Menuju konten utama

Rupiah Melemah, BI: Faktor Global yang Penuh Ketidakpastian

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan menurun 51 poin atau 0,31 persen.

Rupiah Melemah, BI: Faktor Global yang Penuh Ketidakpastian
Gedung Bank Indonesia di Solo. Flickr/Aditya Darmasurya

tirto.id - Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan menurun 51 poin atau 0,31 persen ke level Rp16.618 per dolar AS. Data tersebut dikutip dari data Bloomberg pada Selasa (25/3/2025).

Direktur Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Fitra Jusdiman, menilai pelemahan tersebut terjadi lantaran adanya ketidakpastian global yang masih tinggi, seperti kebijakan tarif AS hingga gejolak geopolitik.

“Kami melihat terutama memang karena faktor global yang masih penuh dengan ketidakpastian. Baik terkait kebijakan tarif Trump dan dampaknya ke negara lain, arah kebijakan the Fed yang berpotensi lebih hawkish, dan gejolak geopolitik yang masih terus memanas. Hal ini membuat USD kembali menguat terhadap sebagian besar mata uang lain dan yield UST kembali meningkat,” kata Fitra kepada Tirto melalui pesan singkat, Selasa.

Selain faktor global, Fitra juga melihat adanya tekanan kebutuhan valas dalam negeri. “Selain itu memang juga ada kebutuhan valas dari korporasi dan untuk pembayaran/repatriasi dividen menjelang libur Lebaran nanti,” tutur Fitra.

Fitra memastikan BI terus memantau dengan aktif dalam melakukan intervensi di tiga lini, yaitu pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN).

“BI terus memantau dan berada di pasar dengan melakukan berbagai langkah stabilisasi, antara lain melalui triple intervention (spot, DNDF, dan SBN) secara secara bold dan terukur untuk memastikan stabilitas nilai tukar dan keseimbangan demand/supply valas, sehingga dapat menjaga market confidence,” tutup Fitra.

Baca juga artikel terkait BANK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama