten utama

Siapa Pengirim Rudal Tomahawk di Kompleks Garda Revolusi Iran?

Serangan di Minab, Iran, yang menewaskan lebih dari 160 pelajar melibatkan rudal Tomahwak. Meski AS tak mengakui, rudal ini hanya dioperasikan militer AS.

Siapa Pengirim Rudal Tomahawk di Kompleks Garda Revolusi Iran?
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengunggah foto penggalian liang lahat untuk 160 siswi SD Iran yang tewas dalam pemboman sekolah dasar oleh AS-Israel. (Sumber: X/@araghchi)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah video viral yang baru-baru ini beredar menunjukkan bahwa rudal Amerika Serikat (AS) tampaknya telah menghantam Kompleks Garda Revolusi Iran (IRGC) di Minab pada 28 Februari 2026 lalu. Hal ini menguatkan dugaan rudal AS adalah penyebab terbunuhnya ratusan siswa sekolah putri di Minab yang berlokasi di dekatnya.

Video yang beredar itu merupakan citra terbaru dari serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari di Minab, tempat fasilitas IRGC hancur bersama sebuah sekolah dasar putri di dekatnya. Dari analisis video tersebut, tampak proyektil mirip rudal Tomahawk milik AS yang jatuh dari udara.

Bentuk proyektil yang tampak pada video tersebut memiliki kemiripan dengan rudal Tomahawk buatan AS. Hal ini juga telah dianalisis para ahli amunisi militer.

Video tersebut tak secara jelas menampilkan ke titik mana rudal itu menghantam bumi, apakah di kompleks sekolah putri atau di fasilitas IRGC di dekatnya. Namun, hal ini menguatkan kemungkinan bahwa kerusakan sekolah putri di dekat fasilitas IRGC dikarenakan rudal AS.

Video itu pertama kali diunggah oleh media semi-resmi Iran, Mehr News, pada Minggu (8/3/2026) pagi. Video itu lalu dibagikan secara daring oleh eks personel Angkatan Darat AS yang kini jadi peneliti kelompok investigasi Bellingcat, Trevor Ball.

Sebelumnya, sebuah sekolah putri di Minab rusak parah akibat serangan rudal pada 28 Februari lalu, tepat ketika AS-Israel memulai serangan ke Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Serangan itu membunuh para siswa yang ada di sekolah tersebut. Kantor berita Iran menyebut bahwa lebih dari 160 anak perempuan terbunuh karena serangan itu.

Iran menyebut bahwa terbunuhnya ratusan siswa di Minab adalah tanggung jawab AS. Namun, Washington membantah tuduhan itu dan menyebut tengah menginvestigasi serangan yang menewaskan penduduk sipil tersebut.

Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut bahwa serangan yang membunuh ratusan anak usia sekolah dasar itu adalah dari Iran sendiri. Hal ini disampaikan Trump pada Sabtu (7/3/2026).

"Berdasarkan apa yang telah saya lihat, itu [serangan ke SD putri di Minab] dilakukan oleh Iran," tutur Trump di dalam Air Force One, dikutip dari The Guardian.

Para Ahli Yakin Bom Tersebut Tomahawk Buatan AS

Meskipun Trump menyebut bahwa serangan di Minab dilakukan oleh Iran, namun video yang kemudian beredar tampaknya menunjukkan fakta yang berlainan. Analisis para ahli atas video tersebut meyakini bahwa rudal yang tampak adalah Tomahawk milik AS.

Peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies, Sam Lair, menyebut bahwa proyektil yang muncul dalam video identik dengan Tomahawk.

"Itu sesuai dengan karakteristik visual TLAM. Bentuk salib dengan sayap yang terpasang di tengah, dan ekor [tailkit] di bagian belakang," katanya, dikutip dari CNN, Senin (9/3/2026).

Dalam industri alutsista, rudal ini dikenal dengan nama resmi Tomahawk Land Attack Missile (TLAM). Sejauh ini TLAM adalah amunisi yang digunakan AS dan tidak tercatat digunakan oleh Iran atau Israel.

Tak hanya bentuk, Sam Lair juga meyakini bahwa rudal yang tampak dalam rekaman video amatir itu adalah Tomahawk jika dianalisis dari geolokasinya.

"Video tersebut direkam dari jarak sekitar 250 meter dari perkiraan titik hantaman. Hal ini menunjukkan bahwa amunisi tersebut pastilah berukuran besar. Fakta ini menyingkirkan kemungkinan penggunaan amunisi AS lain dengan visual serupa, seperti GBU-69B," lanjutnya.

Dalam keterangannya untuk ABC News, Sam Lair menyebut bahwa video itu tak secara langsung menunjukkan rudal AS penyebab terbunuhnya ratusan siswa, namun menunjukkan bahwa AS adalah pihak yang menyerang kawasan di Minab tersebut.

"Saya yakin ini menunjukkan tanggung jawab AS atas serangan di daerah tersebut," katanya.

Hal serupa juga diungkap Direktur Armament Research Services, N.R. Jenzen-Jones. Menurutnya, video itu menunjukkan bahwa kerusakan di Minab kemungkinan besar disebabkan serangan AS.

"Itu menunjukkan bahwa itu adalah serangan AS," katanya.

Meski begitu, Jenzen-Jones menyatakan bahwa video itu tak cukup untuk menyebut AS bertanggung jawab atas serangan mematikan yang membunuh ratusan siswa putri usia sekolah dasar di Minab. Hal yang bisa jadi bukti tak terbantahkan, katanya, adalah pecahan amunisi dari serangan itu.

Menurut Jenzen-Jones, jika ada pecahan amunisi yang tersisa dari puing sekolah, maka itu akan jadi bukti tak terbantahkan tentang siapa yang bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.

"Tentu saja, hal itu [video] membuat kemungkinan bangunan di sekitar target [IRGC] ikut terkena serangan AS menjadi lebih besar, tetapi itu tidak memberikan kepastian," katanya, dikutip dari ABC News.

Sementara tak ada pihak yang mengakui tanggung jawab atas terbunuhnya lebih dari 160 siswi usia sekolah dasar di Minab, jasad para korban telah dimakamkan secara massal pada Selasa (3/3/2026).

Ratusan peti mati pengangkut jasad korban yang terdiri dari siswi dan staf sekolah itu diantar ratusan pelayat yang memadati jalan raya guna memberikan penghormatan.

Banyak dari pelayat adalah anggota keluarga korban. Mereka menyaksikan prosesi pemakaman dengan membawa serta foto-foto para siswi sebelum terbunuh dalam serangan tersebut.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar