Menuju konten utama

BRIN Goes to Nobel, Pamer Inovasi ANG sampai Sepatu ke Prabowo

BRIN menjalankan program BRIN Goes to Nobel Prize hingga BRIN Goes to School untuk memperkuat budaya riset, ilmiah, dan regenerasi talenta sains.

BRIN Goes to Nobel, Pamer Inovasi ANG sampai Sepatu ke Prabowo
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria saat tiba di kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025) siang. tirto.id/Muhammad Naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ilmu pengetahuan dengan meluncurkan berbagai program strategis, termasuk "BRIN Goes to Nobel Prize".

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa ajang pertemuan dengan Presiden Prabowo menjadi momen bersejarah bagi para periset untuk memaparkan inovasi langsung di depan kepala negara. Ia menyebut, langkah ini merupakan bentuk penguatan budaya riset nasional.

"Untuk meningkatkan dampak ilmu pengetahuan, BRIN menjalankan program BRIN Goes to Nobel Prize, BRIN Goes to School, BRIN Goes to Kampus untuk memperkuat budaya riset, kolaborasi ilmiah, dan regenerasi talenta sains," ujar Arif saat memaparkan capaian riset di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam agenda pertemuan bersama 150 periset BRIN di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Arif menjelaskan, BRIN kini memfokuskan pengembangan pada teknologi maju yang menjadi penentu daya saing bangsa dalam dua-tiga dekade mendatang. Fokus tersebut meliputi teknologi semikonduktor, kecerdasan artifisial (AI), genomik, dan teknologi kuantum. Seluruh upaya ini dirancang untuk memastikan Indonesia menjadi pemilik teknologi, bukan sekadar pengguna.

Guna mempercepat hilirisasi, BRIN telah menyusun peta jalan riset strategis nasional 2026-2045 yang selaras dengan RPJMN dan implementasi Astacita. Strategi ini diharapkan mampu memutus sekat sektoral agar riset menjadi gerakan nasional yang terintegrasi.

"Bapak Presiden, riset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan. Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kapasitas inovasi yang ditunjukkan dengan Global Innovation Index dengan GDP per kapita per tahun," jelasnya.

Dalam paparannya, Arif merinci sejumlah capaian inovasi yang telah memberikan dampak langsung, seperti teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) yang berpotensi menghemat subsidi LPG hingga Rp26 triliun per tahun. Teknologi ini dikembangkan melalui kolaborasi sister-lab dengan peraih Nobel asal Jepang, Susumu Kitagawa.

Selain itu, BRIN juga telah mengembangkan pesawat N219 yang dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia, satelit Neo-1, serta berbagai teknologi pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti alat deteksi kesegaran makanan berbasis AI, Food Guard.

Di bidang kesehatan dan industri, BRIN memamerkan inovasi sepatu sekolah berbahan karet lokal dengan teknologi one piece injection molding yang efisien dan ekonomis, serta alat pengukur hemoglobin berbasis laser.

Arif pun menunjukkan langsung penggunaan sepatu produksi BRIN yang dibanderol di bawah Rp70 ribu sebagai bukti nyata keberhasilan riset tersebut.

Tak hanya itu, BRIN memperkuat kedaulatan di bidang infrastruktur melalui pengolahan air bersih Arsinum Mobile yang menyediakan 5.000 hingga 20.000 liter air siap minum per hari, hingga teknologi giant sea wall yang disesuaikan dengan karakteristik pesisir Indonesia.

Arif menekankan bahwa seluruh capaian ini merupakan upaya membangun kapabilitas teknologi nasional yang mencakup sektor pangan, energi, kesehatan, air, dan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap arahan Presiden dapat mengakselerasi peran BRIN sebagai pendorong kemajuan bangsa.

"Saya selalu teringat kata-kata Bapak Presiden bahwa penguasaan teknologi adalah martabat bangsa. Tahap berikutnya adalah bagaimana kita mempertemukan kemampuan tersebut dengan kebutuhan pemerintah, industri, masyarakat, serta ilmu pengetahuan," tegas Arif.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher