Menuju konten utama

Rupiah Melemah ke Rp18.099, IHSG Menguat pada 29 Juli 2026

Rupiah melemah ke Rp18.099 per dolar AS pada 29 Juli 2026. Di sisi lain, IHSG dibuka menguat 0,17 persen ke level 6.141,16.

Rupiah Melemah ke Rp18.099, IHSG Menguat pada 29 Juli 2026
Warga menunjukan uang di kawasan Jagakarsa, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp10.415,9 triliun atau tumbuh sebesar 10,8 persen secara tahunan (yoy) yang dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tren pelemahan pada perdagangan hari ini, Rabu (29/7/2026) menjadi Rp18.099 per dolar AS. IHSG justru mulai menunjukkan rebound dengan dibuka menguat.

Pada penutupan perdagangan Selasa (28/7), rupiah melemah 74 poin atau 0,41 persen ke level Rp18.083 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.009 per dolar AS. Pelemahan tersebut berlanjut pada Rabu pagi, ketika rupiah kembali turun 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp18.099 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh ekspektasi pasar bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan yang berlangsung pada Rabu (29/7).

Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas suku bunga tetap dipertahankan mencapai sekitar 62 persen. Meski demikian, prospek kebijakan moneter AS dinilai masih fluktuatif di tengah ketidakpastian global, termasuk perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Selain menantikan keputusan suku bunga, pelaku pasar juga mencermati pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang dalam beberapa kesempatan sebelumnya menyampaikan pandangan cenderung hawkish atau mendukung kebijakan moneter yang ketat demi menjaga inflasi tetap terkendali.

Warsh menegaskan komitmen Federal Open Market Committee (FOMC) dalam menjaga stabilitas harga serta mengumumkan peninjauan menyeluruh terhadap operasional The Fed melalui pembentukan lima gugus tugas yang akan mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari strategi komunikasi hingga kerangka kebijakan pencapaian sasaran inflasi.

Selain itu, Ibrahim menilai pasar juga sempat merespons negatif pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia. Menurutnya, pergantian kepemimpinan bank sentral di tengah pelemahan rupiah, arus keluar modal asing (capital outflow), serta potensi kenaikan suku bunga global sempat meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.

“Namun, penunjukan Destry Damayanti memberi optimisme pasar akan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan,” ungkap Ibrahim dikutip Antara News, Selasa (28/7/2026).

Bank Indonesia sendiri menegaskan tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai salah satu prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam,” kata Direktur Eksekutif Senior, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dikutip Antara News, Rabu (29/7/2026).

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.141,16 Hari Ini 29 Juli

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan Rabu pagi di zona hijau setelah sempat mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. IHSG dibuka menguat 10,57 poin atau 0,17 persen ke level 6.141,16, naik dari posisi penutupan Selasa di 6.130,59.

Indeks LQ45, yang berisi 45 saham berkapitalisasi besar dan paling likuid di BEI, juga bergerak positif dengan kenaikan 0,45 poin atau 0,07 persen ke level 608,48.

Pada perdagangan pagi, sejumlah saham unggulan dalam indeks LQ45 mencatatkan penguatan yang cukup signifikan. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menjadi saham dengan kenaikan terbesar setelah menguat 2,48 persen, diikuti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 2,24 persen, serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang menguat 2 persen.

Di sisi lain, beberapa saham masih berada di zona merah, dengan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi saham yang terkoreksi paling dalam setelah turun 1,75 persen, disusul PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang melemah 0,48 persen, dan PT Indosat Tbk (ISAT) yang turun 0,26 persen.

Penguatan pada awal perdagangan tersebut terjadi setelah IHSG pada Selasa sore ditutup melemah 55,19 poin atau 0,89 persen ke posisi 6.130,59. Selama perdagangan Selasa, IHSG dibuka di zona merah dan terus bertahan di wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama maupun sesi kedua.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menjelaskan bahwa pelemahan IHSG dipengaruhi oleh tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus mengalami depresiasi. Menurutnya, investor memilih bersikap wait and see sambil menunggu kepastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat melalui hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

"IHSG berlanjut melemah di tengah tekanan depresiasi Rupiah,” ujar Ratna Lim dikutip Antara News Selasa (28/7/2026).

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak dunia yang kembali mengalami koreksi setelah muncul laporan mengenai pembicaraan antara Iran, Arab Saudi, dan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz. Meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah.

Pergantian kepemimpinan di tubuh BI juga diperkirakan menjadi salah satu faktor dalam pelemahan IHSG sebelumnya.

"Investor masih bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif berikutnya yang dinilai dapat berpengaruh terhadap kebijakan bank sentral ke depannya," tambah Ratna.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra