Menuju konten utama

Istana soal Alasan Aksi Foto Prabowo di Langit: Rasa Bangga TNI

Pengibaran foto Prabowo berukuran besar itu sebagai ungkapan terima kasih dari jajaran TNI kepada presiden yang telah merintis penguatan alutsista.

Istana soal Alasan Aksi Foto Prabowo di Langit: Rasa Bangga TNI
Presiden Prabowo Subianto (tengah), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kiri) melambaikan tangan sebelum Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). HUT Kemerdekaan Ke-81 RI tersebut mengangkat tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan alasan pengibaran bendera raksasa bergambar foto Presiden Prabowo Subianto oleh penerjun TNI pada upacara peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, atraksi tersebut merupakan wujud kebanggaan masyarakat terhadap Prabowo sekaligus ucapan terima kasih dari TNI atas kontribusinya memperkuat pertahanan nasional.

"Itu kan bentuk kebanggaan saudara-saudara kita gitu ya," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo untuk merespons kritik yang ramai beredar di media sosial pascaperingatan kemerdekaan. Sejumlah warganet mempertanyakan urgensi pembentangan foto Presiden dalam perayaan HUT RI, dengan menilai momentum kemerdekaan seharusnya menonjolkan simbol Merah Putih dan rakyat, bukan wajah pejabat negara.

Prasetyo menuturkan, pengibaran bendera itu adalah ungkapan terima kasih dari jajaran TNI atas komitmen Prabowo yang telah merintis penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

"TNI juga menyampaikan ucapan terima kasih juga ya, karena kan di masa Pak Prabowo inilah meskipun juga sudah dirintis sejak zaman beliau menjadi Menhan, kita benar-benar memperkuat alutsista kita," kata Prasetyo.

Prasetyo menyebutkan bahwa deretan pesawat yang bermanuver pada upacara kemerdekaan tersebut merupakan bagian dari alutsista yang dibeli pemerintah.

Menurutnya, keberadaan armada pertahanan serta keahlian para penerbangnya patut mendapat perhatian lebih besar dari publik.

"Menerbangkan pesawat tempur Rafale dan itu empat-empatnya adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia. Itu loh yang menurut saya, menurut kami itu jauh lebih penting karena itu bukan sesuatu yang mudah," kata dia.

Selain pesawat tempur, Prasetyo turut mencontohkan keberadaan pesawat angkut militer jenis A400 yang siap dikerahkan untuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di Indonesia.

"Termasuk A400 yang kemudian dalam situasi kita, negara kita yang Ring of Fire ini yang sering terjadi bencana yang tidak kita duga itu juga terbukti manfaatnya gitu. Dalam waktu yang singkat kita bisa mengirimkan logistik gitu yang sudah kita pakai mulai dari bencana di Sumatra maupun kemarin di NTT," ujar dia.

Sebelumnya, peringatan HUT ke-81 RI dimeriahkan oleh aksi 17 penerjun dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI.

Aksi tersebut menggunakan pesawat CN295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma yang diterbangkan oleh Letkol Penerbang Ari Purba Kusuma.

Berdasarkan tayangan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, para penerjun melakukan aksi terjun payung secara bergantian dari ketinggian 10.000 kaki.

Di udara, mereka membentuk formasi sembari mengibarkan bendera Merah Putih berukuran 12x8 meter, bendera bertuliskan "81 Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur", serta bendera bergambar Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga artikel terkait HUT RI 2026 atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto