tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke level Rp16.863 pada perdagangan hari ini, Selasa (10/3/2026). Rupiah terapresiasi sebesar 86 poin atau 0,51 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp16.949.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, berujar menilai, penguatan rupiah didukung oleh kecukupan cadangan devisa yang disebut Bank Indonesia mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Ke depannya sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing. Optismisme itu bersandar kepada persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik," ujar dia.
Selain itu, faktor eksternal juga turut menjadi salah satu pendorong penguatan rupiah pada hari ini. Menurut Ibrahim, panggilan telepon Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait perang di Iran telah meredekan kekhawatiran atas peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Di samping itu, harga minyak juga diprediksi akan kembali melandai dengan Trump mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Rusia, dan melepaskan cadangan minyak mentah darurat sebagai bagian dari serangkaian opsi yang bertujuan untuk menekan lonjakan harga minyak global.
"Negara-negara G7 mengatakan mereka siap untuk menerapkan langkah-langkah yang diperlukan sebagai respons terhadap melonjaknya harga minyak global, tetapi tidak sampai berkomitmen untuk melepaskan cadangan darurat," tutur Ibrahim.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































