Menuju konten utama

Benarkah Kain Kiswah Kabah Dijual ke Jeffrey Epstein?

Epstein Files memuat dokumen soal penjualan kiswah atau kain penutup Kabah. Kain tersebut dijual ke Epstein diduga oleh pejabat di Arab Saudi.

Benarkah Kain Kiswah Kabah Dijual ke Jeffrey Epstein?
Jeffrey Epstein (kiri) seorang pemodal kaya AS yang meninggal di penjara pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas kasus perdagangan seks anak perempuan di bawah umur, dan rekannya, Ghislaine Maxwell, di dalam sebuah jet. Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein (EFTA) yang disahkan oleh Kongres dan ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden AS Donald Trump mewajibkan pelepasan lengkap berkas Epstein pada 19 Desember 2025. AFP/Handout / DEPARTEMEN KEHAKIMAN AS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dokumen "Epstein Files" yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada akhir Januari ini mengungkapkan fakta yang cukup mencengangkan. Jeffrey Epstein dikatakan pernah membeli potongan Kiswah yang digunakan untuk menutupi Kabah pada tahun 2017.

DOJ mengumumkan bahwa mereka telah mempublikasikan lebih dari 3 juta halaman tambahan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein sebagai bagian dari pelaksanaan Epstein Files Transparency Act, sebuah undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump pada 19 November 2025.

Dengan rilis terbaru ini, jumlah total dokumen yang telah dibuka ke publik kini mencapai hampir 3,5 juta halaman.

Selain dokumen tertulis, publikasi terbaru ini juga mencakup lebih dari 2.000 video dan sekitar 180.000 gambar, menjadikannya salah satu pengungkapan arsip hukum terbesar dalam sejarah Departemen Kehakiman AS.

⁠Benarkah Kain Kiswah Kabah Dijual ke Jeffrey Epstein?

Dalam Epstein Files ada riwayat pembicaraan dalam email pada tahun 2017 yang mengungkapkan pembelian tiga potongan Kiswah dari Arab Saudi.

Proses pengadaan dan pengiriman kain suci ini diatur melalui jaringan kontak internasional, melibatkan seorang pebisnis perempuan asal Uni Emirat Arab bernama Aziza Al-Ahmadi dan seorang kontak di Arab Saudi bernama Abdullah Al-Maari, sebelum akhirnya dikirim ke kediaman Epstein di St. Thomas, Virgin Island, Amerika Serikat.

Email-email yang tercantum dalam berkas, yang bertanggal antara Februari hingga Maret 2017, menjelaskan bahwa tiga potongan Kiswa tersebut diperoleh dan dikirim dengan keterangan barang sebagai “karya seni” atau artwork.

Dalam salah satu email tertanggal 22 Maret 2017, Al-Ahmadi menjelaskan nilai suci Kiswah karena menyelimuti Kabah di Mekah, salah satu tempat suci bagi umat Islam. Setiap tahunnya, jutaan umat muslim bahkan lebih berbondong-bondong mengunjungi Mekkah untuk umrah ataupun haji.

Dalam prosesi haji dan umrah, umat muslim akan mengitari Kabah yang disebut dengan Tawaf. Usai Tawaf, mereka biasanya akan mendekati Kabah untuk memegang Kiswah, bahkan menciumnya.

Untuk pengiriman tiga potong kain Kiswah tersebut, Abdullah berkoordinasi dengan seseorang bernama Daphne Wallace yang diyakini adalah salah satu rekan Epstein dan Chalmer Stauffer yang menindak lanjuti urusan bea cukai dan transportasi.

Paket tersebut dikirim dari Arab Saudi, transit melalui Miami, lalu diteruskan ke St. Thomas menggunakan LSJE LLC, sebuah perusahaan yang terkait langsung dengan Epstein. Berkas yang dibuka juga memuat faktur, bukti pembayaran, dan konfirmasi pengiriman.

Dikutip dari laman resmi PBB, setiap tahun, Kiswah diganti dengan kain yang baru pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari ketika para jemaah haji berangkat menuju Padang Arafah dalam rangkaian ibadah Haji.

Tradisi penggantian ini telah berlangsung selama berabad-abad dan memiliki makna religius yang sangat mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia.

Setelah Kiswah lama dilepas, kain tersebut tidak dibuang, melainkan dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Potongan-potongan ini kemudian diberikan secara terbatas kepada individu tertentu, tokoh penting, museum, dan lembaga resmi sebagai bentuk penghormatan dan simbol nilai spiritualnya.

Ini artinya potongan Kiswah bukan untuk kepemilikan pribadi sembarang orang. Oleh karena itu, pengiriman dan kepemilikan Kiswah oleh Epstein menimbulkan kemarahan dan keprihatinan luas, terutama karena adanya dugaan penanganan tanpa izin resmi dan dugaan adanya potensi penodaan agama Islam oleh pelaku kejahatan seksual.

Baca juga artikel terkait JEFFREY EPSTEIN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra