Menuju konten utama

Purbaya Respons Isu Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Menkeu Purbaya menjamin independensi BI akan goyah ketika ada intervensi dari pihak Pemerintah Pusat.

Purbaya Respons Isu Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Menteri Keuangan menyatakan optimis ekonomi nasional bisa tumbuh enam persen yang didukung dari Bank Indonesia dalam mendorong perekonomian nasional pada 2026. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi isu Wamenkeu Thomas Djiwandono akan menduduki jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung. Sebaliknya, Juda disebut akan mengisi jabatan Wamenkeu.

Purbaya turut mengaku mendengar isu tersebut.

"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu," ucapnya di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

"Kayaknya switch ya [jabatan Juda dengan Thomas], kelihatannya," lanjut dia.

Purbaya pun mengaku hendak menemui Juda untuk menindaklanjuti pergantian jabatan tersebut. Ia mengaku tidak ada keanehan dalam pertukaran jabatan antara Juda dengan Thomas.

Sebab, Purbaya menilai, Kemenkeu dan BI berasal dari elemen pemerintah. Independensi BI disebut akan berjalan sebagaimana mestinya, meski dimasuki oleh Thomas.

"Kan tukar, BI juga pemerintah. Enggak [memengaruhi independensi BI], itu satu exchange, pertukaran, yang saya pikir seimbang, enggak ada yang aneh, kalau independensi enggak ada hubungannya," tuturnya.

Kata Purbaya, independensi BI akan goyah ketika ada intervensi dari pihak Pemerintah Pusat. Akan tetapi, ia meyakini Pemerintah Pusat selama ini tidak pernah mengintervensi kebijakan atau keputusan BI.

"Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan, ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan enggak ada. Jadi, BI independen, kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter, kita koordinasi di KSSK untuk memastikan kebijakannya," urainya.

"Walaupun sama-sama independen, tapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat, seperti yang disarankan di rapat KSSK barusan dengan DPR," lanjut Purbaya.

Diberitakan sebelumnya, pihak istana mengonfirmasi bahwa Thomas Djiwandono masuk bursa calon untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan Juda Agung.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan bahwa proses ini bermula dari surat pengunduran diri Juda Agung dari jabatannya di bank sentral.

“Berkenaan dengan Deputi Gubernur BI, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin.

Prasetyo menjelaskan, sesuai aturan Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR yang berisi sejumlah nama calon pengganti untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Thomas Djiwandono,” jelas Prasetyo.

Meski menyebut ada tiga nama yang diusulkan, Prasetyo belum merinci keseluruhan daftar calon. “Tiga nama (yang diusulkan). Siapa saja, nanti aku cek ya, tidak hafal semua satu-satu,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait MENTERI KEUANGAN PURBAYA YUDHI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama