Menuju konten utama

10 Rekomendasi Buku Leo Tolstoy dengan Rating Tertinggi

Temukan rekomendasi buku Leo Tolstoy, mulai dari novel hingga non-fiksi, dari kisah epik bernuansa sejarah hingga refleksi kehidupan yang penuh makna.

10 Rekomendasi Buku Leo Tolstoy dengan Rating Tertinggi
Ilustrasi membaca buku. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Buku Leo Tolstoy sangat cocok bagi book lover yang menyukai sastra klasik, terutama mereka yang tertarik dengan kedalaman psikologi manusia dan realitas sosial. Melalui tulisan Leo Tolstoy, pembaca diajak menyelami kehidupan, cinta, hingga konflik moral yang terasa begitu nyata.

Dalam dunia literasi, nama Leo Tolstoy tentu tidak asing lagi. Ia adalah seorang sastrawan asal Rusia yang dikenal melalui karya-karya besar seperti War and Peace dan Anna Karenina.

Lewat tulisannya, ia menghadirkan kisah yang tidak hanya epik, tapi juga sarat makna tentang kehidupan, cinta, dan kemanusiaan. Karya-karyanya pun sudah banyak yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan populer di kalangan pencinta buku di Tanah Air.

Leo Tolstoy sendiri dikenal dengan gaya penulisannya yang detail, realistis, dan menggunakan narasi yang mendalam. Di sepanjang kariernya, ia telah menghasilkan ratusan karya tulis, mulai dari novel, novelet, cerita pendek, buku non-fiksi, naskah drama, hingga artikel.

Dari ratusan karya tulisnya, terdapat beberapa buku Leo Tolstoy yang sudah sangat populer di dunia dan direkomendasikan untuk dibaca.

Profil Leo Tolstoy

Leo Tolstoy

Leo Tolstoy. wikimedia/public domain/https://vm1.culture.ru/

Leo Tolstoy, yang memiliki nama lengkap Count Lev Nikolayevich Tolstoy, merupakan seorang penulis besar asal Rusia yang lahir pada 9 September 1828 dan dikenal sebagai salah satu novelis paling berpengaruh dalam sejarah sastra dunia.

Leo Tolstoy berasal dari keluarga bangsawan tua Rusia, tapi kedua orang tuanya meninggal saat ia masih kecil. Setelah dirawat oleh kerabatnya dan beranjak dewasa, ia sempat menempuh pendidikan hukum dan bahasa di Universitas Kazan sekitar tahun 1844.

Namun, ia tidak menyelesaikan studinya dan menjalani kehidupan yang lebih santai sambil menghabiskan banyak waktu di Moscow, Tula, hingga Saint Petersburg. Di masa-masa inilah Leo Tolstoy diketahui mulai menulis.

Salah satu karyanya di masa itu adalah Childhood, novel pertama Leo Tolstoy yang terbit tahun 1852 dan berisi kisah masa kecilnya yang dibalut dengan kisah fiktif.

Di tengah kegemarannya menulis, Leo Tolstoy pernah terjun ke militer dan menjadi perwira artileri muda saat masa Perang Krimea, bahkan ikut terlibat dalam Pertempuran Chernaya.

Meski keberaniannya diakui dan mendapat promosi menjadi letnan, Leo Tolstoy merasa ngeri dengan banyaknya kematian akibat pertempuran. Hal ini membuatnya memilih meninggalkan profesi tentara setelah Perang Krimea berakhir dan pergi ke Eropa.

Karir Menulis Leo Tolstoy

Ilustrasi Sejarah
Ilustrasi Buku. foto/istockphoto

Pengalaman militer dan perjalanan ke Eropa menjadi titik balik besar bagi Leo Tolstoy sekaligus mengubah pandangan hidupnya. Ia beralih dari kehidupan aristokrat yang bebas menjadi pemikir yang menjunjung spiritualitas dan non-kekerasan.

Pengalaman militer membuat Tolstoy memiliki pandangan anti-perang, sekaligus membuatnya mampu memberikan gambaran realistis tentang horor peperangan dalam karya-karyanya.

Perjalanan ke Eropa juga membentuk perkembangan intelektual dan sastra seorang Leo Tolstoy. Ia sempat bertemu dengan penulis Victor Hugo dan membaca karyanya, Les Misérables, yang memberinya pengaruh besar pada penulisan adegan-adegan besar dalam karya tulisnya.

Sukses dengan Childhood dan sekuel-sekuelnya seperti Boyhood (1854) dan Youth (1857), Leo Tolstoy terus menghasilkan karya-karya sarat makna lainnya. Sebagian besar karya fiksi Tolstoy merepresentasikan kehidupan masyarakat Rusia secara nyata dan mendalam.

Buku Leo Tolstoy seperti The Cossacks dan Anna Karenina yang juga mendulang kesuksesan ikut menyoroti konflik sosial, moral, dan psikologis, dengan karakter yang terinspirasi dari dirinya sendiri.

Karya lainnya, War and Peace, dianggap sebagai salah satu karya terbesar dalam sejarah sastra karena cakupannya yang epik, melibatkan banyak sekali karakter dan latar peristiwa sejarah yang besar.

Gaya penulisan Leo Tolstoy dikenal detail, tapi juga penuh ironi dan refleksi, sementara karakter-karakter yang ditampilkan juga tergolong kompleks. Melalui tulisan, Leo Tolstoy kerap mengungkap kritik dan pemikirannya, termasuk tentang moralitas, kemanusiaan, agama, hingga perubahan sosial.

Rekomendasi Buku Leo Tolstoy dengan Rating Tertinggi

Ilustrasi Novel

Ilustrasi Novel. foto/istockphoto

Leo Tolstoy buku telah banyak beredar di pasar Indonesia, termasuk judul-judul yang populer dan mendapat pengakuan dunia. Buku-buku tersebut tidak hanya mendapat pujian kritikus, tapi juga meraih rating tinggi dari pembaca di berbagai platform seperti Goodreads.

Berikut deretan buku Leo Tolstoy yang populer dan bisa dijadikan bacaan untuk memperkaya wawasan:

1. War and Peace (1869)

Karya monumental Leo Tolstoy ini berlatar belakang masa Perang Napoleon, khususnya invasi Prancis ke Rusia. Novel ini mengikuti kehidupan beberapa keluarga bangsawan Rusia yang saling terkait, menggambarkan dampak besar tokoh seperti Napoleon Bonaparte terhadap masyarakat Tsar.

Selain alur cerita fiksi, buku ini juga memuat refleksi mendalam tentang sejarah dan filsafat. Dianggap sebagai salah satu karya sastra paling epik di dunia, War and Peace menghadirkan potret luas tentang perang, kehidupan, dan perubahan sosial di Rusia pada era tersebut.

2. The Death of Ivan Ilych (1886)

Buku Leo Tolstoy berikutnya adalah The Death of Ivan Ilyich yang mengikuti kehidupan Ivan Ilyich, seorang pejabat yang menjalani hidup biasa dan dangkal, hanya berfokus pada status sosial dan karier sambil mengabaikan makna sejati kehidupan.

Setelah mengalami cedera kecil yang berkembang menjadi penyakit mematikan, ia dipaksa menghadapi kenyataan akan kematian, dan perlahan membuka kesadarannya bahwa hidupnya mungkin tidak sebaik yang ia kira.

The Death of Ivan Ilyich merupakan novela/novelet yang dianggap sebagai salah satu karya terbaik dari periode akhir penulisan Leo Tolstoy. Karya ini menjadi refleksi mendalam tentang makna hidup, kematian, dan kesadaran manusia terhadap kefanaan.

3. Anna Karenina (1878)

Buku Leo Tolstoy yang satu ini mengisahkan kehidupan seorang wanita bangsawan Rusia, Anna, yang terlibat hubungan terlarang dengan perwira kavaleri, Count Alexei Kirillovich Vronsky.

Hubungan ini memicu skandal besar di masyarakat Saint Petersburg dan memaksanya meninggalkan kehidupan lamanya demi mengejar kebahagiaan, tapi justru berujung pada kehancuran.

Di tengah cerita, novel ini juga mengeksplorasi tema pengkhianatan, cinta, keluarga, serta perbedaan kehidupan kota dan pedesaan di Rusia pada masa reformasi Alexander II of Russia.

Anna Karenia Leo Tolstoi

Anna Karenia Leo Tolstoi. foto/Dok. Gramedia

4. Resurrection (1899)

Resurrection merupakan novel terakhir yang ditulis Leo Tolstoy. Novel ini berfokus pada tokoh Dmitri Nekhlyudov, bangsawan yang pernah menghancurkan hidup seorang perempuan bernama Katyusha Maslova.

Bertahun-tahun kemudian, ia bertemu kembali dengan Katyusha sebagai terdakwa yang dijatuhi hukuman penjara secara tidak adil. Hal ini memicu penyesalan dalam diri Nekhlyudov, apalagi setelah mengetahui adanya ketidakadilan dan penderitaan di dalam penjara.

Novel ini menghadirkan gambaran luas tentang kondisi masyarakat Rusia akhir abad ke-19, dari kalangan atas hingga bawah, sekaligus mengkritik ketidakadilan hukum buatan manusia serta kemunafikan gereja.

5. A Confession (1880)

A Confession adalah karya non-fiksi berupa autobiografis reflektif dari Leo Tolstoy yang ditulis selama tahun 1879–1880. Buku ini berisi pergulatan batin sang penulis saat mengalami krisis eksistensial di usia paruh baya.

Dalam buku ini, Tolstoy mempertanyakan makna hidup di tengah kepastian kematian dan keraguan akan keberadaan Tuhan. Ia kemudian menguraikan berbagai cara manusia menghadapi dilema tersebut, mulai dari ketidaktahuan, menikmati hidup tanpa memikirkan makna, hingga keputusasaan.

Leo Tolstoy akhirnya menemukan jawaban melalui keyakinan spiritual bahwa kehidupan memperoleh arti kembali ketika ia menerima gagasan bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan itu sendiri.

6. Childhood (1852)

Childhood menjadi karya pertama Leo Tolstoy yang juga merupakan bagian awal dari triloginya bersama novel Boyhood dan Youth. Childhood menggambarkan kehidupan dan perjalanan batin seorang anak bernama Nikolenka.

Dengan pendekatan yang memadukan pengalaman pribadi, fiksi, dan emosi, novel ini menampilkan sudut pandang yang mendalam dan ekspresif tentang masa kanak-kanak.

Kesuksesan karya awalnya ini membuat Tolstoy mendapat pengakuan luas sebagai salah satu penulis muda paling menjanjikan dalam sastra Rusia, termasuk diakui oleh penulis ternama Ivan Turgenev.

7. Hadji Murad (1912)

Buku Leo Tolstoy ini berisi kisah tentang pemimpin gerilya Kaukasus, Hadji Murad, yang terjebak di antara dua kekuatan, yaitu pasukan Rusia dan kelompok Imam Shamil, ketika harus menyelamatkan keluarganya yang ditawan.

Ia akhirnya berpihak pada Rusia dengan harapan mendapat dukungan, tapi justru menghadapi intrik kekuasaan dan ketidakpercayaan politik. Sepanjang cerita, pembaca diperlihatkan kompleksitas perang, pengkhianatan, serta sisi kemanusiaan di tengah konflik.

Haji Murad Leo Tolstoi

Haji Murad Leo Tolstoi. foto/Dok. Mizan

8. The Kingdom of God Is Within You (1894)

Buku filsafat dan religius dari Leo Tolstoy ini menyoroti pencarian makna hidup melalui ajaran Kristen. Di buku ini, Tolstoy mengkritik keras negara dan institusi gereja di masa itu yang dianggapnya menyimpang dari ajaran asli Yesus, terutama berkaitan dengan perang dan kekerasan.

Ia menekankan prinsip cinta kasih universal dan perlawanan tanpa kekerasan sebagai jalan hidup yang sejati, serta berargumen bahwa “kerajaan Tuhan” sebenarnya berada dalam diri setiap manusia. Karya ini pun menjadi seruan moral untuk perubahan menuju kehidupan yang damai dan penuh kasih.

9. The Kreutzer Sonata (1889)

Buku Leo Tolstoy berikutnya adalah The Kreutzer Sonata. Kisah dalam novela ini disampaikan melalui sudut pandang seorang pria bernama Pozdnyshev saat melakukan perjalanan kereta. Saat itu, ia merenungkan makna cinta, pernikahan, dan hubungan antara pria dan wanita.

Melalui pengalamannya sendiri, ia menggambarkan bagaimana hasrat, kecemburuan, dan pandangan sosial tentang seksualitas dapat merusak hubungan, sekaligus mengkritik norma masyarakat yang dianggapnya dangkal dan penuh kemunafikan.

10. The Cossacks (1863)

Kisah The Cossacks berlatar tahun 1852 dan mengikuti karakter Dmitry Olenin, seorang pemuda idealis yang meninggalkan Moscow untuk mencari kehidupan baru di Kaukasus. Di sana, ia mulai terpesona oleh alam dan kehidupan sederhana masyarakat Cossacks.

Ia menjalin persahabatan dengan pemburu tua, serta perlahan mengubah pandangannya tentang kebahagiaan, cinta, dan makna hidup. Ia juga terlibat dalam konflik batin ketika jatuh cinta pada Maryanka, wanita yang telah memiliki ikatan dengan orang lain.

Sebagian isi novel diyakini berdasarkan pengalaman sang penulis di Kaukasus. Tolstoy sendiri diketahui pernah terlibat judi, minuman keras, hingga hubungan seks dengan banyak wanita. Banyak yang berpendapat bahwa Tolstoy menggunakan masa lalunya sebagai inspirasi tokoh Olenin.

Itu dia beberapa rekomendasi buku Leo Tolstoy yang bisa dijadikan bacaan saat akhir pekan, mulai dari kisah epik penuh sejarah hingga refleksi mendalam tentang kehidupan, cinta, dan spiritualitas.

Setiap karya menawarkan sudut pandang yang menarik dan tetap relevan hingga saat ini. Dari deretan judul di atas, pilih bukunya sesuai minat dan nikmati perjalanan literasi bersama salah satu penulis terbesar di dunia.

Temukan berbagai informasi menarik seputar buku, mulai dari sinopsis hingga rekomendasi bacaan, melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel tentang Buku

Baca juga artikel terkait BUKU atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani