tirto.id - Eks Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, akhirnya setuju untuk bersaksi dalam penyelidikan kasus Jeffrey Epstein setelah perilisan Epstein Files PDF hingga video. Hal ini dilakukan keduanya setelah berbulan-bulan menolak datang kepada Kongres AS.
Seturut CNN, Bill dan Hillary Clinton akhirnya sepakat untuk hadir secara langsung di hadapan Kongres di Washington, guna memberikan kesaksian atas kasus kekerasan dan perdagangan seksual yang dilakukan Jeffrey Epstein.
Selama berbulan-bulan lalu, pasangan suami-istri itu selalu menolak permintaan Kongres untuk bersaksi atas kasus tersebut. Hal ini membuat Kongres memulai proses hukum atas penolakan Clinton, yakni memulai langkah untuk menetapkan keduanya sebagai pihak yang telah menghina Kongres.
Akan tetapi, dengan perubahan sikap eks presiden dan mantan menteri luar negeri AS itu, kini belum jelas apakah proses hukum atas penolakan keduanya akan dilanjutkan atau tidak. Kini, jalannya proses penetapan pasangan Clinton sebagai penghina Kongres berada di bawah kewenangan Ketua Pengawas Kongres AS, James Comer.
"Mereka bernegosiasi dengan itikad baik. Anda tidak melakukannya. Mereka memberi tahu Anda di bawah sumpah apa yang mereka ketahui, namun Anda tidak peduli. Namun mantan Presiden dan mantan Menteri Luar Negeri akan hadir di sana. Mereka berharap dapat menetapkan preseden yang berlaku untuk semua orang," kata juru bicara Clinton, Angel Ureña, dalam unggahan X kepada Comer.
Di sisi lain, James Comer mengkritik pasangan Clinton karena mau bersaksi hanya setelah Kongres memulai proses hukum untuk menetapkan keduanya sebagai penghina Kongres.
"Satu-satunya alasan mereka mengatakan bahwa mereka menyetujui persyaratan [untuk bersaksi] tersebut adalah karena Kongres telah melakukan melanjutkan proses dakwaan penghinaan parlemen," katanya pada Senin (2/2/2026).
Clinton akan Datang dengan Syarat Khusus
Dalam sistem hukum AS, menolak permintaan Kongres untuk bersaksi dapat membuat seseorang ditetapkan sebagai penghina Kongres. Mereka akan dianggap menghalangi pekerjaan investigasi atau legislatif Kongres dan dapat dipidana karenanya.
Kini, Kongres AS tengah memulai proses penetapan itu kepada pasangan Clinton. Pemungutan suara untuk menetapkannya telah dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, namun bisa saja dibatalkan dengan perubahan sikap Bill dan Hillary Clinton.
Sebelumnya, pihak Clinton dan Kongres AS tak kunjung bersepakat terkait persyaratan agar pasangan suami-istri itu mau bersaksi. Beberapa di antara syarat itu adalah bentuk keterangan dalam kesaksian dan tempat mereka akan bersaksi.
Melalui pengacaranya, pasangan Clinton dilaporkan meminta syarat agar kesaksian mereka dilakukan dalam format wawancara sukarela, bukan bersaksi di bawah sumpah. Selain itu, pasangan itu juga meminta untuk memberikan kesaksian di New York, bukan di Washington.
"Keinginan klien Anda untuk mendapatkan perlakuan khusus membuat frustrasi sekaligus merupakan penghinaan terhadap keinginan masyarakat Amerika akan transparansi," tutur Comer kepada pengacara Clinton.
Dokumen Epstein tentang Apa yang Berkaitan dengan Clinton?
Bill Clinton sendiri muncul dalam file Epstein. Hubungan Bill dan Epstein terdokumentasi selama akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Salah satu dokumentasi keduanya adalah sebuah foto ketika Bill dan Epstein berdiri berdampingan dan tampak mengenakan batik.
Meski begitu, hingga kini tak ada tuduhan terhadap Bill Clinton atas pelanggaran hukum dalam kaitannya dengan kasus Jeffrey Epstein. Bill Clinton juga telah menyatakan bahwa ia tak melakukan tindakan melawan hukum dalam hubungannya dengan terduga pedofil itu.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































