Menuju konten utama

Bali dan Jakarta Ada di Epstein Files, Kenapa & Apa Isinya?

Bali dan Jakarta muncul dalam Epstein Files yang dirilis AS. Kenapa bisa ada daerah di Indonesia dalam kasus Jeffrey Epstein? Simak penjelasannya.

Bali dan Jakarta Ada di Epstein Files, Kenapa & Apa Isinya?
Sebuah poster yang menampilkan Jeffrey Epstein dan Presiden AS Donald Trump dengan teks dalam bahasa Greenland "YA NATO TIDAK PEDOFILIA" dipajang di halte bus di Nuuk, Greenland, pada 24 Januari 2026. AFP/Jonathan NACKSTRAND / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada 30 Januari 2026 menyebut daerah di Indonesia, yaitu Bali dan Jakarta. Apa isinya?

Selain mengungkap beberapa nama besar dunia, Epstein Files juga memuat banyak catatan perjalanan yang pernah dilakukan oleh Jeffrey Epstein semasa hidupnya.

Epstein banyak melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk ke Indonesia. Orang-orang atau daerah yang muncul dalam berkas tersebut bukan berarti terindikasi melakukan kesalahan.

Banyak dari mereka yang diidentifikasi dalam berkas atau dalam rilis sebelumnya yang terkait dengan Epstein telah membantah melakukan kesalahan apa pun.

Bali dan Jakarta, Indonesia Ada di File Epstein, Apa Isinya?

Epstein Files mengungkap foto-foto dari Epstein dan para tokoh dunia yang disebut punya hubungan dengannya sedang menikmati perjalanan di beberapa negara, termasuk perjalanannya ke Asia.

Ada foto mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton bersama Ghislaine Maxwell yang diketahui adalah tangan kanan Epstein, sedang berendam di sebuah hotel di Brunei pada 2022 lalu.

Foto Epstein dan Maxwell juga ditemukan di Bali, Indonesia sedang berada di sebuah toko di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.

Nama Bali dan Jakarta muncul dalam berbagai dokumen terkait Jeffrey Epstein, berdasarkan data dari flight logs (catatan penerbangan).

Dalam sebuah email yang dikirimkan Bill Gates, pendiri Microsoft, pada Epstein, ia menyebutkan jika ia baru saja tiba di Jakarta dan punya waktu transit dua jam sebelum bertolak ke Bali menggunakan maskapai asal Indonesia.

Salah satu dokumen yang paling banyak dibahas adalah file berlabel EFTA00129111.pdf. Di dalamnya terdapat surat serta foto-foto sensitif, termasuk satu gambar dengan keterangan “Before a group/gang training exercise in Bali”.

Netizen mengaitkan file ini dengan kebun Epstein di New Mexico. Kebun dan peternakan Jeffrey Epstein di New Mexico, yang dikenal sebagai Zorro Ranch, menjadi sorotan karena disebut-sebut sebagai tempat di mana Epstein berencana membuat apa yang dia sebut sebagai “pabrik bayi”, yaitu rencana untuk “membiakkan” anak-anak dengan tujuan yang sangat mencurigakan dan kriminal.

Meski disebut dalam dokumen tersebut, namun belum diketahui pasti apa kaitan antara Bali dengan perkebunan Epstein di New Mexico.

Anda bisa mengakses Epstein Files ini melalui link berikut: Epstein Files PDF.

Siapa Jeffrey Epstein?

Jeffrey Epstein adalah pengusaha kaya di Amerika Serikat yang juga merupakan seorang penjahat seksual. Ia melakukan pelecehan seksual terhadap banyak anak perempuan.

Epstein memiliki jaringan pertemanan luas, termasuk tokoh politik, pebisnis, dan orang-orang berpengaruh, hal itu terbukti dari foto-foto yang terungkap ke publik.

Epstein lahir pada 20 Januari 1953 di New York City. Pada 1970-an, Epstein memulai karier di sektor perbankan dan keuangan dengan bekerja di Bear Stearns, bank investasi.

Pada 1982, Jeffrey Epstein mendirikan perusahaannya sendiri di sektor tersebut dengan nama J. Epstein and Co dan mampu mengelola aset klien senilai lebih dari 1 miliar dolar AS.

Epstein dekat dengan para pesohor dan pejabat. Ia juga tercatat membeli rumah besar di Florida, peternakan di New Mexico, dan rumah pribadinya dikatakan juga salah satu yang paling besar di New York.

Epstein terjerat kasus perdagangan seks, dengan korban anak-anak perempuan, sejak 6 Juli 2019. Epstein ditangkap di Bandara Teterboro, New Jersey, Amerika Serikat, setelah tiba dari Prancis.

Selama bertahun-tahun, Jeffrey Epstein melakukan eksploitasi seksual dan pelecehan terhadap puluhan gadis di bawah umur di rumahnya di Manhattan, New York, dan Palm Beach, Florida, di antara lokasi lainnya.

Epstein juga dituduh membayar korban tertentu untuk merekrut gadis-gadis lain yang akan mengalami penganiayaan serupa. Inilah yang membuat jumlah korban Epstein meningkat. Sasaran pelecehan seksual Epstein adalah gadis-gadis berusia 14 tahun.

Setelah penangkapan Jeffrey Epstein, penggeledahan segera dilakukan terhadap rumahnya di New York City. Menurut New York Times, penggeledahaan tersebut menghasilkan temuan foto-foto gadis telanjang yang tergolong di bawah umur.

Epstein ditahan di Pusat Permasyarakatan Metropolitan New York. Namun, Epstein selalu mengaku tidak bersalah. Pada 24 Juli 2019, Epstein ditemukan setengah sadar di penjara. Terdapat bekas luka di lehernya yang diduga sebagai akibat dari percobaan gantung diri.

Selang beberapa pekan, Epstein ditemukan tewas karena bunuh diri pada 10 Agustus 2019. Kematian tersebut terjadi sebelum Epstein menjalani sidang tuntutan tingkat federal.

Baca juga artikel terkait JEFFREY EPSTEIN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra