Menuju konten utama
Idul Adha 2026

Pesan Haedar Nashir ke Gen Z: Jangan Terjebak Budaya Instan

Di tengah derasnya pengaruh media sosial dan gaya hidup konsumtif, Haedar mengingatkan generasi muda untuk tidak larut dalam perilaku malas.

Pesan Haedar Nashir ke Gen Z: Jangan Terjebak Budaya Instan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, usai menghadiri Pembukaan Tanwir I Asyiyah di tavia Heritage, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, berpesan kepada generasi Z dan milenial agar menjadikan Idul Adha sebagai momentum membangun karakter unggul, berintegritas, dan tidak terjebak budaya instan.

Di tengah derasnya pengaruh media sosial dan gaya hidup konsumtif, Haedar mengingatkan generasi muda untuk tidak larut dalam perilaku malas, hedonistik, serta gemar memamerkan kemewahan.

“Generasi muda jangan terjebak budaya instan, malas, hedonistik, dan gemar pamer kemewahan. Spiritualitas takwa harus melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan memberi manfaat bagi kehidupan,” kata Haedar dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Menurut Haedar, Idul Adha tidak semestinya dimaknai sekadar ritual tahunan berupa salat Id dan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Iduladha menjadi sarana pembentukan spiritualitas takwa yang membumi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi generasi muda.

Ia berharap generasi milenial, generasi Z, hingga generasi Alfa tumbuh menjadi pribadi yang taat beragama, gemar membaca, mencintai ilmu pengetahuan, menguasai teknologi dan keterampilan, serta memiliki etos kerja tinggi.

Selain itu, Haedar menilai nilai-nilai pengorbanan dalam Idul Adha penting dijadikan pijakan untuk membangun kepedulian sosial dan tanggung jawab di tengah tantangan zaman digital.

“Ketakwaan harus tercermin dalam cara bermedia sosial, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan membangun ukhuwah dengan nyata,” ujarnya.

Haedar juga menyoroti maraknya perilaku digital yang dinilai merusak ruang publik, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga fitnah di media sosial. Menurutnya, insan bertakwa semestinya menjaga tutur kata, termasuk dalam aktivitas digital.

Ia menegaskan spiritualitas takwa dapat menjadi benteng dari berbagai perilaku negatif, seperti kerakusan, egoisme, hingga penyalahgunaan kekuasaan yang kerap memicu persoalan sosial dan kebangsaan.

Bagi Haedar, keteladanan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail dalam Iduladha mengajarkan arti pengorbanan, kepatuhan, dan keteguhan moral yang relevan diterapkan generasi muda saat ini.

Karena itu, Haedar berharap Idul Adha menjadi momentum bagi Gen Z dan milenial untuk membangun karakter yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian sosial, dan orientasi hidup yang kuat.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan lainnya dari Cahyo PE

tirto.id - Flash News
Kontributor: Cahyo PE
Penulis: Cahyo PE
Editor: Anggun P Situmorang