Menuju konten utama

Purbaya Sebut Aktivitas Kurban Bawa Dampak Ekonomi bagi Rakyat

Aktivitas kurban saat Idul Adha juga memberikan tambahan pendapatan bagi para peternak di berbagai daerah.

Purbaya Sebut Aktivitas Kurban Bawa Dampak Ekonomi bagi Rakyat
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Kejagung, Jumat (10/4/2026). tirto.id/Nanda Aria Putra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai potensi ekonomi dari ibadah kurban setiap tahun sangat besar dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang jarang mengonsumsi daging.

Menurutnya, kurban tidak hanya berdampak pada aspek sosial dan keagamaan, tetapi juga menggerakkan sektor riil, termasuk perdagangan hewan ternak.

“Potensi ekonomi dari kurban itu bagus. Setiap tahun ada pemerataan bagi masyarakat yang tidak selalu bisa makan daging setiap hari. Jadi, kurban dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, meski dalam jangka pendek,” ujar Purbaya di Kompleks Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Ia menambahkan, aktivitas kurban juga memberikan tambahan pendapatan bagi para peternak di berbagai daerah.

“Perdagangan sapi, domba, dan hewan ternak lainnya juga meningkat. Ini memberi pendapatan bagi para peternak. Jadi, potensi ekonomi dari kurban sangat baik dan signifikan,” katanya.

Meski mengakui besarnya nilai ekonomi kurban, Purbaya menegaskan ibadah tersebut tidak boleh diuangkan atau dikelola sebagai instrumen keuangan.

Ia mengingatkan esensi utama kurban harus tetap dijaga, yakni pembagian daging kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Namun, bukan berarti harus diuangkan dan dikelola secara finansial. Biarkan tradisi baik ini berjalan. Yang terpenting, kita memastikan banyak masyarakat menerima daging kurban,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Anggun P Situmorang