Menuju konten utama

Rupiah Melemah ke Level Rp17.812 per Dolar AS Pagi Ini

Pelemahan rupiah disebut berasal dari menurunnya kepercayaan terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. Simak selengkapnya.

Rupiah Melemah ke Level Rp17.812 per Dolar AS Pagi Ini
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/5/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah menyentuh level Rp17.812 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (27/5/2026) pukul 10.18 WIB. Mengutip dari Bloomberg, rupiah melemah sebesar 17 poin atau 0,10 persen dari level Rp17.795 pada penutupan hari sebelumnya, Selasa (26/5/2026).

Sementara itu, pergerakan mata uang kawasan Asia terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini.

Yen Jepang (JPY), terpantau mengalami penguatan 0,06 persen, dolar Hongkong (HKD) menguat 0,01 persen, dolar Singapura (SGD) 0,05 persen, dan dolar Taiwan (TWD) menguat 0,11 persen.

Selanjutnya, Won Korea (KRW) menguat 0,49 persen, Peso Filipina (PHP) menguat 0,03 persen, Rupee India (INR) [melemah 0,48 persen, Yen Cina (CNY) menguat 0,08 persen, Ringgit Malaysia (MYR) stagnan, dan Bath Thailand (THB) menguat 0,23 persen.

Sementara itu, pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh situasi geopolitik di Timur Tengah. Sebelumnya, Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan baru ke lokasi peluncuran rudal serta kapal penebar ranjau di wilayah selatan Iran.

Ibrahim menilai bahwa setiap aksi militer baru semacam itu dapat menghambat proses negosiasi perdamaian antara AS dan Iran yang tengah berlangsung.

Dari faktor domestik, pelemahan rupiah disebut berasal dari menurunnya kepercayaan terhadap kondisi ekonomi dalam negeri, serta adanya risiko ekonomi dari tingginya biaya produksi perusahaan, terutama yang bergantung pada bahan baku impor, yang berpotensi memicu peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Dalam satu bulan terakhir, lonjakan PHK cukup signifikan. Kondisi ini mulai berdampak pada sejumlah perusahaan yang melakukan efisiensi hingga menghentikan kegiatan operasionalnya," ujar Ibrahim dalam keterangannya.

Baca juga artikel terkait NILAI TUKAR RUPIAH atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Anggun P Situmorang