tirto.id - Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone ke Israel pada Selasa (10/3/2026). Dalam serangan ini, drone diterbangkan untuk menghancurkan kilang minyak Israel di Haifa.
Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut bahwa serangan ke kilang minyak Israel telah dilakukan. IRGC menyebut serangan ini sebagai balasan atas serangan Israel ke fasilitas penyimpanan minyak Iran pada akhir pekan lalu.
"Para prajurit pemberani Angkatan Udara Iran, sebagai tanggapan terhadap agresi terhadap depot minyak Iran, telah menyerang kilang minyak dan gas serta fasilitas penyimpanan bahan bakar rezim Zionis di Haifa dengan drone peledak," bunyi komunike IRGC yang dikutip Mehr.
Dalam laporannya, Mehr menyebut penargetan fasilitas AS dan Israel di kawasan Teluk "akan terus berlanjut", mengindikasikan serangan lanjutan yang masih akan terjadi di kemudian hari.
Selain kilang minyak di Haifa, IRGC juga dilaporkan telah menyerang pusat komunikasi satelit Ha'ela milik Israel di selatan Tel Aviv.
Mehr melaporkan bahwa fasilitas itu merupakan pusat komunikasi untuk pangkalan udara Israel. Fasilitas ini disebut jadi infrastruktur komunikasi bagi jaringan kendali satelit jet tempur Israel.
Serupa dengan kilang minyak di Haifa, pusat komunikasi satelit Ha'ela juga diserang Iran dengan drone. Penargetan fasilitas ini juga disebut IRGC sebagai bagian dari serangan balasan Iran terhadap serangan Israel pada akhir pekan lalu.
Di sisi lain, sirene tanda serangan udara menyala di Tel Aviv pada Selasa pagi. Seturut Xinhua, sirene dibunyikan sesaat sebelum militer Israel menyebut bahwa sistem pertahanan udara mereka tengah berupaya mencegat serangan rudal dari Iran.
Selain Tel Aviv, Jerusalem Post melaporkan bahwa sirene juga terdengar di seluruh wilayah Israel bagian utara. Militer Israel menyebut bahwa sirene itu dinyalakan ketika sistem pertahanan udara mereka berupaya mengintersep rudal Iran.
Tak ada laporan korban jiwa dalam serangan di Tel Aviv dan wilayah utara Israel pada Selasa. Namun, sejumlah orang disebut mengalami luka, diduga akibat pecahan rudal yang jatuh ke tanah.
Kerusakan fasilitas publik maupun militer juga tidak dilaporkan terjadi di Tel Aviv dan wilayah utara Israel.
Netanyahu Akan Terus Menyerang Iran
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada Selasa bahwa pihaknya akan terus menyerang Iran. Hal ini tampak berlainan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan pertempuran akan segera berakhir.
Seturut Euronews, Netanyahu menyatakan hal itu ketika mengadakan pertemuan dengan para pemimpin rumah sakit dan sistem kesehatan Israel. Ia menyebut bahwa Israel akan terus menghancurkan Iran.
"Tidak diragukan lagi bahwa dengan tindakan yang telah diambil sejauh ini, kita sedang menghancurkan mereka," katanya.
Sebelumnya, AS dan Israel dilaporkan sempat berdebat akibat serangan negara Zionis itu ke fasilitas penyimpanan minyak Iran pada akhir pekan lalu. AS dilaporkan kecewa dengan serangan Israel itu.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































