tirto.id - Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait Jeffrey Epstein, seorang mantan taipan keuangan yang dikenal luas sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap anak.
Jeffrey Epstein pertama kali didakwa pada tahun 2006 atas berbagai tuduhan kejahatan seksual, dan pada tahun 2008 ia menerima kesepakatan hukum (plea deal) yang membuatnya mendapat hukuman relatif ringan dibandingkan dengan beratnya kejahatan yang dituduhkan.
Namun, pada tahun 2019 ia kembali didakwa atas kasus baru yang berkaitan dengan perdagangan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Sebelum proses hukum tersebut selesai, Epstein meninggal dunia di dalam penjara, yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri. Kematian ini memicu perhatian dan kontroversi besar di seluruh dunia.
Epstein Files adalah kumpulan dokumen dan materi yang dijadikan barang bukti dalam berbagai kasus pidana yang melibatkan Epstein dan orang-orang di sekelilingnya.
Isinya antara lain buku kontak Epstein, catatan penerbangan pesawat pribadinya, serta dokumen-dokumen pengadilan. Sebagian dari berkas tersebut telah dirilis ke publik, meskipun dalam bentuk yang telah disunting atau disamarkan untuk melindungi privasi dan proses hukum.
Rangkuman Isi Epstein Files
Ada beberapa hal yang viral di media sosial mengenai isi Epstein Files, di antaranya adalah berikut ini:
1. Arab Saudi Kirim Potongan Kiswah ke Epstein
Berkas Epstein yang baru terungkap mengklaim bahwa potongan-potongan Kiswah (kain suci) Ka'bah dikirim dari Arab Saudi ke Jeffrey Epstein.Aziza Al-Ahmadi, seorang wanita Saudi yang tinggal di UEA, mengirim email pada tahun 2017 yang menjelaskan bahwa kain tersebut telah disentuh oleh sekitar 10 juta umat Muslim selama tawaf dan membawa doa, air mata, dan harapan mereka.
2. Ada Foto Pangeran Andrew dan Perempuan
Prince Andrew tortured and then had the female victim murdered according to the new Epstein file dump...👀 pic.twitter.com/QMRjKGO02x
— Isaac’s Army (@ReturnOfKappy) January 31, 2026
Selain itu, kota-kota di Indonesia seperti Bali dan Jakarta juga disebut dalam Epstein Files, meski hanya dalam konteks kunjungan Epstein untuk bertemu dengan orang-orang penting.
Ini merupakan pengungkapan dokumen terbesar yang pernah dilakukan pemerintah AS sejak diberlakukannya undang-undang baru tahun lalu yang mewajibkan dokumen-dokumen tersebut dipublikasikan.
Tokoh yang Disebut di File Epstein
Seperti diberitakan The Guardian, salah satu temuan paling menonjol dalam dokumen tersebut adalah keterlibatan beberapa nama baru, salah satunya Pangeran Andrew.
1. Hubungan Epstein dengan Pangeran Andrew
Email-email yang dirilis menunjukkan bahwa setelah Epstein selesai menjalani tahanan rumah akibat vonis tahun 2008, Pangeran Andrew diduga mengundangnya ke Istana Buckingham.Hal ini bertentangan dengan pernyataan Pangeran Andrew dalam wawancara terkenal tahun 2019, di mana ia mengklaim telah memutus hubungan dengan Epstein sejak vonis tersebut.
Dalam korespondensi tahun 2010, Epstein meminta waktu pribadi saat berkunjung ke London, dan Pangeran Andrew disebut menawarkan jamuan makan malam di Istana Buckingham dengan jaminan privasi.
Meskipun tidak ada kepastian apakah pertemuan itu benar-benar terjadi, beberapa bulan kemudian keduanya terlihat berjalan bersama di Central Park, New York, yang memperkuat dugaan bahwa hubungan mereka tetap berlanjut.
Dokumen juga mengungkap bahwa Epstein sempat menawarkan untuk mengenalkan Pangeran Andrew kepada seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun yang digambarkan sebagai “cerdas, cantik, dan dapat dipercaya”, dan tawaran ini disambut dengan antusias.
Selain itu, terdapat foto-foto dalam berkas yang menunjukkan Pangeran Andrew dalam posisi membungkuk di atas seorang perempuan tak dikenal yang terbaring di lantai, meskipun konteks foto tersebut tidak dijelaskan secara rinci.

2. Bantuan Uang untuk Sarah Ferguson & Mantan Duta Besar Inggris untuk AS
Mantan istri Pangeran Andrew, Sarah Ferguson, juga muncul dalam dokumen tersebut. Dalam sebuah email tahun 2009, satu tahun setelah Epstein divonis, Ferguson menyebut Epstein sebagai “saudara” yang selalu ia impikan.Ia juga mengisyaratkan bahwa dirinya dan kedua putrinya pernah bertemu Epstein, bahkan kemungkinan makan siang bersama, meskipun saat itu Epstein masih menjalani tahanan rumah.
Epstein diketahui memberikan sedikitnya £15.000 (sekitar Rp300 juta) kepada Ferguson untuk membantu melunasi utangnya, dan ada dugaan jumlah bantuan yang sebenarnya jauh lebih besar.
Walau Ferguson kemudian menyebut hubungannya dengan Epstein sebagai kesalahan besar, ia diketahui sempat mengirim email permintaan maaf secara pribadi kepada Epstein di kemudian hari.
Dokumen juga menunjukkan bahwa Epstein mengirimkan uang sebesar £10.000 kepada suami Lord Peter Mandelson, Reinaldo Avila da Silva, yang diduga untuk membiayai kursus osteopati.
Selain itu, terdapat email yang menunjukkan Mandelson meminta izin untuk menginap di salah satu properti Epstein saat Epstein menjalani hukuman yang mengizinkannya bekerja di luar penjara pada siang hari.
Mandelson mengakui bahwa mempertahankan hubungan dengan Epstein setelah vonis adalah tindakan yang keliru, namun menegaskan bahwa ia tidak terlibat atau mengetahui kejahatan Epstein. Ia sebelumnya dicopot dari jabatannya sebagai duta besar Inggris untuk AS setelah terungkap mengirim pesan dukungan kepada Epstein setelah vonis.
More pictures of Jeffrey Epstein with young children have been released by the DOJ.
— AF Post (@AFpost) December 19, 2025
Follow: @AFpostpic.twitter.com/XcW1R6SrpY
4. Nama Donald Trump Muncul Ratusan Kali di File Epstein Dalam dokumen yang sama, terdapat catatan FBI mengenai berbagai laporan dan tuduhan yang masuk terkait dugaan hubungan Donald Trump dengan Epstein.
Tuduhan-tuduhan tersebut dikumpulkan melalui hotline FBI dan sebagian besar tidak memiliki bukti yang kuat. Meskipun nama Trump muncul ratusan kali dalam berkas, Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan bersifat sensasional.
Trump sendiri mengakui pernah berteman dengan Epstein, namun membantah keras keterlibatan dalam kejahatan seksual dan menyatakan hubungan mereka telah berakhir sebelum Epstein dipenjara.
5. Elon Musk Bertanya Soal "Pesta Liar" Epstein
Tokoh terkenal lain yang disebut adalah Elon Musk. Email menunjukkan bahwa Musk sempat bertanya kepada Epstein mengenai pesta paling “liar” di pulau milik Epstein dan kemungkinan berkunjung ke sana pada tahun 2012 hingga 2013.Namun, tidak ada bukti bahwa kunjungan tersebut benar-benar terjadi, dan Musk membantah klaim bahwa ia merencanakan kunjungan lain di tahun 2014. Ia juga tidak dituduh melakukan kejahatan apa pun dalam kasus ini.
6. Email Steve Tisch ke Epstein Soal Perempuan Dewasa
Nama Steve Tisch, salah satu pemilik klub NFL New York Giants, muncul lebih dari 400 kali dalam dokumen. Email menunjukkan bahwa Epstein menghubungkannya dengan banyak perempuan dewasa.Tisch tidak pernah didakwa dalam kasus apa pun dan menyatakan bahwa hubungannya dengan Epstein terbatas pada pertukaran email mengenai perempuan dewasa, film, filantropi, dan investasi. Ia menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau Epstein dan sangat menyesali pernah berasosiasi dengannya.
7. Catatan Epstein untuk Bill Gates
Jeffrey Epstein membuat catatan untuk dan tentang Bill Gates, miliarder pendiri Microsoft, yang menyiratkan bahwa ia terlibat dalam hubungan seks di luar nikah.Epstein mengirim email Juli 2013 itu kepada dirinya sendiri. Tidak jelas apakah Epstein pernah mengirim email tersebut kepada Gates.
Terakhir, dokumen mengungkap bahwa hanya beberapa hari sebelum kematian Epstein, pengacaranya sempat berdiskusi dengan jaksa federal Manhattan mengenai kemungkinan kerja sama Epstein dengan pihak berwenang.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas potensi penyelesaian kasus dan kemungkinan Epstein memberikan informasi kepada penegak hukum.
Cara Akses Epstein Files Lengkap
Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis Epstein Files secara terbuka melalui laman resmi mereka. Saat mengakses dokumen tersebut, pengunjung akan terlebih dahulu diminta untuk mengonfirmasi bahwa mereka bukan robot serta menyatakan bahwa mereka telah berusia di atas 18 tahun, karena isi berkas mengandung materi dan informasi yang bersifat sensitif serta dewasa.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





























