Menuju konten utama

Update 3I/ATLAS Hari Ini, Benarkah Komet & Apa Penjelasannya?

Update 3I/ATLAS hari ini, benarkah komet dan apa penjelasan seputar objek antarbintang yang sedang mendekati matahari ini?

Update 3I/ATLAS Hari Ini, Benarkah Komet & Apa Penjelasannya?
komet 3i atlas. wikimedia/https://noirlab.edu/public/images/noirlab2525b/

tirto.id - Bagaimana update 3I/ATLAS, objek antarbintang yang saat ini melintas di tata surya kita? Apakah benar objek yang juga dikenal sebagai C/2025 N1 (ATLAS) ini benar-benar komet? Lantas, apakah 3I/ATLAS berbahaya bagi bumi?

Dikutip dari NASA, 3I/ATLAS adalah objek dari luar tata surya yang masuk kategori objek antarbintang. Pasalnya, lintasan orbitnya berbentuk hiperbolik, alias tidak mengikuti lintasan orbit tertutup mengelilingi matahari.

3I/ATLAS tidak berbahaya terhadap bumi jika mengacu pada jaraknya dari planet kita. Jarak terdekat objek antarbintang ini dengan bumi sekitar 270 juta kilometer. Sementara itu, titik terdekatnya dengan matahari terjadi pada sekitar 30 Oktober 2025, dengan jarak 210 juta kilometer, tepat di dalam orbit Mars.

Asumsi bahwa 3I/ATLAS adalah wahana antariksa luar angkasa muncul dari tulisan Avi Loeb pada 16 Juli 2025. Loeb mengklaim bahwa objek ini memiliki karakteristik "anomali" versinya.

Misalnya, ukurannya yang terlalu besar untuk disebut sebagai asteroid antarbintang. Selain itu, lintasan 3I/ATLAS diklaimnya tidak selaras dengan bidang ekliptika tata surya. Lantas, adakah sanggahan terhadap tulisan Loeb?

Apa Itu 3I/ATLAS & Benarkah Komet?

Penamaan 3I dalam 3I/ATLAS merujuk fakta bahwa objek tersebut adalah objek antarbintang ketiga yang dapat dikonfirmasi oleh umat manusia memasuki sistem Tata Surya. Sebelumnya, ada 1I/ʻOumuamua pada 2017 dan 2I/Borisov pada 2019.

Lantas, dari mana kata ATLAS berasal? Komet umumnya dinamai berdasarkan penemunya. Dalam hal ini yang menemukan objek tersebut adalah teleskop survei ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System) di Rio Hurtado, Chili. Pengamatan objek ini pertama kali dilaporkan pada 1 Juli 2025.

Lantas, apakah 3I/ATLAS benar-benar komet? Bukti pengamatan menunjukan bahwa objek antarbintang tersebut memiliki koma dan ekor yang menguat saat objek menerima pemanasan matahari. Tanda-tanda tersebut merupakan ciri khas perilaku komet.

3I/ATLAS diperkirakan mencapai perihelion (titik terdekat ke matahari) sekitar 29–30 Oktober 2025, pada jarak kira-kira 1,4 AU atau 210 juta kilometer. Jarak ini lebih jauh dari orbit Bumi dan sedikit di dalam orbit Mars. Karena konfigurasinya saat perihelion, 3I/ATLAS ini tidak mudah terlihat dari Bumi pada detik-detik perihelion.

Akan tetapi, wahana dan observatorium yang berada di lokasi lain di tata surya, khususnya wahana di sekitar Mars dan beberapa teleskop yang dapat memandang di sisi lain matahari, dapat memantau aktivitas 3I/ATLAS. Menurut NASA, setelah perihelion, objek tersebut akan muncul kembali di sisi lain matahari pada awal Desember 2025, sehingga memungkinkan pengamatan ulang.

Apakah 3I/ATLAS Jadi Ancaman bagi Bumi?

Semua perhitungan orbit hingga saat ini menunjukkan 3I/ATLAS tidak melewati dekat Bumi dan tidak menimbulkan ancaman dampak apa pun. Terkait klaim Avi Loeb terkait karakteristik objek antarbintang ini yang anomali, ia sendiri sendiri menyimpulkan bahwa yang paling mungkin dari 3I/ATLAS adalah "objek antarbintang yang sepenuhnya alami, bisa jadi sebuah komet".

Banyak astronom yang menegaskan bahwa 3I/ATLAS memang komet.Misalnya, Darryl Seligman yang menyebutkan bahwa pengamatan teleskopik terhadap 3I/ATLAS menunjukkan bahwa objek tersebut menampilkan tanda-tanda klasik aktivitas komet. Belakangan, didapati bahwa 3I/ATLAS mengandung CO2, air, CO, dan zat-zat lain yang umumnya ditemukan pada komet.

Berikut adalah timeline lintasanobjek antarbintang 3I/ATLAS dan perkiraan dalam kalender.

Tanggal / PeriodePeristiwaKeterangan
7 Mei 2025Objek mulai terekam sebelum penemuan formalAnalisis menunjukkan bahwa 3I/ATLAS aktif ketika berada dalam jarak 17 AU dari Matahari.
25-29 Juni 2025Penemuan awal oleh sistem survei, sebelum pengumuman resmiData dari observatorium seperti Zwicky Transient Facility (ZTF) ikut menangkap objek ini.
1 Juli 2025Penemuan resmi oleh Asteroid Terrestrial‑impact Last Alert System (ATLAS) di ChileObjek diberi penamaan awal (A11pl3Z) dan kemudian dikonfirmasi sebagai objek interstellar “3I”.
2-3 Juli 2025Awal observasi menunjukkan koma/tanda aktivitas kometBeberapa teleskop besar melaporkan awan gas/debu di sekitar inti
31 Juli – 1 Agustus 2025Deteksi awal air (OH) dalam spektrum ultravioletStudi menunjukkan produksi air ~1.35×10²⁷ molekul/s pada jarak ~3.51 AU.
3 Oktober 2025Objek mendekati planet Mars (~0.21 AU)Objek melintas relatif dekat Mars sehingga wahana Mars dapat melakukan pengamatan.
29-30 Oktober 2025Perihelion — titik terdekat ke Matahari (~1.36 AU)Aktivitas sublimasi es dan debu memuncak.
21 Oktober 2025Konjungsi dengan Matahari dari perspektif BumiObjek ini tersembunyi di sisi yang sama dengan matahari sehingga sulit diamati dari Bumi.
Awal November 2025Kembali terlihat dari BumiObservasi dari bumi mungkin dilakukan
19 Desember 2025Jarak terdekat ke Bumi (~1.79 AU)Meskipun masih jauh, ini salah satu titik untuk pengamatan.
16 Maret 2026Pendekatan ke Jupiter (~0.36 AU)Objek melintas lebih jauh keluar dari Tata Surya.

Baca juga artikel terkait KONTEN VIRAL atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya