tirto.id - Buku jadi sumber inspirasi bagi siapa pun yang ingin berkembang dalam banyak aspek kehidupan. Sebagai panduan, terdapat rekomendasi buku self improvement dari Fellexandro Ruby yang mampu memberikan motivasi dan perspektif baru untuk menjadi versi diri yang lebih baik lagi.
Kehidupan selalu punya tantangan dan kejutan tak terduga. Agar bisa beradaptasi dengan semua itu, setiap orang perlu mengembangkan dirinya, baik dengan terus belajar tentang berbagai hal atau meningkatkan keterampilan tertentu.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membaca buku-buku pengembangan diri. Buku ini umumnya berbentuk non-fiksi yang dirancang untuk membantu pembaca mengenali diri sendiri, kekuatan, kelemahan, dan tujuan hidup, sekaligus membangun motivasi dan pola pikir positif.
Tak hanya itu, buku ini biasanya menyajikan tips, strategi, atau panduan praktis untuk mengembangkan keterampilan dan mengatasi berbagai tantangan. Secara keseluruhan, buku ini dapat memberikan wawasan sekaligus mendorong perubahan diri menjadi lebih baik.
Apa Itu Self Improvement?

Sebelum membahas buku-buku yang direkomendasikan oleh Fellexandro Ruby, kita pahami dulu apa itu self improvement, pentingnya bagi kehidupan, dan contoh yang bisa diterapkan.
Self improvement atau pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan berbagai aspek dalam diri kita sebagai manusia, mulai dari kualitas pribadi, kemampuan, hingga peran yang kita jalani dalam kehidupan, misalnya menjadi pasangan, orang tua, atau anak.
Pengembangan diri bersifat sangat personal, tapi penilaian terhadap sejauh mana kemajuan yang sudah kita capai lebih bersifat sosial. Bagaimanapun juga kita tetap mengandalkan masukan atau umpan balik dari orang lain untuk menilai perkembangan yang ada pada diri kita sendiri.
Pentingnya Self Improvement
Setiap orang perlu meningkatkan dan mengembangkan potensi dalam dirinya agar bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Self improvement mampu meningkatkan kesadaran diri sehingga kita bisa lebih memahami kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.Selain itu, self improvement juga bisa mengarahkan pertumbuhan emosional dan mental ke arah yang lebih positif. Praktik seperti mindfulness, penerapan kebiasaan yang sehat, atau belajar keterampilan tertentu dapat meningkatkan kesejahteraan hidup secara menyeluruh.
Dengan meningkatnya kompetensi diri, kepercayaan diri dan rasa percaya terhadap kemampuan pribadi juga cenderung ikut meningkat. Hal ini akan berdampak positif terhadap hubungan interpersonal dan kinerja di berbagai bidang, termasuk karier atau pekerjaan.
Lebih jauh lagi, self improvement tidak hanya mendorong perubahan perilaku jangka pendek, tapi juga membentuk pikiran yang adaptif dan sikap belajar seumur hidup.
Dengan terus meningkatkan keterampilan, wawasan, dan pola pikir, individu tidak hanya siap untuk menghadapi perubahan, tapi juga mampu meraih tujuan hidupnya dengan lebih jelas dan bermakna.

