Menuju konten utama

Ringkasan Cerita Sejarah Legenda Nyi Roro Kidul & Asal-Usulnya

Simak ringkasan cerita sejarah legenda Nyi Roro Kidul berikut ini. Pelajari asal-usulnya dan jenis kepercayaan apa yang ada hubungannya dengan legenda ini.

Ringkasan Cerita Sejarah Legenda Nyi Roro Kidul & Asal-Usulnya
Seorang pengunjung mengamati lukisan bergambar Ratu Kidul, karya pelukis Basuki Bawono, pada pameran lukisan bertema "Mulat Sariro" (mawas diri), di Pendapa Taman Sriwedari Solo, Jateng, Senin (21/9).

tirto.id - Indonesia kaya akan legenda dan mitos yang tersebar di berbagai daerah, salah satunya adalah legenda Nyi Roro Kidul. Legenda tersebut biasanya terbalut dalam cerita rakyat yang lahir di tengah masyarakat dan masih diyakini hingga kini.

Legenda Nyi Roro Kidul, adalah salah satu cerita rakyat paling populer dan kental akan hal mistis, khususnya di wilayah Jawa dan Sunda. Sosok yang dikenal sebagai penguasa Pantai Selatan ini sering dihubungkan dengan berbagai mitos, kepercayaan, hingga ritual yang masih dilakukan sampai saat ini.

Masyarakat yang meyakini dan melakukan ritual mungkin sudah paham betul tentang kisah legenda Nyi Roro Kidul. Namun, masih banyak masyarakat awam yang mempertanyakan “Nyi Roro Kidul itu sebenarnya siapa sih?” dan pertanyaan lain seperti “Apakah cerita Nyi Roro Kidul itu legenda?” atau “Apakah Nyi Roro Kidul kisah nyata?”

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, artikel ini akan membahas sejarah dan asal-usul cerita legenda Nyi Roro Kidul secara lengkap, mulai dari akar mitologi, jenis-jenis kepercayaan yang berkembang, hingga peran pentingnya dalam budaya Jawa dan Sunda.

Nyi Roro Kidul
Nyi Roro Kidul. wikimeidacommons/Gunawan Kartapranata

Sejarah dan Asal-Usul Nyi Roro Kidul

Nyi Roro Kidul cerita rakyat sudah melegenda secara turun-temurun di tengah masyarakat. Menceritakan tentang apa Nyi Roro Kidul? Cerita legenda Nyi Roro Kidul, singkatnya tentang seorang putri cantik dari kerajaan, yang pada akhirnya diusir dan menjadi penguasa alam gaib.

Terdapat berbagai versi dari sejumlah sumber literatur yang menceritakan tentang legenda Nyi Roro Kidul. Salah satu sumber cerita rakyat Nyi Roro Kidul menyebutkan, ia adalah anak dari Prabu Siliwangi Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Sementara, versi lainnya meyakini bahwa Nyi Roro Kidul adalah adaptasi dari Dewi Laut dalam kepercayaan Jawa Kuno sebelum Islam masuk. Ia sering disamakan dengan Dewi Sri (dewi kesuburan) atau Ratu Laut Kidul dalam mitologi Hindu-Buddha.

Berdasarkan buku berjudul Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Terpopuler karya Lia Nuralia dan Lim Imadudin, diketahui Nyi Roro Kidul dulunya bernama Putri Kandita. Anak dari Raja Prabu Siliwangi dan permaisurinya yang paling disayang, Kinasih, di Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Kecantikan paras Putri Kandita menimbulkan kecemburuan di antara selir dan putra-putri raja lainnya. Hingga akhirnya mereka bersekongkol dengan membuat Kinasih dan Putri Kandita terserang penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Setelah dikucilkan karena penyakit kulitnya, Putri Kandita dan permaisuri diusir dari istana atas perintah Prabu Sliwangi. Mereka melakukan perjalanan ke arah selatan dan megikuti aliran sungai ke arah hulu.

Putri Kandita tiba di sebuah tempat dengan beberapa mata air, ia memutuskan untuk menetap di dekat sumber air panas. Dalam kesendiriannya, Putri Kandita berendam dan melatih olah kanuragan hingga penyakitnya berangsur sembuh.

Setelah sembuh, Putri Kandita melakukan perjalanan lagi ke hilir sungai dan memutuskan untuk bermukim di wilayah tepi laut sebelah selatan Pakuan Pajajaran. Selama menetap di sana, Putri Kandita dikenal sebagai wanita cantik dan digdaya hingga membuat banyak pangeran ingin mempersuntingnya.

Menghadapi para pangeran tersebut, Putri Kandita mengajukan syarat, barang siapa yang ingin mempersuntingnya, harus sanggup mengalahkan kesaktiannya dan bertempur dengan gelombang laut di pantai selatan pulau Jawa.

Akan tetapi jika mereka kalah, para pangeran itu harus tunduk dan menjadi pengiringnya. Pertempuran itu sering terjadi di wilayah teluk Pantai Selatan. Karena Putri Kandita selalu berhasil menaklukkan gelombang laut Pantai Selatan, ia pun mendapat gelar Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul yang artinya Ratu Penguasa Pantai Selatan.

Di sisi lain, legenda Nyi Roro Kidul juga erat kaitannya dengan Panembahan Senopati dari Kerajaan Mataram. Dikutip dari buku berjudul Hitam Putih Jawa Sunda oleh Muhammad Muhibbudin, Panembahan Senopati diminta untuk melakukan perjalanan ke Laut Selatan dan bertapa di sana.

Senopati kemudian pergi ke Laut Selatan dengan cara menghanyutkan diri dari Kali Opak. Sesampainya di Laut Selatan, tepatnya di Sawangan, Panembahan Senopati melakukan meditasi hingga terjadi prahara ombak dan badai besar.

Karena hal tersebut, Nyi Roro Kidul muncul ke permukaan laut, dan meminta Panembahan Senopati menghentikan meditasinya. Ternyata, Senopati terpikat dengan kecantikan Nyi Roro Kidul dan justru mengikutinya untuk masuk ke istana di dalam laut.

Panembahan Senopati berkasih-kasihan dengan Sang Ratu, seraya meminta diberi petunjuk tentang ilmu menjadi raja. Selama tiga hari tiga malam, keluarlah Senopati dari samudera untuk menuju Mataram kembali.

Ketika keluar dari samudera, Senopati bertemu dengan Sunan Kalijaga, bersujudlah ia untuk menghormati Sang Sunan. Sunan Kalijaga memberi nasihat agar Panembahan Senopati tidak takabur dan mengandalkan kesaktian yang diberikan Nyi Roro Kidul.

Pantai Pelabuhan Ratu

Pantai Pelabuhan Ratu. FOTO/Wikicommon

Jenis-Jenis Kepercayaan yang Ada Kaitannya dengan Legenda Nyi Roro Kidul

Kisah legenda Nyi Roro Kidul melahirkan berbagai kepercayaan di masyarakat yang masih berkembang hingga saat ini, terutama di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa. Beberapa ritual, tradisi, hingga larangan yang masih berkembang di antaranya :

1. Penguasa Laut Selatan

Nyi Roro Kidul dipercaya sebagai penguasa Laut Selatan yang memimpin pasukan gaib dan memiliki istana megah di kedalaman laut. Banyak nelayan yang meyakini untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum melaut agar terhindar dari marabahaya.

2. Larangan Memakai Baju Warna Hijau

Salah satu kepercayaan paling terkenal yang muncul dari Legenda Nyi Roro Kidul adalah larangan memakai baju berwarna hijau ketika mengunjungi Pantai Selatan. Konon, hijau adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul, sehingga barang siapa yang memakainya akan “diambil” menjadi pengikutnya.

3. Ritual Labuhan

Ritual labuhan hingga kini masih dilakukan oleh Keraton Yogyakarta dan Surakarta, sebagai bentuk persembahan kepada Nyi Roro Kidul. Tujuannya agar mempererat ikatan spiritual raja dengan penguasa gaib.

Ritual ini biasanya dilakukan dengan melarung sesaji berupa kain, bunga, makanan, dan barang-barang simbolis ke Laut Selatan.

4. Mitos Penampakan dan Hilangnya Orang

Beberapa wisatawan yang berkunjung ke Pantai Selatan menyebutkan melihat penampakan sosok perempuan cantik berpakaian tradisional hijau di tepi pantai yang diyakini sebagai Nyi Roro Kidul. Selain itu, cerita tentang orang-orang yang hilang secara misterius di Pantai Selatan juga sering dikaitkan dengan ulah Sang Ratu karena para korban memakai pakaian tertentu atau melanggar adat.

5. Hubungannya dengan Raja-Raja Jawa

Nyi Roro Kidul dalam legenda seringkali disebut sebagai permaisuri gaib bagi raja-raja di Pulau Jawa. Selain memiliki hubungan dengan Panembahan Senopati, Nyi Roro Kidul juga dipercaya sebagai istri Sultan Yogyakarta dan memberi nasihat kepadanya mengenai berbagai masalah spiritual serta keduniaan.

Kaitan Nyi Roro Kidul dengan Mitologi

Nyi Roro Kidul bukan hanya legenda yang populer di masyarakat. Sosok ini juga memiliki akar kuat dengan mitologi Jawa dan Sunda. Keberadaannya menyatu dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat, khususnya wilayah pesisir.

1. Mitologi Jawa

Melalui buku berjudul Kanjeng Ratu Kidul dalam Perspektif Islam karya Muhammad Solikhin, disebutkan bahwa masyarakat Jawa mempercayai Nyi Roro Kidul sebagai poros utama dari “poros segitiga emas alam halus” yakni Laut Selatan, Gunung Merapi, dan Gunung Lawu.

Ratu Kidul terkenal dalam mitologi Jawa sebagai pemilik istana di bawah samudera yang dijaga oleh barisan makhluk halus dan memiliki hubungan spiritual langsung dengan Keraton Mataram, khususnya Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.

Melalui perjanjiannya dengan Panembahan Senopati sebagai pendiri Kerajaan Mataram Islam, Nyi Roro Kidul dianggap menjadi pelindung gaib kerajaan yang akan membantu raja selama tetap menjaga keselarasan dan spiritualitas kerajaan.

Sehingga dalam cerita rakyat Bahasa Jawa Nyi Roro Kidul, banyak disebutkan bahwa sosok ini merupakan salah satu tokoh yang dimuliakan dan paling berkuasa dalam praktik meditasi, tirakat, dan tapa brata. Tempat suci yang dianggap dapat digunakan untuk bertemu Nyi Roro Kidul yakni di Pantai Parangtritis dan Keraton Yogyakarta.

2. Mitologi Sunda

Dalam mitologi Sunda, Nyi Roro Kidul dianggap sebagai Dewi Laut Selatan yang menjaga keseimbangan alam melalui kisah Putri Kandita, anak Raja Pajajaran. Masyarakat Sunda menganggap Laut Selatan sebagai wilayah sakral yang memiliki kekuatan mistis tertinggi.

Masyarakat di pesisir Pantai Pelabuhan Ratu hingga kini masih memberikan persembahan pada Nyi Roro Kidul, dan melakukan ritual sebagai bentuk penghormatan, dan permohonan keselamatan. Sementara itu, dalam tradisi Sunda Wiwitan, Nyi Roro Kidul diyakini memiliki hubungan dengan Eyang Suryakencana, tokoh spiritual Sunda yang menguasai gunung dan laut.

Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis Bantul. foto/istockphoto

Saking populernya legenda Nyi Roro Kidul, cerita ini tidak hanya terkemas dalam Bahasa Jawa atau Bahasa Indonesia. Legenda Nyi Roro Kidul Bahasa Inggris juga banyak dibaca para pakar dunia untuk penelitian budaya, antropologi, dan studi sastra. Melalui kisah legenda Nyi Roro Kidul, dapat diketahui juga bagaimana mitos dapat membentuk identitas budaya baru suatu masyarakat.

Baca juga artikel terkait CERITA RAKYAT atau tulisan lainnya dari Nirmala Eka Maharani

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nirmala Eka Maharani
Penulis: Nirmala Eka Maharani
Editor: Lucia Dianawuri