tirto.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan peta jalan pengembangan teknologi strategis di bidang pertahanan dan energi nuklir kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan bersama 150 periset di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026), Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan pentingnya penguasaan teknologi ini demi kemandirian bangsa.
Arif menyampaikan bahwa BRIN tengah fokus membangun kemampuan di bidang pertahanan keamanan, mulai dari wahana nirawak hingga sistem kendali sensor. Salah satu produk yang dipamerkan adalah pesawat nirawak (drone) fixed wing untuk misi pemantauan dan survei.
"Salah satunya adalah PUNA MALE (Pesawat Udara Nir Awak Medium Altitude Long Endurance) Alap-Alap, pesawat nirawak fixed wing untuk misi pemantauan, survei, dan pemetaan. Dengan kemampuan terbang hingga 6 jam dan jangkauan 100 km, platform ini dapat mendukung pengawasan wilayah yang lebih efisien," ujar Arif, Kamis (6/8/2026).
Selain teknologi udara, BRIN juga telah mengembangkan desain kapal yang digunakan oleh Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Inovasi lainnya mencakup kapal nelayan berpenggerak listrik yang mampu menekan biaya operasional energi hingga 70 persen dibandingkan penggunaan BBM.
Di sisi lain, BRIN menegaskan kesiapannya untuk menguasai seluruh rantai teknologi nuklir. Arif menjelaskan, langkah ini krusial agar Indonesia tidak hanya menjadi pembeli teknologi saat memasuki era Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
"BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi," tegasnya.
Penguasaan teknologi nuklir yang dimaksud mencakup penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
Arif menyebut bahwa penguasaan teknologi-teknologi inilah yang akan menentukan posisi Indonesia di kancah global.
"Penguasaan teknologi-teknologi inilah yang akan menentukan apakah Indonesia menjadi pengguna teknologi atau pemilik teknologi kita ke depan," tutup Arif.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































