tirto.id - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis "Epstein files" atau dokumen-dokumen terkait penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein, melalui situs web.
Dokumen-dokumen tersebut memuat foto-foto mantan Presiden AS Bill Clinton bersama Epstein yang belum pernah dirilis sebelumnya.
Sejumlah wajah terkenal termasuk dalam kumpulan berkas pertama, selain Bill Clinton, ada Andrew Mountbatten-Windsor, musisi Mick Jagger dan Michael Jackson.
Orang-orang yang muncul dalam berkas tersebut bukan berarti terindikasi melakukan kesalahan.
Banyak dari mereka yang diidentifikasi dalam berkas atau dalam rilis sebelumnya yang terkait dengan Epstein telah membantah melakukan kesalahan apa pun.
Beberapa dokumen disensor penuh. Selain itu, Departemen tidak membuka semua dokumen, meskipun undang-undang yang baru disahkan mewajibkan mereka melakukannya.
Beberapa korban juga menyatakan frustrasi karena mereka kesulitan menemukan informasi tentang kasus mereka sendiri.
Apa Isi Epstein Files?
Epstein Files adalah kumpulan dokumen yang berisi fakta, dugaan, dan bukti terkait kejahatan seksual Jeffrey Epstein dan jaringannya, yang hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan dan kontroversi.
Menurut penelusuran media ABC, Epstein Files berisi ribuan foto yang menampilkan selebriti, bintang rock, dan rekan-rekan Epstein yang terkenal.
Epstein files juga memuat dokumen pengadilan, catatan investigasi, daftar nama, email, kesaksian, dan bukti lain.
Dokumen tersebut mengungkap beberapa fakta seperti siapa saja yang berhubungan dengan Epstein, sispa yang diduga terlibat dalam kehajatan seksual, dan bagaimana jaringan pelecehan seksual itu bekerja.
Banyak nama orang berpengaruh disebut dalam dokumen, tapi tidak semuanya diproses hukum. Sebagian dokumen disensor (dirahasiakan) atau tidak dibuka ke publik
Publik AS menuntut transparansi dan keadilan, terutama bagi para korban. Ada tudingan bahwa pemerintah AS dan lembaga hukum mberusaha menutup-nutupi informasi ini.
Setiap kali ada dokumen baru dibuka, seperti kali ini, muncul kembali perdebatan soal siapa yang dilindungi dalam kasus tersebut.
Sebagian besar foto tidak memiliki konteks kapan atau di mana foto tersebut diambil, dan banyak wajah orang telah disensor.
Orang yang wajahnya sering muncul dalam berkas-berkas tersebut adalah mantan presiden AS Bill Clinton.
More pictures of Jeffrey Epstein with young children have been released by the DOJ.
— AF Post (@AFpost) December 19, 2025
Follow: @AFpostpic.twitter.com/XcW1R6SrpY
Beberapa foto menunjukkan dia berenang di kolam bersama Ghislaine Maxwell, seorang rekan dekat Epstein yang sekarang menjalani hukuman penjara karena perdagangan seks.
Sebagian besar foto Clinton menunjukkan dia bersama wanita-wanita yang wajahnya telah disensor.
Di antara foto yang dirilis pada Jumat (19/12) terdapat banyak yang telah disensor, termasuk pernyataan polisi, laporan investigasi, dan sejumlah foto.
Mengutip BBC, di antara dokumen-dokumen tersebut terdapat laporan insiden setebal 96 halaman dari Departemen Kepolisian Palm Beach, tertanggal 25 Juli 2006.
Banyak nama yang disensor, tetapi laporan tersebut mencakup informasi dari para korban yang telah diwawancarai, termasuk deskripsi percakapan di mana seorang wanita mengatakan "jika Jeff menanyakan usianya [nama yang disensor], dia harus mengatakan bahwa dia berusia 18 tahun".
Siapa Jeffrey Epstein?
Jeffrey Epstein adalah pengusaha kaya di Amerika Serikat yang juga merupakan seorang penjahat seksual. Ia melakukan pelecehan seksual terhadap banyak anak perempuan
Epstein memiliki jaringan pertemanan luas, termasuk tokoh politik, pebisnis, dan orang-orang berpengaruh, hal itu terbukti dari foto-foto yang terungkap ke publik.
Epstein lahir pada 20 Januari 1953 di New York City. Pada 1970-an, Epstein memulai karier di sektor perbankan dan keuangan dengan bekerja di Bear Stearns, bank investasi.
Pada 1982, Jeffrey Epstein mendirikan perusahaannya sendiri di sektor tersebut dengan nama J. Epstein and Co dan mampu mengelola aset klien senilai lebih dari 1 miliar dolar AS.
Epstein dekat dengan para pesohor dan pejabat. Ia juga tercatat membeli rumah besar di Florida, peternakan di New Mexico, dan rumah pribadinya dikatakan juga salah satu yang paling besar di New York.
Epstein terjerat kasus perdagangan seks, dengan korban anak-anak perempuan, sejak 6 Juli 2019. Epstein ditangkap di Bandara Teterboro, New Jersey, Amerika Serikat, setelah tiba dari Prancis.
Selama bertahun-tahun, Jeffrey Epstein melakukan eksploitasi seksual dan pelecehan terhadap puluhan gadis di bawah umur di rumahnya di Manhattan, New York, dan Palm Beach, Florida, di antara lokasi lainnya.
Epstein juga dituduh membayar korban tertentu untuk merekrut gadis-gadis lain yang akan mengalami penganiayaan serupa. Inilah yang membuat jumlah korban Epstein meningkat. Sasaran pelecehan seksual Epstein adalah gadis-gadis berusia 14 tahun.
Setelah penangkapan Jeffrey Epstein, penggeledahan segera dilakukan terhadap rumahnya di New York City. Menurut New York Times, penggeledahaan tersebut menghasilkan temuan foto-foto gadis telanjang yang tergolong di bawah umur.
Epstein ditahan di Pusat Permasyarakatan Metropolitan New York. Namun, Epstein selalu mengaku tidak bersalah. Pada 24 Juli 2019, Epstein ditemukan setengah sadar di penjara. Terdapat bekas luka di lehernya yang diduga sebagai akibat dari percobaan gantung diri.
Selang beberapa pekan, Epstein ditemukan tewas karena bunuh diri pada 10 Agustus 2019. Kematian tersebut terjadi sebelum Epstein menjalani sidang tuntutan tingkat federal.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





























