Menuju konten utama

Wapres Gibran Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal Jakarta

Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, tidak lama setelah kedatangan Gibran dan rombongan keluarganya.

Wapres Gibran Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal Jakarta
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) bersama putranya, Jan Ethes (tengah) dan Ketua MPR Ahmad Muzani (kiri) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming, melaksanakan shalat Idul Adha 1447 H bersama puteranya Jan Ethes Srinarendra di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Gibran tiba sekitar pukul 06.51 WIB dengan mengenakan baju bernuansa hijau, senada dengan yang dikenakan Jan Ethes. Demikian dikutip Antara.

Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, tidak lama setelah kedatangan Gibran dan rombongan keluarganya.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sendiri dijadwalkan melakukan salat Idul Adha di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis.

"Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan salat Idul Adha dan silahturahim dengan WNI di Wisma KBRI Paris," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Bandara Orly, Paris, Selasa, pukul 10.00 waktu setempat, setelah menempuh 16 jam penerbangan dari Jakarta.

Teddy mengatakan ketibaan Prabowo di Paris itu menandai dimulai rangkaian kunjungan resmi kenegaraan yang sudah diagendakan sejak 2025 dan beberapa kali dijadwalkan ulang.

Pelaksanaan salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa, mengusung tema "Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan" yang sejalan dengan tema besar Kementerian Agama mengenai ekoteologi dan teologi cinta.

Bertindak sebagai khatib dalam shalat tersebut ialah Rektor Universitas Islam negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof. H. Hamdan Juhannis dengan menyampaikan khotbah berjudul "Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan".

Masyarakat yang mengikuti salat di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut juga diwajibkan memperhatikan ketertiban, kenyamanan, serta protokol kesehatan yang berlaku.

Sebelum memasuki ruang utama masjid, masyarakat terlebih dahulu menjalani pemeriksaan keamanan oleh petugas gabungan, termasuk dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Masjid Istiqlal, yang berlokasi di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Jakarta Pusat, memiliki kapasitas maksimal 200.000 hingga 250.000 orang.

Namun, panitia Idul Adha kali ini memperkirakan jamaah yang hadir sekitar 100.000 hingga 150.000 orang, sebagaimana tren pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Suasana khidmat dan penuh haru juga dirasakan oleh jamaah, salah satunya Sofian (60), warga asal Jatinegara, Jakarta Timur. Dia mengungkapkan rasa syukur karena dapat beribadah Idul Adha di Istiqlal tahun ini bersama kedua anaknya, yang selama ini merantau di Malaysia.

"Tahun-tahun sebelumnya, saya biasanya melaksanakan shalat di masjid lingkungan tempat tinggal hanya dengan istri," kata Sofian ditemui di halaman masjid.

Guna mengantisipasi kepadatan, panitia membagi akses pintu masuk ke Masjid Istiqlal menjadi dua ketentuan.

Jamaah umum yang berjalan kaki diarahkan masuk melalui Gerbang Al-Fattah (seberang Gereja Katedral Jakarta), As-Salam 1, dan As-Salam 2 (seberang Halte Juanda).

Sementara itu, jamaah dengan kendaraan pribadi diarahkan masuk melalui Gerbang Al-Aziz dan Al-Mukmin (seberang SMPN 4 Jakarta) untuk memarkirkan kendaraan di basement Masjid Istiqlal.

Panitia juga menyediakan sejumlah kantong parkir bagi jamaah, yakni basement B1 dan B2 Masjid Istiqlal (600 mobil), area parkir Pertamina (400 mobil), Kementerian Agama (150-200 mobil), Lapangan Banteng (200 mobil), Kantor Pos (200 mobil), belakang Gedung TNI AD (100 mobil), serta area parkir Gereja Katedral yang disediakan khusus untuk menampung 200 sepeda motor.

Baca juga artikel terkait GIBRAN RAKABUMING RAKA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang