Menuju konten utama

Legenda Candi Prambanan & Hubungannya dengan Roro Jonggrang

Bagaimana legenda Candi Prambanan dan hubungannya dengan Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Legenda Candi Prambanan & Hubungannya dengan Roro Jonggrang
Wisatawan mancanegara berjalan di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (2/10/2024).ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wpa.

tirto.id - Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang berlokasi di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan Candi Prambanan dibagi menjadi dua wilayah, yakni termasuk dalam wilayah Sleman dan termasuk dalam wilayah Klaten.

Kisah tentang Candi Prambanan menjadi simbol kejayaan peradaban Hindu di Tanah Jawa. Selain itu, cerita legenda Candi Prambanan juga menyimpan kisah legendaris yang diwariskan secara turun temurun.

Legenda Candi Prambanan berkaitan erat dengan kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Kisah tentangnya dikenal luas oleh masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Candi yang berkaitan dengan kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso adalah Candi Sewu yang lokasinya berada di kompleks Candi Prambanan. Sentral ceritanya ialah tentang Roro Jonggrang yang menolak lamaran Bandung Bondowoso dengan cara cerdik.

Roro Jonggrang mengajukan syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membuatkan 1.000 candi dalam waktu semalam. Bandung Bondowoso pun menyetujui syarat tersebut.

Apakah ia berhasil membangun 1.000 candi dalam waktu semalam? Lantas, bagaimana legenda Candi Prambanan, dan hubungannya dengan Roro Jonggrang? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Apa Hubungan Candi Prambanan dan Roro Jonggrang?

Roro Jonggrang

Roro Jonggrang. wikimedia commons/free/Gunawan Kartapranata

Hubungan Candi Prambanan dan Roro Jonggrang dapat diamati berdasarkan cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat. Cerita legenda bahasa Jawa Candi Prambanan berkaitan dengan Roro Jonggrang.

Dikisahkan bahwa Roro Jonggrang adalah seorang putri cantik dari Kerajaan Prambanan. Ia merupakan putri dari Raja Baka yang memimpin Kerajaan Prambanan.

Berdasarkan legenda Candi Prambanan, pembangunan candi ini merupakan bentuk pemenuhan syarat yang diajukan oleh Roro Jonggrang kepada Bandung Bondowoso, seorang ksatria sakti yang berasal dari Kerajaan Pengging.

Ia adalah putra mahkota Kerajaan Pengging sekaligus putra dari Prabu Damar Maya (raja dari Kerajaan Pengging). Bandung Bondowoso dikenal memiliki kekuatan sakti mandraguna.

Dikisahkan berlangsung pertempuran antara Kerajaan Prambanan dan Kerajaan Pengging. Pasukan Kerajaan Pengging dipimpin oleh Bandung Bondowoso. Terjadi pertempuran sengit antara kedua kerajaan tersebut.

Singkat cerita, Kerajaan Prambanan dipukul mundur oleh Kerajaan Pengging. Bahkan Raja Kerajaan Prambanan, Raja Baka mati di tangan Bandung Bondowoso.

Pasukan Kerajaan Pengging pun mulai memasuki Kerajaan Prambanan. Begitu mengetahui paras Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso jatuh hati dan ingin memperistri Roro Jonggrang.

Namun, Roro Jonggrang hendak menolak lamaran tersebut secara halus. Roro Jonggrang tahu bahwa Bandung Bondowoso telah membunuh ayahnya, yakni Raja Baka.

Cerita legenda Candi Prambanan diliputi oleh tragedi dan siasat yang berujung pada kutukan terhadap Roro Jonggrang. Berdasarkan cerita, Roro Jonggrang dikutuk menjadi arca ke-1.000.

Perwujudan 1.000 arca ini terdapat dalam Candi Sewu yang berada dalam kompleks Candi Prambanan. Arca wanita ini diyakini sebagai wujud Roro Jonggrang yang dikutuk menjadi batu.

Legenda Candi Prambanan Menceritakan tentang Apa?

Kunjungan wisman tertinggi sejak 2020

Wisatawan mancanegara berjalan di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (2/10/2024).ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wpa.

Menyelami kisah tentang Candi Prambanan tak lengkap rasanya tanpa memahami legenda Candi Prambanan. Berdasarkan cerita, Candi Prambanan mengisahkan cerita antara Bandung Bondowoso, putra dari Raja Pengging dan Roro Jonggrang, putri dari Raja Baka (raja dari Kerajaan Prambanan).

Awal mula Candi Prambanan legenda ini dimulai dari pertempuran sengit antara Kerajaan Pengging dan Kerajaan Prambanan. Pertempuran kedua kerajaan membuat Kerajaan Prambanan kalah dan Raja Baka tewas di tangan Bandung Bondosowo.

Bandung Bondowoso sebagai pemimpin pasukan dari Kerajaan Pengging pun mulai memasuki dan menguasai Kerajaan Prambanan. Saat itulah, ia bertemu dengan Roro Jonggrang dan langsung terpikat akan elok kecantikan paras Roro Jonggrang.

Ia jatuh hati dengan Roro Jonggrang, dan bermaksud meminang Roro Jonggrang. Namun, Roro Jonggrang tahu betul bahwa Bandung Bondowoso telah membunuh ayahnya.

Roro Jonggrang menolak lamaran Bandung Bondowoso secara halus. Ia takut Bandung Bondowoso akan murka dan melukai masyarakat Prambanan.

Meskipun sudah ditolak oleh Roro Jonggrang, tetapi Bandung Bondowoso terus mendesak dan memaksa Roro Jonggrang untuk menerima lamaran darinya. Keadaan ini membuat Roro Jonggrang memikirkan cara untuk menolak lamaran Bandung Bondowoso secara halus.

Roro Jonggrang pun menemukan cara cerdik untuk menolak lamaran Bandung Bondowoso. Ia mengajukan syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membuat 1.000 candi dalam waktu semalam.

Permintaan ini terdengar mustahil. Awalnya pun Bandung Bondowoso merasa tak masuk akal dengan syarat yang diajukan oleh Roro Jonggrang.

Namun, para penasihat kerajaan menyakinkan Bandung Bondowoso untuk menyanggupi syarat tersebut. Mereka menyarankan Bandung Bondowoso supaya meminta bantuan pada bangsa jin dalam membangun 1.000 candi.

Bandung Bondowoso pun menyanggupi syarat dari Roro Jonggrang. Ia mulai membangun 1.000 candi dengan bantuan bangsa jin.

Roro Jonggrang yang mengamati dari kejauhan mulai gelisah lantaran pembangunan berlangsung lancar. Ia berpikir bagaimana caranya menggagalkan rencana Bandung Bondowoso.

Lantas, Roro Jonggrang meminta bantuan para dayang dan ruh halus untuk membakar jerami dan memukul lesung sehingga ayam berkokok. Situasi tersebut membuat para jin yang membantu Bandung Bondowoso segera pergi karena mengira fajar telah tiba.

Alhasil, pembangunan 1.000 candi belum selesai, masih kurang 1 candi yang belum diselesaikan pembangunannya. Akhir cerita, Bandung Bondowoso menyadari bahwa Roro Jonggrang telah membuat tipu daya untuk menggagalkan pembangunan candi.

Bandung Bondowoso langsung marah, murka, hingga mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca ke-1000. Cerita tersebut diyakini sebagai asal muasal Candi Sewu yang berada di kompleks Candi Prambanan.

Kata “sewu” dalam penamaan Candi Sewu sendiri berarti “seribu”. Penamaan ini menandai jumlah banyak dari candi tersebut.

Kenapa Roro Jonggrang Meminta 1000 Candi?

SENDRATARI RORO JONGGRANG

Pemain mementaskan sendratari berjudul Roro Jonggrang di gedung Cak Durasim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (31/10/2022). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

Kenapa Roro Jonggrang meminta 1.000 candi? Syarat membangun 1.000 candi yang diajukan oleh Roro Jonggrang bukanlah tanpa alasan.

Roro Jonggrang mengerti betul bahwa permintaan Bandung Bondowoso untuk menikahinya tidak mudah ditolak. Ia membutuhkan strategi dan siasat cerdik tersendiri untuk menolak lamaran Bandung Bondowoso.

Caranya harus betul-betul halus dan jangan sampai menolak secara langsung. Pembangunan 1.000 candi dalam waktu satu malam bukanlah pekerjaan biasa.

Namun, Bandung Bondowoso meminta bantuan dari kekuatan gaib dan jin untuk membangun 1.000 candi. Pembangunan candi pun berlangsung hingga berhasil membuat 999 candi.

Roro Jonggrang merasa takut dan panik karena Bandung Bondowoso akan berhasil mewujudkan syarat darinya. Alhasil Roro Jonggrang meminta para pelayan dan wanita desa, serta kekautan ruh halus untuk menggagalkan proses pembangunan candi.

Mereka membuat situasi seolah-olah fajar sudah tiba. Mulai dari menumbuk padi, membakar jerami, hingga memukul lesung.

Situasi ini berhasil membuat para jin segera pergi karena megira fajar tiba. Para jin tidak berhasil menyelesaikan pembangunan 1.000 candi.

Strategi Roro Jonggrang berhasil untuk menggagalkan pembangunan 1.000 candi. Singkatnya, permintaan Roro Jonggrang bertujuan menolak lamaran Bandung Bondowoso dengan menyulitkannya.

Roro Jonggrang Akhirnya Menikah dengan Siapa?

Roro Jonggrang menikah dengan siapa? Berdasarkan cerita, Roro Jonggrang tidak menikah dengan siapa pun.

Usai merasa ditipu, Bandung Bondowoso langsung murka. Ia merasa dipermainkan dan dikhianati oleh wanita yang ia cintai.

Amarah yang menguasai hati membuat Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu. Kutukan terhadap Roro Jonggrang terwujud dalam bentuk arca sebagai pelengkap candi ke-1000.

Berdasarkan legenda, arca seorang wanita yang berada di candi utama Prambanan diyakini sebagai wujud dari Roro Jonggrang. Candi Prambanan tidak hanya menceritakan kekuasaan dan kepercayaan, tetapi juga cinta yang kemudian berubah menjadi kutukan.

Hingga saat ini, tidak ada catatan sejarah yang menyatakan bahwa Roro Jonggrang adalah tokoh nyata. Namun, kisah tentang Candi Prambanan dan Roro Jonggrang terus berkembang di tengah masyarakat.

Candi Prambanan merupakan salah satu situs warisan yang diakui dunia oleh UNESCO. Keindahan Candi Prambanan tidak hanya tentang keelokan arsitekturnya, tetapi juga cerita legenda yang meliputinya.

Legenda Roro Jonggrang turut menjadi inspirasi yang terwujud dalam berbagai bentuk kesenian. Kisahnya juga dipentaskan dalam berbagai kesempatan, diceritakan dalam buku legenda, hingga dikisahkan secara lisan kepada masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara.

Baca juga artikel terkait LEGENDA atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Yulaika Ramadhani