tirto.id - Tes Kompetensi Akademik (TKA) SD dijadwalkan berlangsung pada 20-30 April 2026. Persiapan untuk menghadapi TKA dapat diupayakan sejak saat ini.
Mata pelajaran wajib yang diujikan dalam TKA adalah Matematika dan Bahasa Indonesia. Dua mata pelajaran ini perlu dipahami baik-baik oleh siswa agar mendapatkan hasil TKA yang memuaskan.
Pelaksanaan TKA sendiri didorong oleh kebutuhan pelaporan capaian akademik individu siswa dari penilaian yang terstandar. Hasil TKA dapat dimanfaatkan siswa untuk menjadi acuan nilai ketika akan mendaftarkan diri pada jenjang sekolah yang lebih tinggi.
TKA jenjang SD dan SMP bersinergi dengan Asesmen Nasional (AN) yang memiliki karakteristik dan pendekatan penilaian disesuaikan tahap perkembangan peserta didik. Rancangan TKA mempunyai tiga fungsi utama.
Tiga fungsi utama TKA, antara lain: assessment of learning untuk memotret capaian, assessment for learning sebagai dasar perbaikan pembelajaran, serta assessment as learning yang menjadi bagian dari sistem penilaian komprehensif pendidikan.
Ringkasan Materi TKA Bahasa Indonesia SD

Ringkasan materi TKA Bahasa Indonesia SD diperlukan sebagai referensi belajar. Melalui ringkasan materi, siswa SD akan lebih mudah mempelajari materi secara terstruktur dan terarah.
Fokus TKA Bahasa Indonesia SD/MI/sederajat ditujukan pada keterampilan berbahasa, yakni membaca. Aspek membaca dipilih sebagai fokus karena merupakan keterampilan yang menjadi fondasi untuk terus belajar dan bekerja pada era teknologi yang berubah dan berkembang sangat cepat.
Berikut ringkasan materi TKA Bahasa Indonesia SD:
Keterampilan membaca diujikan pada dua jenis teks, yakni teks informasi dan teks fiksi. Penjelasan teks informasi dan teks fiksi, sebagai berikut:
- Teks informasi merupakan teks yang berisi fakta sederhana dari berbagai bidang atau topik serta berskala lokal dan nasional.
- Teks fiksi merupakan cerita rekaan yang dapat berupa fantasi atau faktual (sejarah/biografi) dengan latar cerita konkret, tokoh berkarakter datar, konflik tunggal dengan penyelesaian tertutup, alur maju, dan sudut pandang orang pertama.
- Karakteristik kosakata: kata dasar, kata berimbuhan, kata konkret, dominan makna denotatif, makna konotatif konteks terbatas.
- Karakteristik kalimat: jumlah kata 3–7 per kalimat, pola kalimat dasar SPOK, struktur bahasa tulis bercampur bahasa lisan terbatas.
- Karakteristik wacana: kohesi pengacuan/referensi, konjungsi antarparagraf penambahan/penjelasan; panjang teks 150–200 kata (kecuali teks puisi).
Ringkasan Materi TKA Bahasa Indonesia SD
Contoh Soal dan Pembahasan
Contoh soal dan pembahasan TKA Bahasa Indonesia SD dapat dipelajari dengan baik sebagai persiapan menjelang pelaksanaan TKA. Berikut penjelasan contoh soal dan pembahasan:
1. Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal!
Petualangan Kiki dan Burung Kecil
Pagi itu, Kiki berjalan-jalan di taman dekat rumahnya. Udara segar dan embun pagi membuat suasana sangat sejuk. Tiba-tiba, ia mendengar suara lemah dari balik semak-semak. “Cit… cit…” suara itu terdengar sangat kecil dan menyedihkan.
Kiki menghampiri semak tersebut dengan hati-hati. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan seekor burung kecil yang sayapnya terluka. Burung itu tidak bisa terbang dan terlihat sangat ketakutan. Mata burung kecil itu memandang Kiki dengan tatapan memohon bantuan.
“Kasihan sekali burung kecil ini,” gumam Kiki dalam hati. Ia segera mengambil sapu tangannya dan dengan lembut membungkus burung kecil itu. Kiki membawa burung tersebut pulang ke rumah.
Di rumah, Kiki menceritakan kejadian itu kepada ayahnya. Ayah Kiki tersenyum bangga melihat kepedulian anaknya. “Kiki, kamu memiliki hati yang baik. Mari kita rawat burung ini bersama-sama,” kata ayahnya.
Mereka membersihkan luka di sayap burung kecil itu dengan air hangat. Kemudian, ayah Kiki mengoleskan obat luka secara perlahan. Burung kecil itu tampak semakin tenang karena merasa aman di tangan mereka. Kiki membuatkan kandang sementara dari kotak kardus bekas dan memberikan makanan berupa biji-bijian kecil.
Setiap hari, Kiki merawat burung kecil itu dengan penuh kasih sayang. Ia memberi makan, mengganti air minum, dan membersihkan kandangnya. Perlahan-lahan, sayap burung itu sembuh. Setelah satu minggu, burung kecil itu sudah bisa mengepakkan sayapnya dengan baik.
“Sepertinya burung kecil ini sudah siap untuk kembali ke alam bebas,” kata ayah Kiki suatu pagi. Meskipun Kiki sedih harus berpisah, ia tahu bahwa tempat terbaik bagi burung adalah di alam bebas bersama teman-temannya.
Di taman yang sama tempat mereka pertama kali bertemu, Kiki melepaskan burung kecil itu. Burung tersebut terbang mengitari Kiki beberapa kali seolah mengucapkan terima kasih, kemudian terbang tinggi ke langit biru. Kiki tersenyum bahagia karena telah membantu makhluk kecil yang membutuhkan pertolongan.
Urutan perawatan burung kecil yang dilakukan Kiki dan ayahnya adalah ….
A. Memberi makan → membersihkan luka → mengoleskan obat → membuat kandang
B. Membersihkan luka → mengoleskan obat → membuat kandang → memberi makan
C. Mengoleskan obat → membersihkan luka → memberi makan → membuat kandang
D. Membuat kandang → memberi makan → membersihkan luka → mengoleskan obat
Jawaban: B
2. Bacaan untuk soal nomor 2-4
Hewan Pemakan Daun, Apa Itu?
Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.
Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.
Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.
Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup.
Sumber: https://bobo.grid.id/read/084266052/bukan-herbivora-inilah-sebutan-untuk-hewan-pemakan-daun-tanaman?page=all (dengan penyesuaian)
Apa saja contoh hewan folivora berdasarkan informasi tersebut?
A. Sapi
B. Koala
C. Panda
D. Buaya
Jawaban: B
3. Apa gagasan utama yang disampaikan pada paragraf ketiga teks tersebut?
A. Jenis daun yang cocok untuk hewan folivora.
B. Pembagian hewan berdasarkan makanan mereka.
C. Cara khusus tubuh hewan folivora mencerna daun.
D. Peranan penting hutan bagi kehidupan hewan folivora.
Jawaban: C
4. Bagan mana yang sesuai untuk menggambarkan informasi pada teks tersebut?
A. Tiga Kelompok Utama Hewan Folivora -> Pengertian Hewan Folivora -> Contoh Hewan Folivora -> Cara Hewan Folivora Mencerna Daun
B. Tiga Kelompok Utama Hewan Folivora -> Contoh Hewan Folivora ->Pengertian Hewan Folivora ->Cara Hewan Folivora Mencerna Daun
C. Tiga Kelompok Utama Hewan Folivora -> Contoh Hewan Folivora ->Pengertian Hewan Folivora -> Cara Hewan Folivora Mencerna Daun
D. Tiga Kelompok Utama Hewan Folivora -> Pengertian Hewan Folivora -> Cara Hewan Folivora Mencerna Daun -> Contoh Hewan Folivora
Jawaban: D
Bacaan untuk soal nomor 5-7:
Angsa Bertelur Emas
Suatu hari, seorang petani membawa seekor angsa pulang ke rumahnya. Esoknya, angsa itu mengeluarkan telur emas.
"Angsa ajaib," kata petani. la segera membawa telur emas itu ke pedagang emas di pasar untuk mengetahui apakah telur itu benar-benar emas.
"Ini emas murni," kata pedagang emas. Pedagang membeli emas itu dengan uang yang banyak.
Sejak saat itu, angsa setiap hari mengeluarkan telur emas. Kini, petani telah memiliki selusin telur emas. Tapi, ia masih belum puas.
"Aku akan kaya raya. Tapi, aku ingin angsa mengeluarkan Iebih dari satu telur emas setiap hari agar aku cepat kaya," kata petani.
Setelah angsa mengeluarkan telur emas yang banyak dalam sehari, petani masih belum puas juga.
"Angsa itu mengeluarkan banyak telur emas. Aku tidak akan menunggu besok. Aku ingin cepat kaya. Aku akan menyembelih angsa itu dan mengambil seluruh emas dalam tubuhnya," pikir petani.
Petani menyembelih angsa, tapi ia sangat kaget. la tidak menemukan satu telur emas pun dalam tubuh angsa. Kini, ia hanya bisa menyesal.
5. Apa watak tokoh utama dalam cerita di atas?
A. berani
B. sombong
C. serakah
D. pembangkang
Jawaban: C
6. Apa peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan akhir cerita di atas?
A. Makan buah simalakama
B. Ada udang di balik batu
C. Seperti katak dalam tempurung
D. Nasi sudah menjadi bubur
Jawaban: D
7. Manakah pernyataan yang sesuai dengan cerita di atas?
A. Petani mendapatkan banyak uang dari hasil penjualan angsa emas.
B. Angsa pernah menghasilkan lebih dari satu butir telur emas dalam sehari.
C. Keinginan menjadi kaya raya dengan cepat membuat petani menyesal
D. Angsa tidak pernah menghasilkan lebih dari satu butir telur emas dalam sehari.
Jawaban: B
Bacaan untuk soal nomor 8-10
Danau untuk Semua
Di hutan ada sebuah danau tempat semua binatang minum. Suatu pagi, air danau menjadi kotor karena Rino si badak berendam di dalamnya. Binatang-binatang lain jadi tidak bisa minum. Namun, mereka takut menegur Rino karena badannya besar dan bercula. Mereka diam seribu bahasa. Rino malah merasa bangga karena jadi pusat perhatian.
Esoknya, Rino masih berendam. Binatang-binatang makin kehausan.
"Aduh, bagaimana ini?" ujar Bani si kelinci. Hewan lain juga mulai gelisah.
Binatang-binatang hutan pun berkumpul dan bermusyawarah. Hari si harimau mengusulkan agar meminta bantuan Ucil si kancil.
"Setuju!!" semua binatang berteriak antusias.
Ucil menemui Rino.
"Selamat siang. Maaf mengganggu Tuan. Ada kabar penting." kata Ucil dengan lembut. Rino segera bangun. la merasa tersanjung dengan ucapan Ucil.
"Kabar penting? Cepat bicara!" kata Rino.
"Hamba kasihan kepada Tuan. Badan besar berendam di danau kecil. Tidak pantas, Tuan. Oh ya, ada makhluk yang menutup jalan air supaya tidak mengalir. Sayang, makhluk itu tidak kelihatan oleh mata kita, dia makhluk gaib," lanjut Ucil.
Rino mengerutkan dahinya.
"Percayalah, Tuan," bujuk Ucil.
Rino segera berjalan menuju pohon nangka. la pun mengawasi pohon itu selama setengah hari. Sementara itu, binatang yang lain bergantian datang untuk minum air danau.
Rino selesai mengawasi pohon nangka. la kembali menuju danau. Sementara, binatang lainnya sudah meninggalkan danau. Mereka sudah tidak haus lagi.
8. Siapa yang memiliki usul untuk meminta bantuan hewan yang cerdik?
A. Bani
B. Ucil
C. Rino
D. Hari
Jawaban: D
9. "Mereka diam seribu bahasa."
Apa arti "diam seribu bahasa" pada teks fabel tersebut?
A. Para binatang di hutan tidak mampu melakukan sesuatu.
B. Semua binatang di hutan menahan untuk tidak berkomentar.
C. Penghuni hutan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.
D. Binatang-binatang di hutan tidak mengetahui masalah yang terjadi.
Jawaban: B
10. Apa contoh peristiwa yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan kejadian yang dialami Ucil pada cerita tersebut?
Tentukan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan berikut!
A. Tita memberi ide cemerlang yang dapat dilakukan oleh teman-teman di kelas. (Sesuai/Tidak Sesuai)
B. Jani menghargai kepercayaan yang diberikan teman-teman sekelas kepada dirinya. (Sesuai/Tidak Sesuai)
C. Nina bertanggung jawab dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya. (Sesuai/Tidak Sesuai)
D. Tita bertanggung jawab menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya. (Sesuai/Tidak Sesuai)
Jawaban: A
Informasi rangkuman TKA Bahasa Indonesia SD dan contoh soal bisa dipelajari untuk menghadapi TKA. Siswa dapat mempelajari materi TKA Bahasa Indonesia, baik di sekolah maupun di rumah.
Simak serba-serbi informasi TKA berikut:
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Elisabet Murni P
Masuk tirto.id

