Contoh Self Improvement Diri Sendiri
Banyak orang ingin meningkatkan diri di berbagai aspek kehidupan, tapi langsung merasa kewalahan karena keterbatasan waktu dan energi. Dilansir dari laman Psychology Today, ada satu strategi yang bisa dilakukan dan pasti bisa dilakukan dengan mudah oleh setiap orang.Strategi sederhana dan efektif ini adalah perbaikan 1%. Improvement atau peningkatan kecil yang dilakukan secara rutin tentunya akan lebih mudah diterapkan daripada perubahan besar sekaligus. Berikut beberapa contohnya:
1. Rutinitas Pagi Lebih Efisien
Jika biasanya kita membutuhkan 40 menit untuk bersiap kerja, cobalah perbaikan kecil. 1% dari 40 menit adalah sekitar 24 detik. Jadi, mulailah bersiap kerja 24 detik lebih cepat dari biasanya. Untuk memangkas waktu, kita bisa menerapkan berbagai strategi, misalnya menyiapkan materi pekerjaan dan baju kerja di malam sebelumnya.2. Tingkatkan Aktivitas Fisik Sedikit Demi Sedikit
Jika kita susah memulai olahraga, lakukan latihan ringan seperti stretching di sela-sela aktivitas selama beberapa menit. Ketika sudah terbiasa, tingkatkan durasi waktunya. Contoh lain, jika kita biasanya berolahraga di treadmill tanpa kemiringan, coba naikkan satu tingkat incline untuk mendapatkan latihan yang lebih intens.3. Mulai Tugas Besar dengan Langkah Mini
Saat menghadapi proyek besar, fokuslah pada langkah terkecil yang bisa dilakukan. Contoh sederhananya adalah ketika harus membersihkan seluruh rumah, kita bisa memulainya dengan fokus membersihkan satu ruangan terlebih dahulu atau menyingkirkan barang bekas.Rekomendasi Buku Self Improvement dari Fellexandro Ruby

Fellexandro Ruby adalah seorang pengusaha, kreator konten, sekaligus penulis buku self improvement berjudul You Do You. Buku tersebut banyak membahas tentang pencarian tujuan hidup, passion, serta bagaimana cara menghadapi fase-fase quarter life crisis.
Selain menulis, Fellexandro Ruby juga membuat berbagai konten edukatif dan inspiratif di berbagai platform dengan beragam tema, mulai karier, investasi, dan pengembangan diri.
Melalui kanal YouTube pribadinya, Fellexandro Ruby pun membagikan beberapa buku self improvement dengan tema berbeda yang menurutnya bisa dibaca untuk meng-upgrade diri sendiri, berikut di antaranya:
1. Eat That Frog! - Brian Tracy
Buku self improvement yang pertama adalah Eat That Frog! karya Brian Tracy. Buku ini membahas strategi manajemen waktu dan produktivitas yang bertujuan membantu seseorang mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan.Judulnya yang unik menggambarkan bahwa jika hal pertama yang dilakukan di pagi hari adalah “memakan seekor katak hidup”, maka kemungkinan besar tidak ada hal yang lebih buruk yang akan terjadi sepanjang hari.
Dalam konteks buku ini, “katak” merupakan metafora untuk tugas paling penting sekaligus paling sulit, dan biasanya tugas seperti ini adalah pekerjaan yang sering kali ingin kita tunda.
Brian Tracy menjelaskan bahwa kunci produktivitas adalah memprioritaskan tugas terbesar dan paling berdampak terlebih dahulu, lalu menyelesaikannya dengan disiplin sebelum beralih ke pekerjaan lain yang kemungkinan lebih ringan dari “makan kodok”.
Fellexandro Ruby juga memberikan beberapa poin penting lain tentang isi buku ini, yaitu rencanakan kegiatan kita lebih awal agar tidak buang-buang waktu dan juga lebih banyak waktu untuk mengerjakan tugas.
Poin berikutnya adalah berusaha meningkatkan keterampilan penting yang saat ini menjadi yang paling lemah dalam diri kita. Meningkatkan skill yang paling lemah ini nantinya justru akan memberikan dampak yang sangat besar.
2. Make Your Bed - William H. McRaven
Buku ini berisi kumpulan pelajaran hidup yang diambil dari pengalaman penulis selama menjalani karier di Navy SEAL. Buku ini berangkat dari gagasan sederhana bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan-tindakan kecil, seperti merapikan tempat tidur setiap pagi.Kelihatannya memang sepele, tapi kebiasaan kecil tersebut melambangkan disiplin, tanggung jawab, dan rasa pencapaian yang dapat memotivasi seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas lainnya, yang tentunya lebih besar dan rumit, sepanjang hari.
Tentunya “hal kecil” yang dimaksud bukan hanya soal tempat tidur. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga seharusnya terbiasa melakukan kebiasaan yang sering dianggap sepele, seperti merapikan meja kerja, membuang sampah dapur, atau meletakkan barang sesuai tempatnya.
Menurut Fellexandro Ruby, ada poin penting lain yang juga ia dapatkan dari buku ini, yaitu berani mengambil risiko besar. Ia menekankan bahwa risiko gagal itu selalu ada, tapi risiko yang paling buruk adalah tidak berani mengambil risiko sama sekali sehingga hidup kita stuck.
3. How to Talk to Anyone - Leil Lowndes
Buku self Improvement berikutnya adalah How to Talk to Anyone karya Leil Lowndes. Buku ini merupakan panduan komunikasi dengan 92 teknik yang membantu seseorang berbicara dengan lebih percaya diri dan membangun hubungan yang baik dalam berbagai situasi sosial maupun profesional.Buku ini menjelaskan bahwa kesuksesan dalam hubungan, karier, dan kehidupan sering kali ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, baik melalui kata-kata maupun bahasa tubuh.
Fellexandro Ruby menekankan bahwa jika ingin disukai oleh seseorang, maka kita harus membuat mereka nyaman. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satu caranya adalah melalui sinyal non-verbal, termasuk postur tubuh, kontak mata, hingga ekspresi wajah.
Cara lainnya adalah lewat small talk yang bisa membuat orang santai. Lalu, membangun percakapan yang meaningful, misalnya menunjukkan ketertarikan kepada lawan bicara. Hal-hal ini bisa membuat seseorang nyaman berbicara, bahkan membuka diri mereka kepada kita.
4. The Third Door - Alex Banayan
Buku The Third Door karya Alex Banayan mengisahkan perjalanan penulis dalam mencari rahasia kesuksesan dari berbagai tokoh terkenal dunia. Dalam buku ini, sang penulis menggambarkan konsep “pintu ketiga”, yaitu cara kreatif dan tidak biasa untuk mencapai tujuan ketika jalur konvensional tertutup.Ia mewawancarai banyak figur sukses seperti Bill Gates, Warren Buffett, hingga Lady Gaga untuk memahami bagaimana mereka memulai perjalanan kariernya.
Melalui kisah-kisah inspiratif para tokoh ternama, buku ini menunjukkan bahwa kesuksesan sering kali tidak datang dengan cara mengikuti jalur yang sama seperti orang lain, melainkan dari keberanian mencari peluang dengan cara yang berbeda.
Fellexandro Ruby juga menegaskan kita memang harus bisa menciptakan pintu ketiga tersebut untuk meraih kesuksesan. Tentunya harus diimbangi dengan keberanian serta kemampuan diri yang relevan.
5. The Pivot Year - Brianna Wiest
Buku karya Brianna Wiest ini merupakan panduan pengembangan diri yang berisi 365 refleksi harian yang dirancang untuk membantu pembaca menjalani proses perubahan hidup selama satu tahun.Setiap halaman menghadirkan pemikiran, motivasi, dan dorongan reflektif yang mengajak pembaca memahami diri sendiri, menemukan arah hidup, serta mengambil langkah kecil menuju versi diri yang diinginkan.
Menurut Fellexandro Ruby, buku ini cocok bagi mereka yang mungkin tak punya waktu membaca atau kurang cocok dengan buku-buku tebal. Lewat buku ini, siapa pun bisa membaca cukup satu halaman setiap hari dan mendapatkan semangat atau inspirasi baru.
Fellexandro Ruby juga berpendapat bahwa setidaknya ada dua poin utama yang bisa didapatkan dari buku ini. Pertama, be kind to yourself atau bersikap baik, penuh pengertian, dan tidak terlalu keras terhadap diri sendiri karena diri kita sebenarnya sudah “layak” dan “cukup”.
Poin kedua adalah kita harus bisa menerima ketidaksempurnaan dalam diri kita. Alih-alih mengejar kesempurnaan, lebih baik kita fokus pada proses, apa yang sudah dipelajari, dan pengalaman apa yang kita dapatkan. Menerima ketidaksempurnaan berarti memberi ruang bagi diri kita untuk tumbuh.
Itulah beberapa rekomendasi buku self improvement dari Fellexandro Ruby. Buku-buku tersebut menawarkan sudut pandang, inspirasi, serta pelajaran berharga yang dapat membantu pembaca memahami diri sendiri, membangun pola pikir yang lebih positif, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dengan membaca dan menerapkan gagasan yang ada di dalamnya, diharapkan setiap orang dapat terus bertumbuh serta menjadi versi diri yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Butuh rekomendasi bacaan lain? Temukan berbagai informasi menarik seputar buku melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id



































