Menuju konten utama

Profil Onadio Leonardo, Jejak Karier, hingga Kasus Narkoba

Simak perjalanan karier Leonardo Onadio alias Onad, yang kini ditangkap dugaan kasus narkoba. Ini karier Onad dari Killing Me Inside hingga jadi host.

Profil Onadio Leonardo, Jejak Karier, hingga Kasus Narkoba
Onadio Leonardo saat ditemui usai pemutaran perdana film "Pretty Boys" di Jakarta, Senin (16/9/2019). (ANTARA/Yogi Rachman)

tirto.id - Artis sekaligus musisi, Onadio Leonardo, ditangkap Polda Metro Jaya terkait dugaan penyalahgunaan narkoba pada Jumat (31/10/2025). Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Ahmad David mengonfirmasi penangkapan pria yang akrab disapa Onad tersebut.

“Benar (ditangkap)," kata Kombes Pol Ahmad David, Jumat, dikutip dari ANTARA.

Sejauh ini, polisi belum menjelaskan kronologi penangkapan eks vokalis Killing Me Inside dan barang bukti apa saja yang diamankan. Kombes Pol Ahmad David mengatakan, saat ini polisi sedang melakukan pemeriksaan intens terhadap Onad.

"Nanti akan diinfokan setelah pemeriksaan, ya," ujar Ahmad.

Profil Onadio Leonardo Perjalanan Karier dari Killing Me Inside

Onadio Leonardo yang lahir 4 Januari 1990, merupakan seorang artis yang mengawali kariernya sebagai musisi. Onad dikenal luas setelah membentuk sekaligus membesarkan band Killing Me Inside. Kemunculan Killing Me Inside circa 2005, sekaligus jadi kepingan penting perkembangan scene emo di Indonesia.

Killing Me Inside terbentuk atas inisiasi Rendy (drum saat itu) dan Onad (basis) yang memang punya keinginan membentuk band emo. Mereka kemudian menyampaikan keinginan tersebut kepada Josaphat Klemens (gitaris), hingga setelahnya Fauzan alias Sansan turut bergabung sebagai vokalis dan Raka Cyril Damar sebagai gitaris.

Men, kita bikin band [emo] kayak gini, men,” kata Josaphat, menceritakan awal terbentuknya Killing Me Inside, dikutip dari konten YouTube “Ngobarr Bareng Gofar & Josaphat ‘Pengakuan Josaphat Killing Me Inside’.

“Awalnya berempat sebelum Sansan masuk,” tambah Josaphat.

Kemunculan Killing Me Inside disambut positif penikmat musik ‘poni lempar’ –sebutan gaya rambut yang kerap digunakan musisi dan penggemar emo– kala itu. Salah satu puncaknya, ialah saat Killing Me Inside mengeluarkan album studio bertajuk “A Fresh Start for Something New (2009)”, dengan "The Tormented" sebagai salah satu lagu andalannya.

Namun di tengah jalan, Killing Me Inside ditinggal beberapa personelnya. Raka sang gitaris, tiba-tiba bergabung dengan Vierra/Vierratale. Sedangkan Sansan, memilih hengkang ke unit pop punk bentukan Dochi Sadega, Pee Wee Gaskins.

Dalam beberapa wawancara, Onad mengakui kepergian personelnya sempat menciptakan intrik panas, terutama persaingan antara Killing Me Inside dan Vierra.

Akan tetapi, kepergian personel-personel tersebut tak sepenuhnya membuat Killing Me Inside goyah. Band tersebut justru makin memperluas jangkauannya terutama setelah mereka menelurkan album self titled, yang juga diisi salah satu lagu paling populernya “Biarlah”.

Lagu "Biarlah", seperti beberapa kali diakui Onad, bisa dibilang sebagai salah satu proyek balas dendam atas kepergian personel lainnya. Sebab, "Biarlah" memang terdengar berbeda dengan warna lagu yang dibawakan Killing Me Inside sebelumnya.

Dari album ini, Killing Me Inside tidak hanya dikenal secara segmented di scene underground, namun juga menjamah industri mainstream. Lewat lagu “Biarlah” tersebut, Onad dan kawan-kawan kerap kali tampil di acara-acara televisi.

Melalui album self titled itu pula, nama Onad makin dikenal publik. Pasalnya dari sini, Onad dipercaya tampil sebagai frontman sekaligus vokalis baru Killing Me Inside menggantikan Sansan. Lebih lagi, kala itu Onad tampil berani dengan aksi-aksi panggunya yang nyentrik dan feminim.

Onad akhirnya hengkang dari Killing Me Inside sekitar tahun 2014. Sebaliknya, setelah ditinggal Onad, Killing Me Inside kerap melakukan perombakan personel, bahkan juga menganti jenama band menjadi Killms.

Meski keluar dari band, nama Onad tak lantas tenggelam. Setelah keluar dari band bentukannya sendiri tersebut, nama Onad justru makin dikenal sebagai artis multitalenta. Salah satu titik balik perjalanan karier Onad di industri hiburan tersebut ialah saat ia diundang tampil sebagai bintang tamu di Tonight Show NET TV pada 2015.

Setelahnya, Onad makin sering tampil di berbagai media, termasuk sebagai presenter hingga aktor. Salah satu gebrakannya, pada 2019, Onad dipercaya menjadi pemeran utama "Pretty Boys" dengan karakter Roni.

Belakangan, nama Onad juga masih sering tampil di berbagai konten. Ia juga punya kanal sendiri “The Leonardo’s” yang di-subsribe 1,2 juta pengguna. Pun Onad juga menjadi host utama di berbagai konten di kanal YouTube lain.

Sementara itu, Onad sebenarnya tak pernah sepenuhnya meninggalkan musik sejak hengkang dari Killing Me Inside. Ia kerap tampil dengan mantan personel Killing Me Inside dengan tajuk Reunion sejak 2019. Pun, ia juga membentuk unit musik lain bernama LYON sejak 2019.

Baca juga artikel terkait KASUS NARKOBA atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Iswara N Raditya