tirto.id - Sosok Jeffrey Epstein kembali viral setelah pencopotan gelar dan pengusiran Pangeran Andrew oleh Raja Charles III dari keluarga kerajaan Inggris. Simak sosok Jeffry Epstein dan kaitannya dengan Pangeran Andrew berikut.
Pangeran Andrew dipaksa melepaskan gelar kehormatannya sebagai keluarga kerajaan Inggris. Raja Charles III meminta Andrew untuk keluar dari kediamannya dan menjalani kehidupan sebagai rakyat biasa.
Profil Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein lahir pada 20 Januari 1953 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Ia adalah seorang ahli keuangan AS sekaligus pelaku kejahatan seks yang dikenal karena keterlibatannya dalam jaringan perdagangan seks perempuan dan anak di bawah umur.
Epstein membangun kekayaannya melalui karier di dunia keuangan, terutama setelah bekerja di perusahaan investasi Bear Stearns dan kemudian mendirikan perusahaannya sendiri, J. Epstein & Company, yang mengelola aset individu dengan kekayaan di atas satu miliar dolar.
Dikutip laman Britanica, reputasi Epstein sebagai pengelola keuangan sukses membawanya ke lingkaran sosial yang terdiri dari orang-orang paling berpengaruh di dunia, termasuk miliarder, politisi, selebritas, dan bahkan anggota keluarga kerajaan Inggris.
Namun di balik kehidupan glamor dan hubungan elit tersebut, Epstein menjalankan kegiatan kriminal yang sistematis, mengeksploitasi perempuan muda dan gadis di bawah umur di sejumlah propertinya di Amerika Serikat dan Kepulauan Virgin AS.
Epstein lahir dari keluarga Yahudi kelas menengah di Sea Gate, Brooklyn. Ayahnya, Seymour, bekerja sebagai tukang kebun untuk Dinas Taman Kota New York, sedangkan ibunya, Paula, adalah ibu rumah tangga.
Sejak kecil ia dikenal cerdas, unggul dalam matematika, dan memiliki bakat musik. Meski tak pernah menyelesaikan kuliahnya di New York University, Epstein berhasil meniti karier di dunia pendidikan dengan mengajar fisika dan matematika di Dalton School, sebuah sekolah swasta bergengsi di Manhattan.
Setelah direkrut ke Bear Stearns pada pertengahan 1970-an, Epstein cepat menanjak dan menjadi mitra terbatas pada 1980. Namun, ia meninggalkan perusahaan setahun kemudian untuk mendirikan bisnisnya sendiri yang bergerak di bidang manajemen kekayaan pribadi bagi para ultra-kaya, salah satunya miliarder Leslie H. Wexner, pemilik jaringan ritel Victoria’s Secret.
Pada 1990-an, Epstein mulai mengalihkan operasional bisnisnya ke wilayah bebas pajak di Kepulauan Virgin AS. Ia memiliki sejumlah properti mewah termasuk pulau pribadi Little St. James, yang kemudian dijuluki publik sebagai “Pulau Seks.”
Di tempat inilah, menurut banyak laporan, Epstein menjebak dan memperdagangkan perempuan muda untuk melayani dirinya serta tamu-tamunya yang berpengaruh. Ia juga memiliki pesawat jet pribadi yang dijuluki “Lolita Express,” diduga digunakan untuk membawa para korban dan tamu elit, di antaranya mantan Presiden Bill Clinton, Donald Trump, pengacara Alan Dershowitz, dan Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris.
Kasus kriminal Epstein pertama kali terungkap pada 2005 di Palm Beach, Florida, ketika polisi menerima laporan dari seorang ibu yang mengaku anak tirinya berusia 14 tahun dilecehkan oleh “seorang pria kaya bernama Jeff.”
Investigasi yang dilakukan FBI mengungkap puluhan korban lain, dan pada 2008 Epstein mengaku bersalah atas dua dakwaan ringan yaitu meminta prostitusi dan melibatkan anak di bawah umur.
Ia hanya menjalani 13 bulan hukuman penjara yang dianggap sangat ringan mengingat beratnya kejahatan. Hal itu memicu kemarahan publik dan menjadi simbol ketimpangan hukum bagi kalangan kaya raya.
Skandal Epstein mencuat kembali pada 2018 setelah laporan investigatif Miami Herald mengungkap lebih dari 80 korban yang belum mendapatkan keadilan. Tahun berikutnya, Epstein ditangkap lagi di Bandara Teterboro, New Jersey, atas tuduhan perdagangan seks internasional.
Namun sebelum persidangan dimulai, ia ditemukan tewas gantung diri di sel penjara Manhattan pada 10 Agustus 2019.
Apa Kaitan Jeffrey Epstein dengan Pangeran Andrew?
Pangeran Andrew pertama kali bertemu Jeffrey Epstein pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Keduanya diketahui memiliki hubungan sosial dan bisnis, meskipun tidak ada bukti bahwa Andrew secara finansial terlibat dalam kegiatan kriminal Epstein.
Andrew dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap Virginia Giuffre, yang merupakan salah satu korban Epstein. Giuffre mengklaim bahwa dia dipaksa oleh Epstein untuk melakukan hubungan seksual dengan Andrew saat masih di bawah umur.
Tuduhan ini menjadi inti dari kontroversi yang memicu tekanan publik terhadap anggota kerajaan. Meskipun Andrew secara pribadi membantah tuduhan tersebut, hubungan dengan Epstein merusak reputasinya.
Akibatnya, pada 2022, Andrew mencapai penyelesaian hukum secara finansial dengan Virginia Giuffre melalui gugatan sipil, tanpa mengakui kesalahan secara hukum. Skandal ini juga mendorong Raja Charles mencabut gelar dan peran resmi Andrew dalam keluarga kerajaan.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





























