tirto.id - Berapa nilai rata-rata UTBK agar bisa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT 2026? Berikut penjelasan selengkapnya.
SNBT 2026 masih jadi jalur utama yang diincar lulusan SMA sederajat untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Pendaftaran jalur tersebut saat ini sudah ditutup, sementara UTBK segera dilaksanakan 21-30 April 2026.
Sebagai gambaran, data Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) - SNBT 2025 bisa menjadi acuan penting untuk memetakan peluang pada seleksi UTBK SNBT 2026.
Skor UTBK dan Peluang Lolos
Berdasar statistik UTBK 2025, rata-rata skor UTBK di setiap jenjang tergolong kompetitif dengan detail sebagai berikut:
Skor UTBK Diploma 3 (D3)
- Nilai rata-rata 529,39.
- Nilai terendah 293,92.
- Nilai tertinggi 731,21.
Skor UTBK Diploma 4 (D4)
- Nilai rata-rata 541,47.
- Nilai terendah 284,16.
- Nilai tertinggi 774,38.
Skor UTBK Sarjana (S1)
- Nilai rata-rata 545,78.
- Nilai terendah 200,00.
- Nilai tertinggi 819,85.
Tidak Ada Skor UTBK Minimal, Begini Sistem Kelulusannya
Dalam praktiknya, sistem SNBT menerapkan pemeringkatan skor untuk mengisi kuota program studi.
Peserta dengan nilai tinggi bisa saja tidak lolos jika berada di luar batas peringkat pada program studi yang sangat diminati.
Sebaliknya, peserta dengan nilai lebih rendah tetap berpeluang lolos apabila memilih program studi dengan jumlah peminat lebih sedikit dibanding kuota.
Perhatikan contoh berikut:
- Andi dengan skor UTBK 680 memilih prodi Kedokteran di PTN favorit dengan pendaftar terbanyak. Karena pendaftar prodi tersebut mencapai 2.000 orang sedangkan kuota tersedia hanya 50 kursi, maka sistem bakal melakukan pemeringkatan dari nilai tertinggi. Ternyata, orang ke-50 yang diterima memiliki skor 685. Meski skor Andi jauh di atas rerata nasional (545,78), Andi dinyatakan Tidak Lolos karena berada di luar batas cut-off 50 besar di prodi tersebut.
- Budi dengan skor UTBK 400 memilih sebuah program studi yang sepi peminat. Program studi tersebut memiliki kuota 30 kursi, tetapi pendaftar yang memilih prodi tersebut hanya 35 orang. Nilai Budi ternyata masuk 30 besar di pemeringkatan pemilih prodi tersebut. Karena seleksi SNBT murni pemeringkatan skor untuk mengisi kuota, maka Budi dengan skor 400 dinyatakan Lolos karena nilainya memenuhi syarat cut-off, meski skornya di bawah nilai rata-rata nasional.
"Seleksi SNBT itu benar-benar murni skor. Selama masuk ke dalam cut-off skornya, itu akan diterima. Pembatasan utamanya adalah kuota, maka penting bagi calon mahasiswa untuk melihat daya tampung di tiap prodi," ujar Utami pada 6 April 2026, dikutip dari laman resmi IPB.
20 PTN Paling Banyak Pendaftar Tahun Lalu
Tingginya minat terhadap PTN tertentu memengaruhi tingkat keketatan seleksi. Pada UTBK SNBT 2025, beberapa kampus mencatat jumlah pendaftar signifikan.
Sebagai contoh, di Universitas Indonesia tahun lalu ada 111.206 pendaftar, Universitas Sebelas Maret 101.069 pendaftar, sementara Universitas Gadjah Mada dengan 89.295 pendaftar.
Berikut daftar 20 PTN paling diminati pada SNBT 2025:
- Universitas Indonesia: 111.206 pendaftar
- Universitas Sebelas Maret: 101.069 pendaftar
- Universitas Gadjah Mada: 89.295 pendaftar
- Universitas Diponegoro: 84.514 pendaftar
- Universitas Padjadjaran: 84.390 pendaftar
- Universitas Brawijaya: 79.985 pendaftar
- Universitas Airlangga: 76.238 pendaftar
- Universitas Negeri Surabaya: 66.670 pendaftar
- Institut Pertanian Bogor: 64.035 pendaftar
- Universitas Sumatera Utara: 62.905 pendaftar
- Universitas Negeri Jakarta: 61.646 pendaftar
- Universitas Negeri Yogyakarta: 59.233 pendaftar
- Universitas Negeri Padang: 57.297 pendaftar
- Universitas Pendidikan Indonesia: 55.504 pendaftar
- UPN "Veteran" Jakarta: 48.640 pendaftar
- Politeknik Negeri Bandung: 48.362 pendaftar
- Universitas Hasanuddin: 48.207 pendaftar
- Universitas Negeri Malang: 45.792 pendaftar
- Universitas Sriwijaya: 44.070 pendaftar
- Universitas Jenderal Soedirman: 43.166 pendaftar
Nilai UTBK Bisa Dipakai untuk Daftar Jalur Mandiri
Jika belum berhasil lolos melalui jalur SNBT, nilai UTBK tetap bisa dipakai untuk mendaftar kuliah melalui jalur mandiri. Sejumlah PTN menggunakan nilai UTBK sebagai salah satu syarat seleksi.
Dengan demikian, jika belum lolos via jalur UTBK SNBT 2026, masih ada peluang melalui jalur seleksi lainnya di berbagai perguruan tinggi negeri mengandalkan nilai UTBK.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id





































