Menuju konten utama

PM Malaysia Anwar Ibrahim Ada di Epstein Files, Ini Responsnya

Respons PM Malaysia Anwar Ibrahim soal namanya ada di dalam Epstein Files yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS.

PM Malaysia Anwar Ibrahim Ada di Epstein Files, Ini Responsnya
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melambaikan tangan saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (28/7/2025). Kunjungan PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia tersebut dalam rangka agenda Konsultasi Tahunan Ke-13 yang merupakan forum bilateral tertinggi antara Indonesia dan Malaysia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

tirto.id - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim memberikan tanggapan atas pemberitaan yang menyebut jika dirinya ikut terseret dalam kasus Jeffrey Epstein. Nama Anwar Ibrahim ada dalam Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari kemarin.

Berkas-berkas dari Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengungkapkan sebuah pertukaran email yang melibatkan beberapa nama tokoh dunia di sekitar 14 tahun lalu. Selain Anwar Ibrahim, ada nama mantan presiden AS Bill Clinton, Pangeran Andrew, Donald Trump, Bill Gates, dan masih banyak lagi.

⁠Tanggapan Anwar Ibrahim Soal Namanya Ada di Epstein Files

Dalam sebuah unggahan di X, Anwar Ibrahim menulis bahwa ia baru mengetahui bahwa seseorang dari luar mencoba mengatur pertemuan dan bahkan “menyebut” namanya dalam email terkait kasus Epstein.

Ia menegaskan rasa syukurnya karena, seperti disebutkan dalam email itu, peristiwa tersebut terjadi lebih dari satu dekade lalu dan ia sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat, termasuk Epstein.

“Baru hari ini saya mengetahui ada pihak luar yang ingin bertemu dan siap 'mengutip' nama saya dalam email yang berkaitan dengan kasus Epstein,” tulisnya di akun X resminya @anwaribrahim.

“Alhamdulillah, sudah dua belas tahun seperti yang disebutkan dalam email tersebut, dan saya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pihak mana pun yang bertukar email, terutama Epstein,” tegasnya.

Anwar termasuk di antara beberapa tokoh dunia yang namanya muncul dalam dokumen Epstein yang dirilis DOJ pada Jumat kemarin.

Screenshot email yang viral, tertanggal 21 Februari 2012, memperlihatkan seorang rekan Epstein yang tidak dikenal menanyakan apakah perlu diatur pertemuan antara Anwar dan “Jes”, yang merujuk pada Jes Staley, CEO bank investasi JP Morgan saat itu, dengan maksud mengeksplorasi potensi keuntungan masa depan untuk bank tersebut.

Dalam email itu, rekan Epstein menulis bahwa jika Anwar menjadi perdana menteri, hal itu bisa menjadi “tambang emas” bagi JP Morgan, dan menekankan bahwa ia mengenal Anwar dengan baik meski banyak orang mengira karier politiknya selesai.

“Haruskah kita mengatur pertemuan pribadi untuk les dengan Anwar Ibrahim? Jika dia menjadi perdana menteri Malaysia, dia akan membersihkan situasi dan itu bisa menjadi tambang emas bagi JPM. Saya mengenal Anwar dengan baik, selalu dekat dengannya selama bertahun-tahun meskipun semua orang mengatakan dia sudah tamat dan tidak akan pernah bisa kembali. Sekarang terlihat berbeda,” bunyi email tersebut.

Epstein sendiri membalas email itu dengan menyarankan pertemuan pada Mei tahun itu, menanyakan apakah Anwar akan bepergian ke AS atau Eropa, dan menyarankan agar kemungkinan produksi film Hollywood di Malaysia dijadikan daya tarik.

Epstein bahkan menyebut nama Woody Allen dan menyatakan bahwa beberapa negara menawarkan uang agar Allen membuat film di negara mereka.

“Anda bisa memberitahunya bahwa Woody Allen sedang bersama saya di Paris, dan banyak negara menawarkan uang kepadanya untuk membuat film di negara mereka, seperti Midnight in Paris, Christian Barcelona, Bop, Rome, dll,” tulis Epstein.

Dilaporkan CNA, pernyataan Anwar ini muncul setelah desakan dari sayap pemuda Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) yang meminta klarifikasi mengenai dugaan interaksi Perdana Menteri, baik langsung maupun tidak langsung, dengan Epstein atau pihak-pihak yang disebut dalam dokumen DOJ.

Baca juga artikel terkait JEFFREY EPSTEIN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra