tirto.id - Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh. Berbagai tantangan dalam proses pemulihan diatasi melalui kolaborasi dengan sejumlah kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat agar pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kepala Posko Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Wilayah Aceh, Safrizal ZA, mengatakan skala bencana yang luas menjadikan rehabilitasi dan rekonstruksi perlu dilakukan secara serentak. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi yang matang, terutama dalam pengadaan barang dan jasa serta penyediaan tenaga kerja, peralatan, hingga material konstruksi.
"Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi secara serentak menjadi tantangan baru dalam upaya pemulihan. Kesiapan harus benar-benar dikoordinasikan," kata Safrizal.
Ia menjelaskan, kebutuhan material menjadi salah satu fokus utama. Sebagai contoh, pembangunan sekitar 28 ribu unit rumah memerlukan setidaknya 110 ribu meter kubik bahan baku untuk pembuatan dinding. Sementara itu, ketersediaan bahan baku di daerah lokasi pembangunan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Karena itu, pemerintah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyedia bahan baku di daerah tetangga, untuk memastikan suplai material tetap terjaga sehingga pembangunan tidak mengalami hambatan.
Selain koordinasi antarinstansi, Safrizal menegaskan pentingnya membangun komunikasi dengan masyarakat setempat. Pasalnya, sejumlah lokasi proyek rehabilitasi dan rekonstruksi berada di kawasan yang berbatasan atau bersinggungan dengan lahan maupun properti milik warga.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh. Dengan koordinasi yang kuat, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan dapat berjalan lancar sehingga masyarakat terdampak segera kembali memperoleh hunian dan fasilitas yang layak.
tirto.id merupakan salah satu media di Indonesia yang telah tersertifikasi IFCN (International Fact Checking Network).
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































