tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, soal tali sepatu yang dikenakannya, di sela sambutan pada acara Akad Massal Perumahan Subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Momen itu terjadi saat Prabowo menyapa satu per satu kepala daerah yang hadir dan menyoroti tampilan serba putih Dedi Mulyadi.
"Sepatunya harus putih juga tuh. Tali sepatu warnanya apa? Merah?" tanya Prabowo sambil bercanda.
Dedi Mulyadi menjawab "cokelat" sambil tersenyum ke arah Prabowo.
Percakapan singkat itu berlangsung di tengah rangkaian sapaan Prabowo kepada para kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, beserta jajaran Forkopimda Jawa Tengah, sebelum dilanjutkan dengan sapaan kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Prabowo turut menyebutkan kehadiran 18 bupati/wali kota dalam acara tersebut.
Kelakar tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap elektabilitas Dedi Mulyadi yang belakangan meningkat tajam dalam sejumlah survei politik.
Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dalam rilis terbarunya pada Rabu (29/7/2026), mencatat Dedi Mulyadi unggul di posisi teratas simulasi semi-terbuka 20 nama calon presiden dengan elektabilitas 35,0 persen, mengungguli Prabowo Subianto yang berada di posisi kedua dengan 14,5 persen, disusul Anies Baswedan 8,2 persen dan Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen.
Sebanyak 12,8 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan.
Dalam simulasi head-to-head, SMRC mencatat Dedi Mulyadi memperoleh dukungan 59,0 persen, sedangkan Prabowo Subianto meraih 28,3 persen, dengan 12,7 persen responden belum menentukan pilihan.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan hasil simulasi tersebut menunjukkan tantangan bagi Prabowo apabila pemilihan presiden digelar saat ini.
"Bila pemilihan presiden dilakukan sekarang dan Prabowo maju sebagai calon, kemungkinan dia tidak akan terpilih kembali," kata Deni dalam pemaparan hasil survei tersebut.
SMRC menegaskan hasil survei merupakan potret opini publik pada saat pengumpulan data, bukan prediksi pasti hasil pemilihan presiden mendatang, mengingat preferensi pemilih masih dapat berubah seiring dinamika politik, ekonomi, dan penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah menjelang Pemilu.
Survei bertajuk "Elektabilitas Calon-calon Presiden" yang dirilis pada Rabu (29/7/2026) itu, dilakukan pada 5-19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang dipilih secara acak. Sebanyak 83,8 persen responden diwawancarai melalui telepon, sedangkan 16,2 persen sisanya yang tidak memiliki akses telepon diwawancarai secara tatap muka, dengan margin of error survei sekitar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































