tirto.id - Isu mengenai pandemi yang direncanakan, muncul dalam dokumen "Epstein Files" yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (JOD). Pandemi yang diduga direncanakan oleh Jeffrey Epstein dan Bill Gates ini menjadi sorotan rakyat, termasuk di Indonesia.
Dugaan tentang adanya perencanaan pandemi ini mencuat setelah publik membaca file EFTA02657725.pdf yang membahas tentang adanya simulasi pandemi. Email tersebut ditujukan Bill Gates dan diteruskan kepada Jeffrey Epstein.
Dalam dokumen tersebut, dipaparkan berbagai usulan hasil kerja (deliverables) mulai dari simulasi pandemi galur (strain) tertentu, pembangunan sistem data kesehatan global, hingga pengembangan teknologi saraf (neurotech) yang dikaitkan dengan keamanan nasional.
Apa Isi Email Bill Gates dan Epstein Soal Pandemi?
Email bertanggal 3 Maret 2017 yang kini beredar berisi korespondensi internal terkait Deliverables and Scope pekerjaan di perusahaan BGC3.
BGC3 yang kini bernama Gates Ventures adalah perusahaan layanan pribadi milik Bill Gates, dengan fungsi utama sebagai pusat operasional pribadi Bil, yang mencakup staf inti, kegiatan riset, serta investasi teknologi, dan lainnya.
Email tersebut ditujukan kepada Bill Gates dan ditembuskan kepada Larry Cohen, membahas usulan ruang lingkup kerja serta hasil riset yang akan dikerjakan oleh pengirim selama berada di BGC3.
Salah satu poin yang disebutkan dalam email itu adalah yang menghebohkan publik adalah di bagian “follow-up recommendations and/or technical specifications for Strain pandemic simulation”, yakni tindak lanjut rekomendasi atau spesifikasi teknis atas sebuah simulasi pandemi yang sudah ada sebelumnya.
Kemunculan email ini dalam Epstein files memicu spekulasi luas di media sosial. Beberapa pihak menafsirkan keberadaan email tersebut sebagai bukti bahwa Bill Gates “merencanakan pandemi” bersama Jeffrey Epstein.
Narasi ini diperkuat dengan klaim bahwa email tersebut diteruskan kepada Epstein dan mendapat balasan singkat berupa “OK”.
Isi email tersebut, jika dibaca secara utuh, tidak menunjukkan adanya perencanaan operasional pandemi atau penciptaan wabah penyakit.
Perlu digarisbawahi bahwa yang dibahas adalah simulasi pandemi yang merupakan praktik yang biasa dilakukan di instansi lain dan bertujuan untuk antisipasi dan mitigasi, bukan untuk menciptakan pandemi itu sendiri.
Gates Prediksi Pandemi Lain Setelah Covid-19
Bill Gates menilai bahwa pandemi lain sangat mungkin terjadi setelah Covid-19, dan dunia saat ini belum siap menghadapinya.
Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal tahun lalu, Gates ditanya tentang hal apa yang paling ia khawatirkan. Ia menjawab bahwa kemungkinan terjadinya pandemi alami dalam empat tahun ke depan berkisar 10–15 persen.
“Peluang terjadinya pandemi alami dalam empat tahun ke depan berkisar antara 10 hingga 15%. Dan akan menyenangkan jika kita berpikir bahwa kita sebenarnya lebih siap menghadapi hal itu daripada sebelumnya, tetapi sejauh ini kita belum siap,” ujar Gates dikutip laman Fortune (26/1/2025).
Gates menilai banyak pihak masih sibuk memperdebatkan kesalahan masa lalu, alih-alih menyepakati alat dan sistem apa yang sebenarnya masih kurang untuk menghadapi pandemi berikutnya.
“Alih-alih mencapai konsensus tentang alat apa yang masih kurang, orang-orang sebagian besar masih mengulang berbagai kesalahan yang telah dilakukan. Saya tidak akan mengatakan bahwa kita sudah sejauh yang diharapkan setelah triliunan dolar dan jutaan nyawa telah hilang,” ungkapnya.
Melalui Gates Foundation, Bill Gates selama bertahun-tahun memang aktif memperingatkan berbagai risiko global, seperti perubahan iklim, serangan siber, dan ancaman kesehatan masyarakat.
Pada tahun 2022, Gates juga pernah menulis buku berjudul “How to Prevent the Next Pandemic” yang berisi kritikan tentang kurangnya perencanaan dan kesiapan pemerintah di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, dalam menangani pandemi 2020.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






























