tirto.id - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mencatat, sejak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang berada di Banten pada 2012 lalu sampai Juni 2025, investasi yang telah masuk ke kawasan ekonomi tersebut mencapai Rp294 triliun. Capaian tersebut merupakan realisasi investasi dari 25 KEK yang sampai saat ini sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Biasanya KEK ini capainya diukur dari sisi realisasi investasi dan juga dari penyerapan tenaga kerja, serta bagaimana mendorong industri yang ada di kawasan-kawasan ekonomi khusus. Kita lihat, untuk realisasi investasi itu sekitar Rp294 triliun di 25 KEK tadi,” kata Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, dalam konferensi pers Kinerja KEK Kuartal II 2025, di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Selasa (9/9/2025).
Realisasi investasi terbesar masih berasal dari KEK yang banyak terdapat industri manufaktur atau pengolahan di dalamnya. Tidak heran, jika kemudian KEK Kendal dan KEK Gresik menjadi dua dari 25 KEK yang mencatatkan realisasi investasi tertinggi di paruh pertama 2025, yang mana masing-masing sudah lebih dari Rp90 triliun.
“Secara umum capaian kinerja ini sangat baik sekali, khususnya dari sisi realisasi investasi dan juga penyerapan tenaga kerja dan penciptaan industri di dalam kawasan ekonomi khusus,” imbuh Susiwijono.
Meski begitu, ia mengaku bahwa untuk periode Januari-Juni 2025, realisasi investasi di 25 KEK masih sebesar Rp40,48 triliun atau baru memenuhi 48,2 persen dari target pemerintah yang senilai Rp84,1 triliun di sepanjang 2025.
Sementara itu, pada paruh pertama 2025, penyerapan tenaga kerja di 25 KEK telah mencapai 28.094 orang atau sekitar 56,4 persen dari target penyerapan tenaga kerja di KEK sepanjang tahun ini yang sebanyak 49.779 orang.
“Peran KEK ini untuk mendorong pencapaian target di Indonesia Emas 2045 dan transformasi ekonomi sangat besar sekali,” ucap Susi, sapaan Susiwijono.
“Nah, berikutnya mengenai arah pengembangan KEK ke depan, sesuai dengan RPJMN 2025-2029 dan RPJPN kita sampai dengan 2045 nanti, salah satu prioritas nasional kita yaitu adalah mendorong pengembangan aglomerasi industri di kawasan industri dan di kawasan ekonomi khusus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang baru,” tambahnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































