Ketahui Manfaat Baca Buku: Kurangi Stres hingga Tidur Lebih Nyenyak

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 25 September 2020
Dibaca Normal 2 menit
Membaca menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan perasaan tertekan psikologis yang efektifnya sama dengan yoga dan humor.
tirto.id - Membaca buku tak sekadar bisa menambah wawasan ataupun mengisi waktu luang, tetapi membaca buku ternyata memiliki banyak manfaat lain.

Membaca buku ternyata bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental Anda, dan manfaat tersebut dapat bertahan seumur hidup.

Berikut berbagai macam manfaat membaca buku untuk kesehatan.

1. Membaca memperkuat otak Anda

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di ncbi menunjukkan bahwa membaca benar-benar bisa mengubah pikiran Anda.

Dengan menggunakan pemindaian MRI, para peneliti telah mengonfirmasi bahwa membaca melibatkan jaringan sirkuit dan sinyal yang kompleks di otak.

Saat kemampuan membaca Anda matang, jaringan tersebut juga menjadi lebih kuat dan lebih canggih.

Dalam satu studi yang dilakukan pada 2013, para peneliti menggunakan pemindaian MRI fungsional untuk mengukur efek membaca novel di otak.

Peserta dalam penelitian tersebut membaca novel "Pompeii" selama 9 hari. Saat ketegangan dibangun dalam cerita, semakin banyak area otak yang menyala dengan aktivitas.

Pemindaian otak menunjukkan bahwa selama periode membaca dan berhari-hari setelahnya, konektivitas otak meningkat, terutama pada korteks somatosensori, bagian otak yang merespons sensasi fisik seperti gerakan dan nyeri.

Sementara itu, para dokter di Cleveland Clinic merekomendasikan agar orang tua membaca bersama anak-anak mereka sejak masa bayi dan berlanjut hingga tahun-tahun sekolah dasar.

Membaca bersama anak-anak Anda membangun asosiasi yang hangat dan bahagia dengan buku, meningkatkan kemungkinan anak-anak akan menganggap membaca itu menyenangkan di masa depan.

Membaca di rumah meningkatkan kinerja sekolah di kemudian hari. Ini juga meningkatkan kosakata, meningkatkan kepercayaan diri, membangun keterampilan komunikasi yang baik, dan memperkuat mesin prediksi yaitu otak manusia.

2. Meningkatkan kemampuan untuk berempati

Berbicara tentang merasakan sakit dan empati, penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang membaca fiksi sastra - cerita yang mengeksplorasi kehidupan batin karakter - menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi untuk memahami perasaan dan keyakinan orang lain.

Peneliti menyebut kemampuan ini sebagai "theory of mind" atau "teori pikiran", yaitu seperangkat keterampilan yang penting untuk membangun, mengarahkan, dan memelihara hubungan sosial.

Meskipun satu sesi membaca fiksi sastra tidak mungkin memicu perasaan empati ini secara instan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa pembaca fiksi jangka panjang cenderung memiliki teori pikiran yang berkembang lebih baik.

3. Mengurangi stres

Dilansir laman Healthline, pada 2009 sekelompok peneliti mengukur efek yoga, humor, dan membaca terhadap tingkat stres siswa yang menuntut program ilmu kesehatan di Amerika Serikat.

Studi tersebut menemukan bahwa 30 menit membaca menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan perasaan tertekan psikologis yang efektifnya sama dengan yoga dan humor.

Para penulis menyimpulkan, “Karena batasan waktu adalah salah satu alasan yang paling sering dikutip untuk tingkat stres yang tinggi yang dilaporkan oleh mahasiswa ilmu kesehatan, 30 menit dari salah satu teknik ini dapat dengan mudah digabungkan ke dalam jadwal mereka tanpa mengalihkan banyak waktu dari studi mereka.”

4. Membantu tidur lebih nyenyak

Dokter di Mayo Clinic menyarankan membaca sebagai bagian dari rutinitas sebelum tidur yang teratur.

Guna mendapatkan hasil terbaik, Anda mungkin bisa memilih membaca buku cetak daripada membaca di layar, karena cahaya yang dipancarkan oleh perangkat Anda dapat membuat Anda tetap terjaga dan menyebabkan hasil kesehatan yang tidak diinginkan lainnya.

Dokter juga menganjurkan agar Anda membaca di tempat lain selain kamar tidur Anda jika Anda sulit tidur.

5. Membantu meringankan gejala depresi

Filsuf Inggris Sir Roger Scruton pernah menulis, “Consolation from imaginary things is not an imaginary consolation” atau "Penghiburan dari hal-hal imajiner bukanlah penghiburan imajiner."

Orang dengan depresi sering merasa terisolasi dan terasing dari orang lain, dan itu adalah perasaan yang terkadang bisa dikurangi oleh buku.

Membaca fiksi memungkinkan Anda untuk sementara waktu melarikan diri dari dunia Anda sendiri dan terhanyut dalam pengalaman khayalan para karakter.

Itulah mengapa United Kingdom’s National Health Service mulai menjalankan program Reading Well, yaitu sebuah program yang merekomendasikan buku yang telah dikurasi oleh ahli medis khusus untuk kondisi tertentu.


Baca juga artikel terkait BACA BUKU atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight