tirto.id - 3I/Atlas Komet diperkirakan melintasi tata surya kita saat ini. Muncul anggapan jika komet ini mirip dengan fenomena alien atau makhluk luar angkasa. Cek fakta-faktanya berikut.
3I/Atlas Komet adalah komet antar bintang atau yang disebut Interstellar Comet, berasal dari sistem bintang lain, terbentuk dari sisa material di sana. Biasanya mereka “terlempar” dari sistem asalnya oleh gravitasi bintang lain dan akhirnya melintas ke tata surya kita.
Hingga kini baru ada tiga komet antar bintang yang pernah terdeteksi antara lain 1I/ʻOumuamua yang ditemukan pada tahun 2017, 2I/Borisov pada tahun 2019), dan 3I/ATLAS yang ditemukan pada 2025 ini.
3I/Atlas Komet memasuki tata surya kita di dekat bidang orbit planet-planet. Komet ini melintas relatif dekat dengan planet Jupiter, Mars, dan Venus, lalu keluar kembali ke ruang antar bintang.
Komet 3I/ATLAS diprediksi mencapai perihelion, titik terdekatnya dengan Matahari, pada sekitar 29–30 Oktober 2025, dengan jarak sekitar 1,4 satuan astronomi (AU) atau sekitar 210 juta kilometer.
Posisi ini berada lebih jauh dari orbit bumi, namun sedikit lebih dekat dibanding orbit Mars. Karena letaknya yang berada di sisi Matahari saat itu, komet ini sulit diamati langsung dari bumi pada waktu perihelion.
Sebelum 2017, manusia belum pernah melihat objek dari luar tata surya, karena begitu langka dan tak terduga, banyak yang menduga jika komet antar bintang adalah bentuk dari makhluk luar angkasa yang disebut alien.
Namun dugaan ini dibantah oleh seorang ilmuwan, Michael Kuppers yang melihat 3I/Atlas Komet memiliki konsistensi komet alami salah satunya adalah terlihat aktivitas sublimasi es air dan karbon dioksida, bukan mesin atau logam buatan.
“Tampak seperti komet dan berperilaku seperti komet, tidak ada alasan menganggapnya sesuatu yang lain,” ujar Kuppers dikutip The Guardian.
Fakta-fakta 3I/Atlas Komet
Berikut fakta-fakta terkait 3I/Atlas Komet:
1. 3I/Atlas Komet Adalah Objek Antarbintang (Interstellar Object)
Komet ini adalah jenis komet antar-bintang (interstellar comet) yaitu objek es dan debu yang tidak terbentuk di dalam tata surya kita, melainkan berasal dari sistem bintang lain.
2. Orbit Hiperbolik
Komet antar-bintang seperti 3I/ATLAS dan 2I/Borisov punya kecepatan sangat tinggi. Setelah melintasi tata surya, lintasannya terbuka seperti huruf “V” besar, mereka tidak akan pernah kembali lagi.
3. Fenomena Anti Tail
Berdasarkan citra Teleskop Hubble, komet ini memiliki fenomena unik yaitu “anti-tail”, bagian coma yang tampak mengembang ke arah Matahari, kemungkinan akibat sublimasi es yang tidak merata.
4. Titik Terdekat
Komet ini diperkirakan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari di akhir Oktober 2025, di dalam orbit Mars.
5. Tidak Berbahaya
Semua komet antar-bintang yang telah ditemukan melintas jauh dari bumi, memiliki lintasan yang tidak mengarah ke tabrakan.
Karena kecepatannya sangat tinggi, mereka tidak bisa tertangkap gravitasi Bumi atau Matahari, sehingga bisa dipastikan komet ini tidak berbahaya.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































