tirto.id - Mecimapro adalah promotor konser K-Pop ternama di Indonesia. Semenjak berdiri, ia rutin mendatangkan jajaran artis asal Negeri Gingseng ke tanah air.
Di tengah reputasinya sebagai pemain besar industri hiburan, nama Mecimapro kini terseret kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana.
Direktur Mecimapro berinisial FDM resmi ditahan Polda Metro Jaya terkait konser TWICE di Jakarta pada Desember 2023.
Penahanan baru dilakukan pada September 2025 usai pemeriksaan sejumlah saksi dan laporan dari pihak rekanan, PT Media Inspirasi Bangsa (MIB).
Mecimapro merupakan promotor besar yang pernah menghadirkan SEVENTEEN, Super Junior, Stray Kids, dan ITZY. Ia dikenal memikat ribuan penggemar dan mengokohkan posisinya di pasar konser K-Pop Indonesia.
Akan tetapi, reputasinya terusik oleh kontroversi terkait sistem tiket, pembatasan fan project, dan refund yang macet sehingga memicu protes warganet. Isu ini kembali mencuat setelah direktur perusahaan tersandung kasus hukum.
Profil Perusahaan Promotor Mecimapro
Mecimapro berdiri pada 2015 di bawah naungan PT Melani Citra Permata. Didirikan oleh Fransiska Dwi Melani, promotor ini fokus menghadirkan konser dan acara bertema budaya Korea di Indonesia. Sejak awal, Mecimapro menjadi jembatan antara industri hiburan Korea dan penggemar tanah air.
Selain konser musik, Mecimapro juga rutin menggelar fanmeeting, festival hiburan hingga acara interaksi antara idola Korea dengan penggemarnya. Tujuannya adalah memperkenalkan budaya populer Korea, mulai dari musik sampai drama. Kehadirannya pun memperkuat tren Hallyu di pasar hiburan nasional.
Promotor ini pernah menggelar sejumlah konser besar dari artis papan atas Korea Selatan. Pada 2022, mereka mendatangkan SEVENTEEN, Stray Kids, Super Junior hingga (G)I-DLE ke Jakarta. Sementara di 2023, Mecimapro menghadirkan ITZY, Treasure, Woodz, Young K, dan TWICE dalam tur dunia mereka.
Daftar Kasus Promotor Mecimapro
Sepanjang perjalanan bisnisnya, Mecimapro tidak hanya menghadirkan konser besar tapi juga kerap tersandung berbagai kontroversi.
Mulai dari masalah teknis, tiket hingga dugaan penggelapan dana. Sejumlah kasus yang menimpa promotor ini sering menjadi sorotan media dan penggemar.
Berikut beberapa kasus yang mencuat:
1. Kontroversi Konser SEVENTEEN “Diamond Edge in Jakarta” (2017)
Konser ini memunculkan protes besar karena perubahan seat plan di hari pelaksanaan. Penonton juga mengeluhkan kekacauan saat sesi send off berlangsung.Tagar #ShameOnYouMecimaPro sempat trending di media sosial sebagai bentuk kekecewaan fans.
2. Masalah Layanan dan Sistem Tiket Konser SEVENTEEN dan Super Junior (2022)
Mecimapro dikritik karena sistem ticketing yang dianggap kacau saat konser SEVENTEEN “Be The Sun” dan Super Junior “Super Show 9”.Penonton menuding adanya penimbunan tiket dan larangan fan project tanpa alasan jelas. Pihak promotor sempat memberikan klarifikasi, namun protes penggemar tetap meluas.
3. Kisruh Refund Tiket Konser IVE (2024)
Penundaan konser IVE menimbulkan masalah refund yang belum tuntas. Banyak pembeli tiket mengaku belum menerima dana pengembalian meski sudah mengajukan permohonan resmi.Komunitas penggemar, bahkan melayangkan surat terbuka kepada promotor karena tidak mendapat respons.
4. Kekacauan Konser Day6 di Jakarta (2025)
Mecimapro mengumumkan perubahan lokasi konser Day6 secara mendadak dari JIS ke Stadion Madya GBK. Keputusan ini memicu kekecewaan karena banyak penonton sudah menyiapkan akomodasi lebih awal. Proses refund yang dijanjikan pun berjalan lambat dan belum seluruhnya selesai hingga kini.5. Polemik Queue Number di Konser Treasure (2024)
Penonton konser Treasure Relay Tour Reboot mengeluhkan sistem antrian yang tidak sesuai harga tiket. Beberapa pemilik tiket kategori mahal justru mendapat nomor antrean lebih belakang. Kondisi ini menimbulkan dugaan ketidakadilan dalam sistem distribusi tiket.6. Kekacauan Penukaran Tiket Konser SEVENTEEN “Right Here” (2025)
Aturan penukaran tiket hanya di Lotte Mall Jakarta menimbulkan antrean panjang hingga ke luar area mal. Penggemar mengeluhkan sistem yang dianggap merepotkan dan tidak efisien. Bahkan, salah satu penonton dilaporkan mengalami kecelakaan saat mengantre.7. Kasus Dugaan Penggelapan Dana Konser TWICE “Ready to Be” (2023)
Kasus terbaru melibatkan direktur Mecimapro, Fransiska Dwi Melani, yang ditahan Polda Metro Jaya. Ia diduga menggelapkan dana investasi dari PT Media Inspirasi Bangsa (MIB) senilai puluhan miliar rupiah.Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Konser dapat klik tautan di bawah ini.
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id

































