tirto.id - Salah satu materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun 2026 adalah tentang siaga bencana. Ketahui rangkuman materi tersebut dan contoh kegiatannya.
MPLS merupakan kegiatan pertama bagi murid baru yang tujuannya adalah guna menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk pengenalan potensi diri murid, warga sekolah, kurikulum, dan lingkungan sekolah.
Kegiatan MPLS Ramah 2026 akan diisi dengan berbagai materi, mencakup materi utama dan materi pilihan. Materi utama mencakup gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, pagi ceria, sopan dan santun bermedia sosial, juga budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun).
Dalam buku rujukan MPLS jenjang SMA dan SMK, salah satu materi utama juga mencakup Gerakan Indonesia ASRI. Di dalamnya terdapat kegiatan mengenai siaga bencana.
Rangkuman Materi Siaga Bencana MPLS 2026
Materi siaga bencana termasuk dalam materi utama kegiatan MPLS Ramah SMA dan SMK. Kegiatan ini dilangsungkan dalam durasi selama 40 menit.
Tujuan adanya materi “Membangun Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Sekolah” adalah untuk membantu murid baru mengenal, beradaptasi, dan berinteraksi positif dengan warga sekolah.
Beberapa kegiatan dilakukan selama penyampaian materi siap siaga bencana MPLS Ramah SMA dan SMK 2026. Berikut ini uraian kegiatan kesiapsiagaan bencana beserta durasinya:
- Pengenalan ancaman, kerentanan, dan informasi peringatan dini berbagai jenis bencana (10 menit)
- Penyampaian tindakan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai jenis ancaman bencana (10 menit)
- Praktik kesiapsiagaan bencana di sekolah (20 menit)
Link Materi Siaga Bencana MPLS 2026
Contoh Kegiatan Materi Siaga Bencana MPLS 2026
Salah satu kegiatan dalam materi utama MPLS 2026, siap siaga bencana, adalah praktik kesiapsiagaan bencana di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan Prosedur Operasi Standar (POS) Penyelamatan dan Evakuasi Keadaan Darurat.
Paling penting, kegiatan ini bertujuan mempraktikkan pesan kunci keselamatan dari berbagai jenis bencana. Kegiatan berdurasi 20 menit tersebut membutuhkan papan tulis dan, jika ada, laptop, LCD proyektor, serta papan interaktif pintar.
Berikut ini alur kegiatannya:
1. Apabila sekolah sudah memiliki POS penyelamatan dan evakuasi keadaan darurat, misal POS Penyelamatan dan Evakuasi gempa bumi, atau kebakaran atau banjir, atau gunung api banjir guru dapat menyampaikan isi POS tersebut kepada murid. Kemudian bersama mempraktikan isi dalam pos tersebut (simulasi penyelamatan dan evakuasi).
2. Apabila sekolah belum memiliki POS kedaruratan, maka guru dapat mempraktikkan salah satu pesan kunci penyelamatan, misal pesan kunci keselamatan gempa bumi dengan 3B (berlutut, berlindung, bertahan), bisa sambil menyanyikan lagu sebagai berikut:
BERLUTUT, BERLINDUNG, BERTAHAN
(Irama lagu becak-becak)
BUMI BENTUKNYA BULAT
LEMPENG DI KULIT BUMI
JIKA LEMPENG BERTUMBUK
TERJADI GEMPA BUMI
RUMAHKU PUN BERGOYANG
AKU LANGSUNG BERLUTUT
BERLINDUNG, BERTAHAN, SAMBIL BERPEGANGAN
3. Selanjutnya, guru menjelaskan jalur evakuasi sampai ke titik kumpul yang ada di sekolah dan menyampaikan pesan kunci saat evakuasi, yaitu jangan berisik, jangan berlari, jangan mendorong, dan jangan kembali. Murid diajak untuk mengingat pesan kunci evakuasi sambil bernyanyi dan memperagakan “Jangan Berlari, Berisik, Mendorong, Kembali (BBMK)”.
JANGAN BBMK
(Irama lagu Potong Bebek Angsa)
KALAU ADA GEMPA LINDUNGI KEPALA
KALAU ADA GEMPA INGAT BBMK
JANGAN BERLARI
JANGAN BERISIK
JANGAN MENDORONG
DAN JANGAN KEMBALI
4. Guru mengajak murid untuk mempraktikkan penyelamatan diri dan evakuasi menggunakan jalur evakuasi sesuai dengan arah rambu evakuasi yang sudah ditentukan menuju titik kumpul aman dengan menerapkan pesan kunci keselamatan.
5. Menyampaikan penguatan bahwa latihan penyelamatan dan evakuasi sangat penting untuk mempersiapkan murid menghadapi situasi darurat dan mengembangkan kemampuan untuk bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat.
6. Praktik kesiapsiagaan dapat disesuaikan dengan risiko yang dihadapi sekolah.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id



































