Menuju konten utama

165 Siswa SD & Staf Sekolah di Iran Tewas karena AS-Israel

AS dan Israel menyerang sebuah sekolah di Minab, Iran. Sebanyak 165 siswa dan staf sekolah dasar tewas. Tindakan ini dikecam banyak pihak.

165 Siswa SD & Staf Sekolah di Iran Tewas karena AS-Israel
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengunggah foto penggalian liang lahat untuk 160 siswi SD Iran yang tewas dalam pemboman sekolah dasar oleh AS-Israel. (Sumber: X/@araghchi)

tirto.id - Iran menggelar upacara pemakaman massal pada Selasa (3/3/2026) bagi 165 siswi dan staf yang tewas dalam serangan Amerika Serikat–Israel terhadap sebuah sekolah perempuan di Minab, Iran selatan.

Sekolah dasar perempuan di Kota Minab tersebut dihantam serangan udara. Iran meyakini serangan ini merupakan operasi militer Amerika Serikat dan Israel.

Orang-orang yang berkumpul di pemakaman massal meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel setelah bom jatuh di sekolah tersebut.

Televisi pemerintah Iran pada Selasa menayangkan ribuan orang memenuhi sebuah alun-alun publik di Minab.

Para pria mengibarkan bendera Republik Islam, sementara sebagian besar berdiri terpisah dari para perempuan yang mengenakan cadar hitam.

Dari atas panggung, seorang perempuan yang mengaku sebagai ibu dari “Atena” mengangkat lembaran cetak berisi potret-potret yang ia sebut sebagai “dokumen kejahatan Amerika”. Ia menambahkan, “Mereka wafat di jalan Tuhan.”

Kerumunan kemudian meneriakkan slogan “Mati untuk Amerika”, “Mati untuk Israel”, dan “Tidak ada penyerahan diri”.

Para pelayat membawa bendera Iran dan potret para korban saat berkumpul dalam upacara pemakaman bagi anak-anak yang kehilangan nyawa setelah serangan AS dan Israel.

Ribuan orang, termasuk keluarga korban dan para pejabat, menghadiri upacara tersebut.

Iran Meyakini Serangan Dilakukan oleh AS-Israel

Militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya serangan Israel maupun AS di sekolah tersebut. Bukan kali ini saja Israel membantah telah menyerang sekolah.

Sepanjang genosida di Gaza, Israel telah membantah sejumlah serangan mematikan terhadap warga sipil Palestina, namun kemudian menarik kembali bantahannya setelah bukti muncul, dan menyebut serangan-serangan tersebut sebagai “tidak disengaja”.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Senin (2/3) menuduh AS dan Israel telah membunuh para siswi tersebut.

“Inilah kuburan-kuburan yang digali untuk lebih dari 160 perempuan muda tak bersalah yang tewas dalam pengeboman AS–Israel terhadap sebuah sekolah dasar. Tubuh mereka hancur berkeping-keping,” tulis Araghchi di platform X, disertai gambar liang kubur yang baru digali.

“Inilah seperti apa ‘penyelamatan’ yang dijanjikan Tuan Trump dalam kenyataannya. Dari Gaza hingga Minab, orang-orang tak bersalah dibunuh dengan darah dingin.”

Pemerintah di Teheran menyerukan aksi dan solidaritas internasional setelah sejumlah rumah sakit dan sekolah terdampak serangan udara AS dan Israel di negara itu, sementara Iran terus meluncurkan rudal dan drone ke berbagai wilayah di kawasan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin mengatakan bahwa kedua negara tersebut “terus menyerang kawasan permukiman secara membabi buta, tanpa menyisakan rumah sakit, sekolah, fasilitas Bulan Sabit Merah, maupun situs budaya”.

AS Bantah Mengetahui Ada Serangan di Sekolah

Insiden tersebut dikecam oleh badan kebudayaan dan pendidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO, serta aktivis pendidikan peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai.

Juru bicara Ravina Shamdasani mengatakan bahwa kantor Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Turk, belum memiliki cukup informasi untuk menentukan apakah serangan itu merupakan kejahatan perang.

“Ini benar-benar mengerikan,” ujar Shamdasani, seraya menambahkan bahwa gambar-gambar yang beredar di media sosial menangkap “esensi kehancuran, keputusasaan, serta kebiadaban dan kekejaman konflik ini”.

Menyerang secara sengaja institusi pendidikan, rumah sakit, atau struktur sipil lainnya merupakan kejahatan perang menurut hukum humaniter internasional.

“Departemen Pertahanan akan menyelidikinya jika itu adalah serangan kami, dan saya sarankan Anda mengajukan pertanyaan tersebut kepada mereka,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan pada Senin ketika ditanya mengenai insiden tersebut.

“Amerika Serikat tidak akan secara sengaja menargetkan sekolah,” klaimnya.

Selama akhir pekan, Komando Pusat AS mengatakan kepada sejumlah media bahwa pihaknya “sedang menelaah” laporan mengenai “korban sipil akibat operasi militer yang sedang berlangsung," demikian dikutip Aljazeera.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra