Menuju konten utama

Siapa Muhammad Ainul Yakin & Kenapa Viral Disorot Publik?

Komisaris Transjakarta, Muhammad Ainul Yakin, menjadi sorotan publik usai mengancam akan menggorok para pegawai Trans7. Simak profil Ainul Yakin di sini.

Siapa Muhammad Ainul Yakin & Kenapa Viral Disorot Publik?
Menteri Agama diwakili Tenaga Ahli Menteri Agama Muhammad Ainul Yakin. ANTARA/HO-Kemenag

tirto.id - Komisaris PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Muhammad Ainul Yakin menjadi sorotan publik karena mengancam akan menggorok para pegawai Trans7. Selaku Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, ia tidak menerima adanya siaran yang menghina kyai dan ulama Nahdlatul Ulama (NU).

"Trans7 telah menghina melalui siaran-siarannya. Terhadap kyai dan ulama Nahdlatul Ulama," ujar Yakin dalam video yang viral di X.

Ainul Yakin juga mengingatkan para pekerja yang masih muda agar tidak melupakan sejarah. Pasalnya para anggota Ansor dan Banser pernah ikut serta memperjuangkan negara begitu pula NU.

"Saudara-saudara TransTV [Trans7] yang masih muda-muda, kalian ingat sejarah. Sudah ribuan anak Ansor dan Banser tewas memperjuangkan republik ini. Kalian ada karena adanya Nahdlatul Ulama," imbuhnya.

Yakin kemudian mengancam akan menggorok leher pekerja bersama para kader-kader organisasinya. Lalu, menyetarakan kejadian ini layaknya peristiwa penggorokan Partai Komunis Indonesia oleh Banser dan menganggap darah orang yang menghina halal.

"Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian, seperti kader Banser menggorok PKI. Halal darah kalian apabila mengolok-olok ulama Nahdlatul Ulama," tambah Ainul.

Muhammad Ainul Yakin juga mengaku siap mengikuti perintah kyai jika memang diberikan arahan untuk menggorok. Kemudian, menuturkan bahwa pihak yang saat itu hadir di Kantor Trans7 hanya sebatas perwakilan.

"Kalian bayangkan seratus juta umat Nahdlatul Ulama. Apabila datang ke kantor kalian, kubakar ini. Saya kira tidak sampai 10 menit akan hangus ini," jelas Ainul.

Profil Komisaris Transjakarta Muhammad Ainul Yakin

Mengutip laman resmi tempatnya bekerja, Muhammad Ainul Yakin merupakan salah satu Komisaris PT Transjakarta. Ia juga sedang menduduki posisi Tenaga Ahli Menteri Agama Republik Indonesia periode 2024-2029.

Adapun pendidikan terakhirnya yang bergelar doktor diperoleh dari bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari Institut PTIQ Jakarta. Ia lulus dari perguruan tinggi tersebut pada 2024 silam.

Tepat pada tahun yang sama, Muhammad Ainul Yakin juga sempat menjadi Caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) DKI 2. Partai Golongan Karya (Golkar) mengusung Yakin sebagai caleg nomor urut 4.

Para pendukungnya bergabung di dalam satu nama sebagai Sahabat Yakin. Bahkan, mereka kerap menyuarakan dukungannya melalui akun Instagram dengan nama @sahabat_yakin.

Adapun Muhammad Ainul Yakin memiliki Instagram @muhammadainulyakin_. Melalui akun tersebut, pria ini tampak aktif dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat maupun organisasi keagamaan Islam.

Salah satu contoh organisasi yang diikuti Yakin, yaitu Gerakan Pemuda Ansor DKI Jakarta. Ia memegang peran sentral dalam organisasi tersebut sebagai Ketua Pimpinan Wilayah.

Pramono Anung selaku Gubernur Jakarta resmi mengangkat Yakin sebagai salah satu Komisaris Transjakarta awal Agustus 2025. Ada juga komisaris lain bernama Johan Budi Sapto Prabowo dan Zudan Arif Fakrulloh.

Mereka bertiga menduduki posisi yang sama menggantikan dua pendahulu. Para pejabat terdahulunya mencakup Mashuri Masyhuda (2022-2025) dan Bambang Eko Martono (2023-2025).

Organisasi Ansor Jakarta melalui akun Instagram @ansor.jakarta memberikan selamat atas pengangkatan Muhammad Ainul Yakin. Bahkan, mendoakan agar ketuanya ini mendapatkan keberkahan dan bisa menjalankan amanah.

Ingin melihat lebih banyak informasi seputar kasus-kasus dan berita terhangat yang disorot publik? Ikuti terus berbagai berita terbaru viral melalui tautan di bawah ini.

Kumpulan Berita Viral

Baca juga artikel terkait TRANSJAKARTA atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Syamsul Dwi Maarif