tirto.id - Pendiri Microsoft sekaligus Filantropis asal Amerika Serikat (AS), William Henry Bill Gates atau yang dikenal dengan nama Bill Gates, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Rabu (7/5/2025). Pendiri Gates Foundation itu tiba di Istana sekitar pukul 08.15 WIB.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Bill Gates Bersama Prabowo turut meninjau pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Jati 03 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur. Bill Gates disebut hendak mendukung program makan bergizi gratis tersebut.
Keduanya juga dikabarkan akan membahas sejumlah isu strategis lainnya di luar dari MBG. Diantaranya dalah inisiatif pembangunan berkelanjutan, khususnya pada isu kesehatan global, nutrisi, inklusi keuangan, dan infrastruktur digital publik.
Jika menelisik ke belakang, kontribusi Bill Gates ke Indonesia sebenarnya cukup besar dalam membantu pemerintah. Lewat yayasan sosial bernama Bill & Melinda Gates Foundation, Bill Gates turut memberikan donasi untuk beberapa sektor di Indonesia.
Terhitung sejak 2009, setidaknya sudah 12 kali yayasan kemanusiaan ini hadir memberikan bantuan di Indonesia dengan sumbangan donasi senilai 159 juta dolar Amerika Serikat (AS). Donasi itu kebanyakan untuk bidang kesehatan. Salah satu di antaranya, yakni vaksin polio senilai Rp1,3 triliun.
Bill & Melinda Gates Foundation pertama kali hadir di Indonesia pada 2009. Saat itu ia memberikan bantuan senilai 2,15 juta dolar AS kepada Alliance for Emerging and Re-emerging Infectious Diseases Threats in Asia Foundation, untuk pengentasan malaria.
Berdasarkan data resmi yayasan, bantuan terbesar Bill & Melinda Gates Foundation di Indonesia diterima oleh PT Bio Farma (Persero) melalui empat program, masing-masing pada tahun 2014, 2018, 2019, dan 2020. Pada 2014, dana sebesar 3,08 juta dolar AS diberikan kepada Bio Farma melalui divisi Global Development untuk kebutuhan penelitian.
Kemudian di 2018, yayasan milik Gates itu kembali mengucurkan bantuan ke Bio Farma, kali ini senilai 300 ribu dolar AS melalui divisi Global Health untuk kebutuhan pengembangan vaksin. Setahun berselang, Bio Farma kembali menerima 10,15 juta dolar AS untuk pengentasan polio.
Pada Februari 2020, Bio Farma menerima dana senilai 45,75 juta dolar AS. Bill & Melinda Gates Foundation juga sempat hadir di Indonesia untuk menyuntikkan dana ke sektor teknologi. Asosiasi FinTech Indonesia merasakan bantuan ini pada tahun 2019 senilai 768 ribu dolar AS.
Pada Juni 2020 Bill & Melinda Gates Foundation turut memberikan bantuan kepada PT Polinasi Iddea Investama, perusahaan induk aplikasi kesehatan populer Halodoc. Induk Halodoc ini menerima bantuan sebesar 1,53 juta dolar AS melalui divisi Global Health dengan harapan bisa memberikan dukungan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi.
Indonesian eHealth and Telemedicine Society serta Coca-Cola Foundation Indonesia juga turut merasakan kebaikan Bill & Melinda Gates Foundation. Sejumlah kantor organisasi internasional yang berlokasi di Indonesia juga mendapatkan bantuan dari Gates. Mulai dari ASEAN Foundation tahun 2012, hingga United Cities and Local Governments Asia Pasific (UCLG-ASPAC) di tahun 2017 untuk mendukung pengelolaan air, sanitasi, dan kesehatan secara umum.
Gates sebelumnya juga pernah mengunjungi Indonesia terkait penelitian nyamuk yang dapat menanggulangi demam berdarah.
“#TBT (Mengingat kembali) di waktu ketika saya membantu melepaskan nyamuk-nyamuk yang telah terinfeksi bakteri yang dapat menghalangi penyebaran demam berdarah dalam satu perjalanan saya ke Indonesia,” tulisnya di akun media sosial resminya.
Siapa Bill Gates?
Sosok Bill Gates sudah dikenal dunia. Pendiri Microsoft itu memulai bisnis perangkat lunak terbesar di dunia pada 1975 bersama Paul Allen hingga mengantarkan menjadi billioner dalam prosesnya. Berdasarkan laporan Real-Time Billionaires Forbes, estimasi kekayaan bersih Bill Gates mencapai 104,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.764 triliun per April 2025.
Gates lahir di Seattle, Washington, dari pasangan William H. Gates, Sr. dan Mary Maxwell Gates. Dia terlahir dari keluarga menengah keatas dengan memiliki keturunan darah Inggris, Jerman, Skotlandia, dan Irlandia.
Dari segi latar belakang keluarganya, diketahui ayah Gates adalah seorang pengacara ternama, sedangkan ibunya menjabat sebagai Anggota Dewan Direktur First Interstate BancSystem dan United Way.
Gates mulai tertarik menekuni dunia komputer ketika ia masih berusia 13 tahun, yakni saat masih bersekolah di Lakeside School. Singkat cerita, dia pun tertarik untuk mengeksekusi kode perangkat lunak dengan sempurna dan menulis program komputer pertamanya menggunakan bahasa pemrograman BASIC.
Setelah Gates lulus dari Lakeside School pada tahun 1973, ia lalu mengambil tes SAT dan mendapatkan skor yang sangat tinggi, yaitu 1590 dari 1600. Dengan nilai itu, ia diterima di Harvard College di mana ia bertemu dengan Steve Ballmer yang kelak menggantikan Gates sebagai CEO Microsoft.
Bill Gates menempuh kuliah di Harvard University di Cambridge mulai tahun 1975. Di sana ia bertemu dengan Paul Allen sewaktu sekolah bersama-sama. Bersama Paul Allen, Bill Gates terus mengembangkan talentanya di bidang pemograman komputer. Namun sayangnya ia tidak melanjutkan pendidikannya di Harvard hingga selesai.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































